Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

TAMBORA - LETUSAN GUNUNG BERAPI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH

TAMBORA - LETUSAN GUNUNG BERAPI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH
ilustrasi Letusan Tambora (sumber : FBS)

MahessaBlog | Pada tahun 1815, Gunung Tambora meletus di Pulau Sumbawa, Indonesia yang oleh sejarawan dianggap sebagai letusan gunung paling mematikan dalam sejarah dengan menewaskan sekitar 100.000 orang serta menyebabkan puluhan juta lebih kematian setelahnya karena efek sekunder yang menyebar ke seluruh dunia.

Apa yang terjadi setelah Letusan Tambora adalah tiga tahun perubahan iklim. Dunia menjadi lebih dingin dan sistem cuaca berubah total selama tiga tahun yang menyebabkan gagal panen di seluruh dunia serta bencana kelaparan yang melanda Asia, Eropa hingga Amerika Serikat dan Afrika. 

Baca Juga : 10 Letusan Gunung Berapi Terbesar Dalam Sejarah

Letusan Gunung Tambora sangat kuat sehingga dapat menyebabkan perubahan cuaca global karena dapat melepaskan gas ke stratosfer. Gas ini terperangkap di angkasa dan karena terlalu tinggi tidak dapat dihanyutkan oleh hujan dan kemudian bergerak kesepanjang garis khatulistiwa menyebar hingga ke daerah kutub sehingga dapat mengurangi jumlah panas yang melewati atsmosfer untuk sampai ke bumi.

Letusan Tambora tidak hanya mempengaruhi apakah Anda harus mengenakan sweater atau tidak. Namun Letusan Tambora memiliki efek yang sangat besar pada ekosistem tempat tinggal Anda. Dengan Letusan Tambora, suhu yang mendingin menyebabkan penurunan curah hujan , gagal panen, dan kelaparan massal di banyak bagian dunia.

TAMBORA - LETUSAN GUNUNG BERAPI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH
Kaldera Gunung Tambora (sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang meninggal karena kelaparan, tetapi jumlah kematian diperkirakan sekitar satu juta orang, setidaknya di tahun-tahun setelah terjadinya Letusan Tambora. Namun Letusan Tambora menyebabkan pandemi global kolera, maka jumlah kematian akibat Letusan Tambora dapat mencapai puluhan juta orang.

Baca Juga : Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau Tahun 1883 

Walaupun kolera sudah ada sebelum terjadinya letusan, tetapi suhu yang lebih dingin akibat Letusan Tambora menyebabkan perkembangan strain baru di Teluk Benggala lebih sedikit orang yang memiliki kekebalan terhadap jenis kolera baru ini yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Mungkin dahulu ada letusan gunung berapi yang menyebabkan lebih banyak kematian daripada Tambora. Tetapi karena kita tidak tahu, sejarawan pada umumnya setuju bahwa Tambora merupakan letusan gunung berapi paling mematikan dalam sejarah dengan menyebabkan kematian paling cepat.

Misalnya Letusan Krakatau di Indonesia yang terjadi pada tahun 1883, lebih terkenal daripada Letusan Tambora karena merupakan peristiwa media baru yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia melalui telegram dan fotografi. Namun sebenarnya Letusan Krakatau jauh lebih kecil dari Letusan Tambora. Meskipun memiliki jumlah kematian yang sangat besar sekitar 36.000 orang namun secara keseluruhan letusan krakatau kurang mematikan. 

Sementara hancurnya Kota Pompeii akibat terjadinya Letusan Gunung Vesuvius yang terjadi pada 79 SM adalah salah satu letusan gunung berapi paling terkenal dalam sejarah. Korban tewas sekitar 2.000 orang hanyalah sebagian kecil dari korban Letusan Tambora.

Baca Juga : Akankah Anak Gunung Krakatu Kembali Mengguncang Dunia?

Joseph Manning, seorang profesor sejarah dari universitas Yale mengatakan bahwa saat ini dampak letusan gunung berapi jauh lebih berbahaya namun karena kemajuan teknologi, kita dapat memprediksi dengan lebih akurat kapan letusan gunung berapi terjadi sehingga kita dapat mengevakuasi masyarakat supaya aman seperti saat penerbangan dibatalkan untuk mengantisipasi letusan Gunung Agung di Pulau Bali, Indonesia pada tahun 2017 lalu atau pada Januari 2018 ketika Filipina mulai mengevakuasi penduduk di dekat Gunung Mayon sebelum terjadinya letusan besar.

Manning yakin kita tidak cukup khawatir tentang dampak langsung dari letusan gunung berapi yang tidak hanya mempengaruhi jumlah kematian tetapi juga ekosistem kita dimasa-masa yang akan datang.    


Editor : Rey Mahessa
Sumber History.com

     



 
Views
Share:

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA

 
MahessaBlog | Badai paling mematikan di AS merupakan badai katagori 5 yang dapat membawa angin yang sangat kuat namun hanya segelintir yang tercatat hingga sampai kedaratan Amerika. Badai monster ini dapat membawa kecepatan angin hingga 157 mil per jam atau lebih yang sejak tahun 1924 tercatat 35 badai di Atlantik Utara yang mencapai tingkat ini dengan 5 badai paling mematikan telah menghantam daratan Amerika Serikat dengan kekuatan katagori 5.

Meskipun badai katagori 5 telah menghadirkan ancaman yang sangat mematikan, kecepatan angin bukanlah satu-satunya faktor yang membuat badai ini sangat mematikan namun gelombang badai seringkali menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Seperti Badai Katrina yang dianggap sebagai salah satu badai paling mematikan di AS yang mencapai katagori 4 dan diturunkan menjadi katagori 3 pada Agustus 2005. Walaupun demikian badai yang tercatat paling mematikan yang menghantam AS adalah badai katagori 4 ketika menghantam Galveston, AS pada September 1900 yang telah menewaskan sekitar 6.000 hingga 12.000 orang.

Berikut 5 badai paling mematikan dalam sejarah Amerika

1. Badai San Felipe II

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA


Pada tanggal 13 September 1928, Badai paling mematikan menghantam wilayah AS di Puerto Rico dengan membawa hujan lebat dan angin berkecepatan tinggi yang berlangsung selama 18 jam. Dampak badai ini telah menewaskan sekitar 300 orang. menghancurkan ratusan ribu rumah serta merusak tanaman kopi petani. Badai yang dikenal dengan sebutan Badai San Felipe II kemudian juga menghantam Florida pada katagori 4 yang dikenal dengan sebutan Badai Okeechobee.

Walaupun pada saat itu para ahli meteorologi belum mengembangkan sistem klasifikasi standar untuk badai, Tepai kecepatan angin Badai San Felipe II mencapai 160 mil per jam yang menjadikannya sebagai badai katagori 5. 

San Felipe II adalah badai yang tercatat paling merusak dalam sejarah Puero Rico sampai terjadinya Badai Maria yang menghantam wilayah ini pada tahun 2017 yang menewaskan sekitar 3.000 orang.


2. Badai Hari Buruh

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA


Badai paling mematikan dalam sejarah Amerika selanjutnya adalah badai Hari Buruh katagori 5 yang tercatat pertama menghantam benua AS terjadi pada Hari Buruh tahun 1935. Badai ini bertiup melalui bagian atas Florida Keys dengan kecepatan angin hingga 200 mil per jam dengan menewaskan sekitar 400 orang dengan 250 orang diantaranya adalah veteran Perang Dunia I yang saat itu sedang membangun jembatan dan jalan untuk membantu merevitalitasi Florida Keys sebagai tujuan wisata.

Pada malam hari tanggal 2 September 1935, Hari Buruh, Pejabat AS mengirimkan kereta penuelamat kepada mereka. tetapi sudah terlambat. Badai menyapu kereta dari jalurnya, menewaskan banyak veteran yang sudah naik dalam kereta.

3. Badai Camille

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA

Pada tahun 1953, Amerika Serikat mulai menamai badai  secara ekslusif dengan nama wanita. Salah satunya adalah Badai Camille yang menghantam sepanjang Pantai Teluk Mississippi pada 17 Agustus 1969. Walaupun semua alat perekam angin yang ditempatkan diwilayah badai hancur, Namun menurut National Weather Service kecepatan angin mencapai 175 mil per jam di sepanjang pantai.

Badai katagori 5 ini menewaskan 143 orang disepanjang Pantai Teluk Mississippi. Setelah kecepatan anginnya turun, Namun badai Camiile tetap mematikan saat bergerak ke utara melintasi Virginia dan West Virginia menyebabkan banjir bandang dengan menewaskan sekitar 113 orang.


4. Badai Andrew

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA

Setelah AS mulai memberikan nama wanita pada badai yang terjadi tahun 1953, ahli meterologi pria dan ahli cuaca mulai menggambarkan badai berbahaya pada wilayah garis pantai. Feminis seperti Roxcy Bolton berkampanye untuk berhenti mengasosiasikan nama wanita dengan bencana alam dan pada tahun 1979, AS mulai menamai angin topan dengan nama pria juga. seperti Badai Andrew. Pada tahun 1992, Badai Andrew menjadi yang pertama dari badai bernama pria yang mencapai katagori 5 di AS.

Badai Katagori 5 ini menghantam kota Florida Selatan pada 24 Agustus 1992 dengan kecepatan angin mencapai 165 mil per jam. Badai Andrew yang terjadi di Florida, AS ini menewaskan 61 orang dan menghancurkan ribuan bangunan dengan menyebabkan 250.000 orang mengungsi.

5. Badai Michael

5 BADAI PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA

Badai paling mematikan dalam sejarah Amerika selanjutnya adalah Badai Michael yang menghantam kota Florida pada Oktober 2018. Badai dengan kecepatan angin mencapai 160 mil per jam ini menewaskan 16 orang dan merupakan salah satu dari delapan badai di Atlantik Utara tahun itu termasuk Badai Florence yang menewaskan 54 orang.


Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan bencana badai yang lebih parah yang berarti bahwa badai di Atlantik Utara akan menjadi cenderung berubah menjadi badai paling mematikan katagori 5 seiring dengan berlanjuntya perubahan iklim.


Editor : Rey Mahessa
Sumber : History.com

   
Views
Share:

RAHASIA EVEREST, GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA YANG WAJIB DIKETAHUI

RAHASIA EVEREST, GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA YANG WAJIB DIKETAHUI
Gletser yang mencair akibat pemanasan global mengungkapkan puluhan mayat yang terkubur di gunung tertinggi di dunia ini.


MahessaBlog | Perjalanan berbahaya ke puncak Gunung Everest penuh dengan rintangan. Salju es yang jatuh, medan yang tidak rata, suhu dibawah minus derajad dan ketinggian yang sangat luar biasa menyebabkan beberapa penyakit di ketinggian. Sementara sekitar 5.000 orang pendaki berhasil mencapai puncak Everest, 300 orang pendaki diperkirakan tewas disepanjang jalan saat mendaki gunung tertinggi di dunia ini. 

Baca Juga :



Pada akhirnya mayat-mayat para pendaki yang tewas tertutup oleh salju es dan tetap tersembunyi ditempat itu selama bertahun-tahun. Tetapi sekarang perubahan iklim telah mempercepat pencairan salju es di Gunung Everest sehingga mayat-mayat yang terkubur dibawah salju es dapat terlihat kembali, seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Pada tahun lalu sekelompok peneliti menemukan bahwa es di Gunung Everest lebih panas daripada biasanya, dan sebuah penelitian yang dilakukan pada 4 tahun lalu menemukan bahwa kolam di Gunung Everest telah mengembang dengan mencairnya salju es. Tapi para peneliti bukan saja menemukan banyaknya salju es yang mencair tetapi juga memperlihatkan tubuh-tubuh yang terkubur di balik salju es Gunung Everestseperti yang terlihat akibat pergerakan Gletser Khumbu di Nepal.

Sebagian mayat terlihat muncul di sekitar Air Terjun Khumbu, salah satu tempat paling berbahaya di Gunung Everest. Di sana, balok-balok es secara tak terduga runtuh yang mengakibatkan gletser dapat runtuh beberapa meter kebawah perhari. Menurut laporan Washongton Post pada tahun 2015, Pada tahun 2014 ditemukan 16 pendaki yang tewas sekaligus di daerah tersebut tertimpa es yang terjatuh.

Baca Juga :



Sementara mengevakuasi mayat dari gunung tertinggi di dunia ini adalah pekerjaan yang cukup rumit dan sangat mahal serta kendala hukum di Nepal. Hukum Nepal misalnya mewajibkan lembaga pemerintah untuk terlibat ketika berurusan dengan mereka.

Terlebih lagi banyak pendaki yang tewas di gunung tertinggi di dunia ini lebih suka  terkubur di gunung ini jika mereka mati.


Views
Share:

GUA GARAM TERPANJANG DI DUNIA TELAH DITEMUKAN DIBAWAH GUNUNG SODOM, ISRAEL

  • Labirin stalaktit dibawah Gunung Sodom dikenal sebagai Gua Malham dan berakhir di Laut Mati yang jaraknya berdekatan.
  • Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sinar laset sepanjang 10 kilometer menjadikan Gua Garam Malham sebagai Gua Garam Terpanjang di Dunia.

GUA GARAM TERPANJANG DI DUNIA TELAH DITEMUKAN DIBAWAH GUNUNG SODOM, ISRAEL

Penjelajah gua menunjukkan Gua Malham di dalam Gunung Sodom yang terletak di bagian selatan Laut Mati, Israel. Tempat ini diyakini sebagai gua garam terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 10 kilometer. 

MahessaBlog | Gua garam terpanjang di dunia telah ditemukan dibawah Gunung Sodom, Israel, kata para peneliti.Dengan panjang sekitar 10 kilometer, yang dikenal sebagai Gua Garam Malham labirain stalaktit  yang dikenal sebagai Gua Garam Malham berujung di laut mati yang ada didekatnya.


Garam membentuk batang bengkok yang turun dari langit-langit dan kristal garam berkilau di sepanjang dinding gua. Sementara beberapa stalaktit memiliki tetesan air yang terlihat di bagian bawag formasi yang rapuh.

Survei untuk menentukan panjang gua di lakukan oleh Universitas Ibrani Yerusalem dan juga sekumpulan ahli dari Israel, Bulgaria dan negara-negara lainnya. Boaz Langford, seorang peneliti dari Caves Research Center Universitas, dan Antoniya Vlaykova , seorang penjelajah gua dari Bulgaria dan Federasi Speleologi Eropa, memimpin ekspedisi ini seperti yang kami lansir dari laman dailymail.com.

GUA GARAM TERPANJANG DI DUNIA TELAH DITEMUKAN DIBAWAH GUNUNG SODOM, ISRAEL
Efraim Cohen dari Klub Penjelajahan Gua Israel dan tim ekspedisi pemetaan Gua Malham, memamerkan stalaktit gua garam di dalam Gunung Sodom, yang terletak di bagian selatan Laut Mati, Israel. 

"Keunikan dari Gua garam Malham dibandingkan dengan gua garam lainnya yang ada di dunia adalah bahwa gua ini merupakan gua garam terpanjang di dunia," kata Langford saat beristirahat di sebuah kamar gua yang dijuluki "Wedding Hall" karena stalaktit garamnya. Langford dan Vlaykova mengatakan bahwa mereka berencana untuk menerbitkan peta secara lengkap dari Gua Garam Malham dalam beberapa bulan kedepan.


Malham dikenal oleh para peneliti melalui karya Amos Frumkin, pendiri dan direktur Pusat Penelitian Gua Universitas Ibrani yang pada tahun 1980 memetakan sekitar 5 kilometer dari gua ini.

Namun judul Gua Garam Terpanjang di Dunia ditemukan pada tahun 2006 ketika para penjelajah memetakan lebih dari enam kilometer dari Gua N3 di Pulau Qeshm, Iran Selatan. Namun dua tahun lalu, spelunker Israel memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan meminta penjelahaj gua Bulgaria untuk membantunya dalam usahanya memetakan keseluruhan dari Gua Garam Malham.

Kemudian, Negev, pendiri Israel Cave Explorers Club, bergabung dengan Langford untuk mengatur proses pemetaan dengan delapan spelunker Eropa dan 20 penduduk lokal lainnya.Mereka menghabiskan waktu sepuluh hari untuk memetakan gua garam terpanjang di dunia ini pada tahun 2018 dan sepuluh hari ekspedisi lagi tahun ini dengan 80 spelunker lokal dan internasional.

Efraim Cohem, anggota tim yang menjelajahi jaringan gua, mengatakan kepada Jerusalem Post, "Memetakan Gua Malham membutuhkan kerja keras. Kami bekerja 10 jam sehari dibawah tanah, merangkak melalui saluran garam es, dan menghindari stalaktit garam dan kristal garam dalam gua. Di sana rasanya kita berada di planet lain".

Proses yang sulit diselesaikan dengan mengukur dan memetakan gua dan pengukuran yang cermat dilakukan dengan laser unteuk menentukan panjangnya hingga mencapai 10 kilometer.

Gunung Sodom adalah gunung terbesar di Israel dan secara efektif merupakan blok garam besar yang ditutupi dengan lapisan pelindung batu kapur yang tipis namun kuat yang terletak di atas gundukan tanah.


Hujan gurun yang langka, daerah yang hanya mendapat curah hujan 50mm setahun, menemukan jalan melalui celah-celah di batu penutup dan melarutkan garam yang ada di bawahnya yang kemudian mengalir ke laut mati dengan menyediakan pasokan garam yang konstan yang dapat meningkatkan ukuran sistem gua dan stalaktit yang bahkan dalam periode waktu yang singkat sejak pemetaan awal tahun 1980, struktur gua telah berubah banyak dan perubahan ini akan masih terus berlanjut.

Sebagian besar bagian dalam gua ditutupi oleh debu halus yang berhembus dari padang pasir. Lempengan garam dalam jumlah besar , sebagian berwarna kuningdari debu dan mineral yang menonjol dalam formasi yang dramatis.

Sebuah lempengan tipis yang tampaknya telah dirilis yang dijuluki "The Guillotine" sementara lempengan kembar di aula yang berbeda mendapatkan gelar "Sepuluh Perintah".

GUA GARAM TERPANJANG DI DUNIA TELAH DITEMUKAN DIBAWAH GUNUNG SODOM, ISRAEL
Gua Malham, Gua Garam Terpanjang Di Dunia yang disebut-sebut paling menakjubkan dan paling lengkap di Israel. 


Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Gua Garam Terpanjang di Dunia ini harus memanjat dan merangkak melewati lorong-lorong sempit sebelum mencapai aula yang lebih besar dimana ratusan stalaktit putih dengan berbagai bentuk menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Views
Share:

GUA KAPUR UNGKAP SEJARAH TSUNAMI ACEH SEJAK 7.500 TAHUN YANG LALU

Sebuah gua kapur yang ditemukan didekat sumber tsunami Aceh di Samudera Hindia pada tahun 2004 yang mematikan telah mengungkapkan jejak gelombang raksasa yang berasal dari 7.500 tahun yang lalu.

GUA KAPUR UNGKAP TSUNAMI ACEH SEJAK 7.500 TAHUN YANG LALU

MahessaBlog | Serangkaian pulau yang membentuk negara Indonesia terletak di apa yang disebut "cincin api", sebuah garis patahan dan gunung berapi yang mengelilingi Cekungan Pasifik. Sebelum 26 Desember 2004, patahan yang memicu gempa bumi dahsyat 9,1 magnitudo yang seakan telah diam selama gempa bumi dahsyat terakhir kalinya terjadi pada 2.800 tahun yang lalu.

Baca Juga : 10 Tsunami Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Tidak ada sejarah lisan yang membuat orang sadar akan efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh gempa semacam itu terhadap pasang surut dan tidak ada sistem peringatan untuk mendeteksi aktivitas tsunami Aceh di Samudera Hindia atau memperingatkan orang-orang yang tinggal di dekatnya. Akibatnya, meskipun ada jeda beberapa jam antara gempa bumi dan ketika tsunami menghantam pantai, hampir semua korban benar-benar tidak menyadarinya.

Sejak peristiwa mematikan pada tanggal 26 Desember 2004, namyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari tentang masa lalu wilayah tersebut dan mempersiapkan diri lebih baik untuk masa-masa yang akan datang, termasuk pemeriksaan endapan pasir, terumbu karang yang terangkat, dan juga data GPS. 

Hingga pada akhirnya para peneliti menemukan gua kapur yang berjarak sekitar 200 meter dari pantai dekat Banda Aceh. Berada pada ketinggian sekitar 3 kaki di atas air pasang setinggi lutut orang dewasa, gua ini terlindungi dari badai dan angin dan hanya gelombang besar yang dapat membanjiri seluruh wilayah pantai yang mampu menyembur masuk ke dalam gua.

Baca Juga : Selain Tsunami Aceh, Inilah 7 Tsunami Besar Lainnya di Indonesia

Pada tahun 2011, Para peneliti menemukan endapan pasir dasar laut di dalam gua berlapis-lapis tersapu kesana sejak ribuan tahun yang lalu diantara kotoran kelelawar. Melalui analisis radiokarbon dari bahan-bahan tersebut yang meliputi clamshell dan sisa-sisa organisme mikroskopis, para peneliti telah menemukan bukti bahwa telah terjadi 11 tsunami besar di wilayah ini sebelum Tsunami Aceh 2004 melanda. 

Menurut peneliti utama Charles Rubin dari Earth Observatory of Singapore, bencana gempa bumi dan tsunami Aceh tidak merata sepenuhnya. Menurut penelitian Tsunami Aceh terakhir terjadi pada sekitar 2.800 tahun yang lalu dan ada empat tsunami besar lainnya yang terjadi dalam kurun waktu 500 tahun sebelum itu. Bukti tambahan dari peristiwa lain mungkin telah terkikis oleh alam, kata Ruben. Catatan sejarah menunjukkan bahwa ada gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut sekitar tahun 1393 dan tahun 1450 M yang bisa memicu tsunami besar juga.

Baca Juga : Misteri Mematikan Pada Tsunami 1946

Rubin dan rekan-rekanya masih bekerja untuk menentukan ukuran gelombang yang berdampak pada gua. Dan dia mengatakan catatan yang mereka temukan sejauh ini tidak memberikan petunjuk yang jelas kapan tsunami berikutnya akan terjadi lagi. Dia memperingatkan bahwa mungkin tidak ada ada jarak 500 tahun antara gempa dan tsunami Aceh 2004 dan peristiwa serupa berikutnya.   



sumber: history.com

Views
Share:

ATRONOM TEMUKAN BUKTI LUBANG BESAR DI GALAKSI

MahessaUpdate | Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan pada sumber daya pracetak arXiv, Para astronom dari National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ) telah menggambarkan bukti yang menunjuk pada salah satu dari binatang buas mistis (Lubang Hitam) yang melayang sekitar 20 tahun cahaya dari pusat Galaksi Bima Sakti seperti yang kami lansir dari laman Sciencealert.com.

ATRONOM TEMUKAN BUKTI LUBANG BESAR DI GALAKSI
Lubang Hitam (OzGrav ARC Center of Excellent / YouTube)


Dengan menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter / Submillimeter Array (ALMA), Para astronom menemukan aliran gas molekuler yang mengorbit yang tampaknya merupakan objek besar yang tak terlihat,

"Ketika saya memeriksa data ALMA untuk pertama kalinya", kata ahli astrofisika Shunya Takekawa dari NAOJ. "Saya benar-benar bersemangat karena gas yang diamati menunjukkan gerakan orbital yang jelas seperti objek besar yang tak terlihat sedang mengintai".

Awan berkecepatan tinggi serupa telah diamati sebagai hasilo dari tabrakan antara awan supernova tetapi objek yang disebut dengan HCN-0,009-0,044 tidak menunjukkan bentuk maupun pola ekspansi yang terkait dengan tabrakan jenis ini.

Selain itu, pada penelitian sebelumnya, juga dari NAOJ dan penulis bersama oleh tim yang melakukan penelitian baru ini telah mengindetifikasi HCN-0,009-0,44 sebagai Black Hole atau Lubang Hitam.


Tetapi sekarang mereka telah melakukan sesuatu yang baru, berdasarkan bentuk dan aliran gas, tim dapat menyimpulkan bahwa objek memiliki massa setara sekitar 32.000 matahari. Hal ini membuatnya menjadi pesaing yang sangat kuat untuk lubang hitam yang hilang, mengemas semua massa itu menjadi benda yang kira-kira seukuran planet Jupiter.

Selain berpotensi menemukan Lubang Hitam menengah, Penelitian ini menunjuk pada apa yang bisa menjadi metode baru untuk menemukan Lubang Hitam tidak aktif.

Seperti halnya gerakan gas, ionisasi gas di bagian dalam orbit menunjukkan bahwa pada titik tertentu, baik photoionisation, shock disosiatif atau keduanya menjadi proses ionisasi terlihat dalam Lubang Hitam aktif.

Jadi, Jika lubang hitam sesekali aktif, ia dapat menghasilkan ionisasi yang dapat dideteksi setelah ia kembali tenang.


Lubang hitam cukup sulit untuk ditemukan kecuali mereka aktif atau saling bertabrakan karena mereka tidak memancarkan radiasi elektromagnetik. Hal ini disebabkan karena elektromagnetik tidak dapat mencapai kecepatan lepas dari luar horizon peristiewa, dengan demikian lubang hitam tidak terlihat oleh metode deteksi kami ketika mereka tidak melakukan sesuatu yang nyata.

Namun kita tahu ada lubang hitam massa bintang, terbentuk dari keruntuhan inti biontang masif, hingga sekitar 100 kali massa Matahari. dan lubang hitam supermasif mulai dari sekitar 100.000 kali massa Matahari.

Namun dalam dua ekstrem ini, ada tanda tanya besar. Meskipun ada bukti tidak langsung yang cukup bagus yang menunjukkan keberadaan lubang hitam antara 100 dan 100.000 massa Matahari, keberadaan mereka belum dapat dikonfirmasi.  


"Hasil kami memberikan bukti mendalam baru tentang lubang hitam menengah, Massa berkeliaran di pusat galactic, menunjukkan juga bahwa awan kompak berkecepatan tinggi dapat menjadi probe lubang hitam diam berlimpah di galaksi kita", tulis peneliti dalam makalah mereka.

"Pengamatan resolusi tinggi dari fitur gas berkecepatan tinggi kompak memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kandidat untuk lubang hitam non-bercahaya, memberikan prespektif baru untuk mencari lubang hitam yang hilang".
  
Views
Share:

DAPATKAH GEMPA BUMI MEMICU LETUSAN GUNUNG BERAPI? INI PENJELASANNYA

Mahessa Update | Gempa Bumi Tektonik adalah salah satu fenomena alam paling kuat di bumi. Maka, tidaklah mengherankan bahwa mereka kadang-kadang dicurigai mampu memicu terjadinya letusan gunung berapi.

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau meletus di malam hari. adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia

Gunung Berapi kebanyakan terletak di bagian dunia yang seismiknya mudah terbakar. Sebut saja yang dinamakan Cincin Api yang secara teknis merupakan wilayah berbentuk tapal kuda yang menelusuri tepi lempeng tektonik di sekitar cekungan pasifik. Daerah ini menampung sekitar 90 persen dari gempa bumi yang tercatat di dunia dan 75 persen dari semua gunung berapi aktif.


Dalam hotspot seismik seperti itu, letusan dan gempa bumi sering terjadi pada waktu yang bersamaan. Namun sebenarnya Anda tidak dapat secara otomatis menganggap bahwa ada hubungan antara gempa yang diberikan dengan letusan berikutnya yang terjadi.

"Gunung berapi itu mungkin telah bersiap-siap untuk meletus, atau sudah meletus dalam waktu yang lama," kata ahli vulkanologi , Janine Krippner seperti yang kami lansir dari laman National geographic.com.

Namun, pertanyaannya adalah apakah gempa bumi dapat menyebabkan letusan gunung berapi adalah topik penelitian serius yang telah diselidiki para ahli selama bertahun-tahun. Dan beberapa baris bukti dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan ini berpotensi ada dalam situasi tertentu. Jadim dimana para ilmuwan saat ini berdiri di masalah ini? Kami akan mencoba untuk membantu Anda.


Atsuko Namiki, Profesor geosains di Universitas Hiroshima telah menyoroti beberapa studi geofisika dengan data yang menunjukkan adanya hubungan gempa bumi dapat memicu terjadinya letusan gunung berapi. Sebuah makalah tahun 1993 misalnya, yang menghubungkan gempa berkekuatan 7,3 magnitudo di California dengan genuruh gunung berapi dan panas bumi setelahnya. Dan sebuah studi pada tahun 2012 lalu memperhitungkan bahwa gempa berkekuatan 8,7 magnitudo di Jepang pada tahun 1707 memaksa magma yang lebih dalam ke dalam ruang dangkal dan memicu terjadinya ledakan besar di Gunung Fuji 49 hari kemudian.

Bahkan survei geologi AS mengatakan bahwa kadang-kadang "Ya" gempa bumi dapat memicu letusan gunung berapi. Badan tersebut menyarankan bahwa beberapa contoh sejarah menyiratkan bahwa gempa bumi yang parah mengguncang atau kemampuannya mengubah tekanan lokal di sekitar sumber magmatik didekatnya dapat memicu keresahan gunung berapi. Mereka mengutip gempa berkekuatan 7,2 magnitudo di gunung berapi Kilauea di Hawaii pada tanggal 29 November 1975 yang dengan cepat diikuti oleh letusan gunung berapi.


Tapi ada masalah, Pertama, sebagaimana ditekankan oleh USGS , mekanisme pemicunya untuk peristiwa semacam itu tidak dipahami dengan baik, dan makalah yang menghubungkan gempa dengan letusan gunung berapi kemudian benar-benar hanya dapat berspekulasi.

Kedua, mungkin saja bahwa waktu dalam semua contoh ini hanya kebetulan. Ahli geologi harus memahami pemicu khusus dan mengesampingkan peluang sebelum hubungan dapat dibuat secara definitif. Dan kompleksitas geologis Bumi membuat keduanya sangat sulit.

Analisis statistik sedang mencoba untuk mengatasi masalah peluang secara langsung. sedang mencoba untuk mengatasi masalah peluang secara langsung. Sebuah makalah Nature 1998 menyelidiki apakah gempa bumi berkekuatan 8.0 magnitudo atau lebih dapat memicu ledakan vulkanisme hingga 500 mil jauhnya dari pusat gempa dalam waktu 5 hari. Dengan menggunakan data dari abad ke-16 hingga saat ini, penulisnya menemukan bahwa jenis letusan ini terjadi empat kali lebih sering daripada yang bisa dijelaskan oleh kebetulan.


Demikian pula dengan sebuah makalah 2009 yang menggunakan data sejarah untuk menunjukkan bahwa gempa berkekuatan 8.0 magnitudo di Chili terkait dengan tingkat erupsi yang meningkat secara signitifkan di gunung berapi tertentu sejauh 310 mil. Masalahnya adalah data sejarah semacam itu tidak terlalu bagus.

Views
Share:

ASTRONOM TEMUKAN EXOPLANET LANGKA YANG MUNGKIN MENGANDUNG AIR


ASTRONOM TEMUKAN EXOPLANET LANGKA YANG MUNGKIN MENGANDUNG AIR
Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA/Francis Reddy

Mahessa Update | Para astronom mengatakan mereka telah menemukan sebuah planet yang berukuran 2x ukuran bumi dan dalam zone yang memungkinkan air ada dipermukaannya.

Temuan yang dilakukan oleh para astronot ini berasal dari data dari teleskop ruang angkasa NASA Kepler yang kehabisan bahan bakar pada bulan Oktober lalu. 

Planet yang ditemukan ini bernama K2-288Bb berada dalam zona layak huni bintangnya dan itulah sebabnya air cair adalah suatu kemungkinan. 

Para astronom menggambarkan ukuranya sebagai tidak biasa untuk sebuah planet ekstrasurya, istilah untuk planet yang mengorbit bintang di luar tata surya kita.
Beberapa planet yang mengorbit dekat bintang-bintang mereka lebih dari 1,5 lebih besar dari Bumi, Namun K2-288Bb diperkirakan berukuran 1,9 kali ukuran planet kita.

Ini adalah penemuan yang sangat menarik karena bagaimana itu ditemukan , orbitnya yang sedang dan karena planet-planet dengan ukuran ini tampaknya relatif tidak umum," Adina Feinstein, seorang mahasiswa pascasarjana University of Chicago dan penulis makalah pertama tentang penemuan itu, mengatakannya dalam rilis berita NASA.

Menurut NASA, Planet ini setengah dari ukuran Neptunus dan bisa kaya gas, meskipun ada kemungkinan berbatu, K2-288Bb, dikonstelasi Taurus berjarak sekitar 226 tahun cahaya.

Planet baru ini mengorbit yang lebih kecil dari dua bintang keren dalam sistem bintang yang disebut K2-288. Peredupan bintang-bintang yang berjarak sekitar 5,1 miliar mil, sepertiga lebih besar dari Matahari, sedangkan yang lebih terang adalah setengah dari ukuran Matahari, kata NASA.
Kepler yang telah diluncurkan sejak 9 tahun yang lalu itu ke luar angkasa telah menemukan lebih dari 2.600 planet dan sekitar 50 diantaranya mungkin memiliki ukuran dan suhu yang sama dengan Bumi.

Data dari Kepler telah membantu para ilmuwan menentukan apakah sebuah planet memiliki permukaan yang padat seperti Bumi atau yang berbentuk gas seperti Jupiter. Mempersempit pilihan dengan cara itu meningkatkan kemungkinan menemukan planet mirip Bumi yang mungkin memiliki kehidupan.

Karena Kepler tidak lagi berburu planet, NASA berharap teleskop ruang angkasa baru dapat membantu dalam pencarian. Satelit Survei Transit Exoplanet telah memulai misi ini sejak dua tahun yang lalu pada bulan April. 
Para peneliti juga mengatakan akan terus meneliti sekitar 200.000 bintang di dekatnya untuk mencari planet berbatu seukuran Bumi.

"Kami belajar dari Kepler bahwa ada lebih banyak planet daripada bintang di langit kita, dan sekarang TESS akan membuka mata kita terhadap berbagai planet di sekitar beberapa bintang terdekat, TESS akan menciptakan jaringan yang lebih luas dari sebelumnya untuk dunia yang penuh teka-teki ini ", Paul Hertz, direktur divisi antrofisika NASA mengatakannya seperti yang kami lansir dari laman sciencealert.com.

     
Views
Share:

AKANKAH ANAK GUNUNG KRAKATAU KEMBALI MENGGUNCANG DUNIA LAGI?

Mahessa Update | Lava orange terang memancar ke udara. asap gelap bercampur dengan awan dan malam yang suram membawa cahaya merah yang tidak menyenangkan. 

ERUPSI ANAK GUNUNG KRAKATAU
Erupsi Anak Gunung Krakatau

Menjulang setinggi 1.200 kaki diatas perairan yang tenang di Selat Sunda, Indonesia Salah satu gunung berapi paling menakutkan di dunia yang dikenal dengan Letusan Gunung Krakatau mulai menggeliat kembali.

Hampir selama 126 tahun sejak terjadinya letusan maha dahsyat Gunung Krakatau terjadi pada tahunh 1883, Kejadian terjadinya Tsunami Selat Sunda menunjukkan bahwa sisa-sisa gunung berapi yang dulunya sangat besar ini mulai menggelegak, mendidih dan siap untuk meletus kembali.


Krakatau adalah gunung berapi aktif yang berada di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, Indonesia. Nama Krakatau pernah disematkan sebagai salah satu gunung api paling dahyat letusaanya. Hal ini terjadi pada 26-27 Agustus 1883 ketika Gunung Krakatau meletus yang menyebabkan awan panas, gempa bumi dan tsunami setinggi 30 meter. Suara letusannya sendiri hingga terdengar sampai ke Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues, Afrika yang berjarak sekitar 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakan di Hirosima dan Nagasaki, Jepang di akhir Perang Dunia II lalu.

Perkembangan Gunung Krakatau

Para ahli memperkirakan bahwa pada zaman purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang meletus sangat dahsyat yang menciptakan kaldera (kawah besar) yang disebut dengan Gunung Krakatau. Gunung Krakatau Purba merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883.

Letusan Gunung Krakatau Purba ini diambil dari sebuah catatan teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 masehi yang isinya menyatakan bahwa:

"Ada suara guntur yang menggelegar yang berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, peir dan kilat saling menyambar. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara yang mengakir ke timur menunju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkanya, Pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatera".

Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan dalam Pustaka Raja Parwa merupakan letusan gunung yang berasal dari Gunung Krakatau Purba yang dalam teks tersebut disebut sebagai Gunung Batuwara. Menurut Buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Gunung Krakatau Purba ini mencapai 2.000 mdpl dengan lingkarana pantainya mencapai 11 kilometer.

GUNUNG KRAKATAU PURBA
Gunung Krakatau Purba

Akibat letusannya yang maha dahsyat, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur dengan menyisakan kaldera (kawah besar) di selat sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Dalam catatan lain juga disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. 


Letusan Gunung Krakatau Purba disinyalir terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit Sampak Bobonic terjadi karena temperatur bumi yang mendingin. Penyakit ini juga menyebabkan berkurangnya penduduk di bumi dengan jumlah yang cukup besar.

Selain itu Letusan Gunung Krakatau Purba juga turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia Purba, Transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. 

Ledakan Krakatau Purba ini diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan gunung ini juga telah membentuk perisai atsmofer setebal 20-50 meter, menurunkan temperatur bumi hingga 5-10 derajad selama 20 tahun.

Munculnya Gunung Krakatau


GUNUNG KRAKATAU
Gunung Krakatau

Pulau Rakata yang merupakan salah satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian diikuti dengan munculnya dua gunung api dari tengah kawah yang bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian selanjutnya bersatu dengan Gunung Rakata yang telah muncul terlebih dahulu. Perpaduan tiga gunung di selata sunda ini kemudian diberi nama Gunung Krakatau.


Sebelum meletus pada tahun 1883, Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 dengan menghasilkan lava andesitik asam. Kemudian pada tahu 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu tidak ada lagi aktivitas Gunung Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau dan inilah tanda-tanda awal akan terjadinya letusan maha dahsyat di selata sunda. Ledakan-ledakan kecil ini disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Erupsi Gunung Krakatau 1883

LETUSAN GUNUNG KRAKATAU
ilustrasi letusan Gunung Krakatau 1883

Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, terjadi letusan maha dahsyat dari Gunung Krakatau di Selat Sunda. Menurut Simon Winchester, Ahli geologi lulusan Universitas Oxford, Inggris yang juga seorang penulis di National Geographic mengatakan bahwa ledakan tersebut adalah ledakan paling besar dengan suara ledakan paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengan hingga mencapai 4.600 kilometer dari pusat letusan yang bahkan hingga terdengar oleh 1/8 penduduk bumi.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, Ledakan Gunung Krakatau bersama dengan Ledakan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Timur (Indonesia) pada tahun 1815 mencatatkan nilai Volcanic Explositivy Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guinnes Book of Record mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda, Indonesia telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan abu vulkaniknya dapat mencapai 80 kilometer. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara jatuh ke daratan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera hingga ke negara Sri Langka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru. 

Pada letusan Gunung Krakatau tahun 1883 ini juga menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan dan sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang membuat cekungan besar berdiameter 7 kilometer dengan kedalaman 250 meter. Sementara Gelombang Tsunami naik hingga setinggi 40 meter dengan menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai bagian barat Pulau Jawa dan Bagian Selatan Pulau Sumatera. Tsunami yang muncul ini bukan saja diakibatkan oleh letusan Gunung Krakatau tetapi juga diakibatkan oleh longsornya dasar laut akibat letusan Gunung Krakatau.


Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 jiwa yang berasal dari 295 kampung kawasan pesisir pantai Merak kota Cilegon hingga pesisir Cimalaya di Karawang, Jawa Barat.Pantai barat Banten hingga Tanjung Layar, Pulau Panaitan, Ujung Kulon. Air tsunami masuk ke daratan hingga sejauh 15 kilometer. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, Penduduk Jakarta dan Lampung Pedalaman tak lagi melihat matahari. Gelombang tsunami yang ditimbulkan bahkan hingga merambat ke Pantai Hawaii, Pantai Barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jaraknya hingga 7.000 kilometer.

Munculnya Anak Krakatau

Anak Gunung Krakatau

Setelah terjadinya letusan besar Gunung Krakatau pada tahun 1883 atau setelah 40 tahun terjadinya letusan Gunung Krakatau, Pada tahun 1927 muncullah gunung api baru yang dikenal dengan nama Gunung Anak Krakatau yang kecepatan tingginya sekitar 0,5 meter per bulan. Setiap tahun gunung ini menjadi lebih tinggi sekitar 6 meter dengan lebar 12 meter. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 centimeter per tahun dan jika dihitung selama 25 tahun penambahan tinggi Gunung Anak Krakatau mencapai 190 meter.

Penyebab makin tingginya gunung ini disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru ini. Saat ini ketinggian Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar 230 mdpl. Sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 mdpl.

Menurut Simon Winchester , sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi lagi. Tak ada yang tahu pasti kapan Gunung Anak Krakatau akan meletus, Beberapa ahli geologi memprediksi letusan Gunung Anak Krakatau akan terjadi antara tahun 2015 hingga 2083Namun pengaruh dari gempa di dasar laut Samudera Hindia pada 26 Desember 2004juga tidak bisa diabaikan.

Menurut Profesor Uweda Nakayama, seorang ahli geologi dari Jepang, Gunung Anak Krakatau relatif masih aman meski aktif dan sering terjadi letusan kecil. Hanya pada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati wilayah ini karena bahaya lava pijar yang dapat dimuntahkan oleh gunung berapi paling aktif di dunia ini. 

Sementara para pakar lain mengatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Gunung Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad kemudian atau sesudah tahun 2325 masehi. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya. 

ERUPSI ANAK GUNUNG KRAKATAU
Erupsi Anak Gunung Krakatau

Saat ini, bagaimanapun, Anak Gunung Krakatau mulai bergemuruh lagi. Letusannya menjadi begitu dahsyat hingga menerangi awan diatas kepala dengan mengeluarkan awan panas. 

Namun pada tanggal 22 Desember 2018, Gunung Anak Krakatau mengeluarkan erupsi. Hal ini menyebabkan terjadinya longsor bawah laut dan pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Badan geologi mendeteksi pada pukul 21.03 wib, Gunung Anak Krakatau erupsi kembali yang memungkinkan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu terjadinya Tsunami yang menerjang Pantai Selat Sunda dan Pantai-pantai di Lampung Selatan yang diperkirakan telah menelan korban 373 meninggal dunia, 1.459 luka-luka dan 128 orang hilang. 


Beberapa ahli geologi ragu dengan adanya letusan besar lainnya yang akan segera terjadi. 'Magma tidak cukuop katanya". Daripada membuat prediksi seperti ini, itu adalah tanggung jawab para ilmuwan untuk melakukan apa yang bisa untuk meminimalkan resiko bagi mereka yang tinggal di dekatnya.



sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau
bnpb.go.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Pararaton
https://www.dailymail.co.uk
              

Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook