BUKTI ARKEOLOGIS BANGSA YAKJUJ DAN MAKJUJ SCYTHIA TINGGAL DI EURASIA

Bukti Arkeologis Bangsa Yakjuj dan Makjuj Scythia Tinggal Di Eurasia


Bukti, Arkeologis, Bangsa, Yakjuj, dan, Makjuj, Scythia, Tinggal, Di, Eurasia

- Pada tahun 1995, beberapa ahli arkeologi Rusia berhasil menemukan mumi seorang laki-laki penunggang kuda bangsa Scythia. Mumi berusia 2.500 tahun ini ditemukan dalam keadaan terkibur pada sebuah bongkahan es setebal 7 kaki di Siberia. berdekatan dengan perbatasan Mongolia dan China. Mumi yang terletak didataran tinggi Ukok dengan ketinggian lebih dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. 

Daratan Ukok adalah daratan batu tebal dan tertutup es sepanjang tahun. Kondisi itulah yang membuat jasad penunggang kuda Scythia awet dan tidak rusak. Mumi Scythia ini dikuburkan dengan cara tertentu. Ia memakai mantel dari bulu binatang dengan sepatu boot tinggi dari kulit disertai dengan kuda di sampingnya dan juga peralatan lainnya seperti kapak, anak panah dan belati.

Fakta bahwa budaya Scythia ini meluas hingga lebih dari 2.000 mil ke timur dari Ukraina dan dibuktikan dengan penemuan makam di Lembah Chilikta di timur Kazakhstan yang diberitakan di Rusia pada tahun 1965. Ini membuktikan bahwa budaya benda-benda buatan Scythia tersebar hingga perbatasan Mongolia sejak abad ke-6 SM.

Kuburan orang Scythya dari abad ke-6 - 2 SM banyak tersebar dikawasan utara dan timur Laut Hitam. Dalam banyak kasus Herodotus membuat garis batas pada zamannya sebagai "Scythia". Para peneliti dari Rusia berusaha keras untuk mengungkap bukti arkeologis dari makam bangsa Scythian yang ditemukan pada area yang luas di utara. Ada lebih dari 1200 makam di kawasan Crimea yang diteliti oleh A. Leskov antara tahun 1961 dan 1972. Ratusan makam orang Scythya dari abad ke-4 dan ke-3 SM ditemukan sejak tahun 1930-an oleh B.Grakow, A Trenoschkin dam E. Tschernenko di Ukraina. 

Salah satu pengaruh penemuan Rusia ini adalah penemuan-penemuan menjadi bukti otentik kebenaran tulisan Herodotus tentang bangsa Scythia. Oleh karena itu para ahli pelopor tentang Scythia yaiyu T. Rice, T. Sulimirskidan lainnya menyatakan tulisan tentang Scythian yang ditulis oleh Herodotus dapat dipertahankan kebenarannya.

Herodotus menuliskan "tidak ada wanita Scythia yang boleh menikah, kecuali dia membunuh seorang musuhnya" catatan tersebut dibuktikan dengan penemuan makam seorang wanita Scyrhia yang mengenakan pakaian berkuda, yang serupa dengan pakaian laki-laki - dikubur bersama-sama dengan busur panah, pedang dan kudanya.

Ahli arkeologi menemukan kurgan, yaitu kuburan orang Scythia yang berbentuk khas dengan ongokan tanah di permukaan atasnya. Di dalamnya terdapat tulang-tulang kuda. Seseorang Scythia yang mati selalu didampingi sedikitnya seekor kuda didalam kuburannya. Kurgan dibuat secara khusus dan banyak ditemukan di kaki bukit di kawasan pegunungan Altai. Secara tradisi, kawasan tersebut dipercayai sebagai tempat suci bagi orang Scythia. Seperti yang dikatakan oleh Herodotus ketika pergi "beberapa minggu" kekawasan tersebut. Kurgan juga banyak ditemukan di kawasan selatan Rusia (termasuk dalam kawasan padang rumput Eurasia).

Di dalam kuburan tersebut sering juga ditemukan harta karun seperti patung emas dan kayu yang dilapisi emas. 

Barang-barang seni anti buatan orang Scythia yang terbuat dari emas ini dapat dilihat dalam website ScythianSlide Collection yang berasal dari koleksi Profesor Johm Haskins seorang Dosen di Departement of Art History Universitas Pittsburgh.

Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia

Periode Bangsa Scyth I Scythian (750 SM - 225 SM)

750 SM - Orang-orang Scyth, Scythia, Scythian (saka), suatu kelompok pengembala normal Indo-Eropa, tinggal diantara Don dan Carpathia.

674 SM - Partatua Raja Scythian, menikah dengan seorang Ratu dari bangsa Asyra

653 SM - Scythian menyerang kerajaan Media

626 SM - Medes mengalahkan Scythian

620 SM - Bangsa Scythian menerobos celah Darial di pegunungan Kaukasus menuju ke Ninoi (Ninepeh) dengan menghancurkan Azerbaizan, Mazandran, Jailan dan Kurdistan

612 SM - Scythia berkerjasama dengan Mede/Media dan Babylonia menyerang dan menaklukan Ninepeh, Ibukota Asyra.

530 SM - Raja Cyrus dibunuh oleh Ratu Tomyris, seorang ratu dari bangsa Massagetae, yang merupakan salah seorang anak suku Scythia yang hidup di sekitar laut Kaspia.

514 SM - Darius, Raja Persia menyerang Scythia.

424 SM - Herodontus menulis kisah bangsa Scythia dalam bukunya yang berjudul the Histories.

360 SM - Raja Atheas menyatukan semua suku Scythia dan memperluas teritorialnya sampai perbatasan Makedonia.

339 SM - Atheas dari Sythia terbunuh dalam perang melawan Raja Philip dari Makedonia.

331 SM - Scythia bergabung dengan Raja Darius untuk memerangi Alexander the Great di Gaugamela. Kemenangan berada dipihak Alexander dari Makedonia putra Philip.

225 SM - Bangsa Celt di barat dan suku Samartian di Timur menghancurkan kerajaan Scythian.

Diolah kembali berdasarkan sumber: Abdul Kalam Azad, Herodotus, Pierro Scaruffi (1999) A Time-Line of the Barbars.         


Sumber: book.google.co.id           
Views
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik artikel. Komentar yang tidak relevan dengan topik artikel akan terhapus.

Note: only a member of this blog may post a comment.

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook