Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

Showing posts with label Arkeology. Show all posts
Showing posts with label Arkeology. Show all posts

KUIL PAGAN BERUSIA 1.200 TAHUN DITEMUKAN DI NORWEGIA

Kuil Pagan dibangun dengan kuat dari balok dan dinding kayu, yang mampu bertahan hingga ratusan tahun. 

KUIL PAGAN BERUSIA 1.200 TAHUN DITEMUKAN DI NORWEGIA
Kuil Pagan diperlihatkan dalam gambar digital (sumber: Museum Universitas Bergen)
 
MahessaBlog | Sisa-sisa Kuil Pagan berusia 1.200 tahun untuk dewa Norse Lama seperti Thor dan Odin telah ditemukan di Norwegia. Peninggalan langka bangsa Viking ini dibangun beberapa abad sebelum agama Kristen berkembang di wilayah ini seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.
 
Para arkeolog mengatakan bahwa bangunan kayu besar sepanjang 14 meter dan lebar 8 meter serta tinggi 12 meter yang ditemukan ini diperkirakan berasal dari akhir abad kedelapan digunakan sebagai tempat penyembahan dan pengorbanan kepada dewa selama titik balik matahari tengah musim panas dan pertengahan musim dingin.
 
 
Seperti diketahui bahwa budaya Norse Kuno sangat terkenal dan ditakuti dalam beberapa abad setelah sekelompok pelaut dan prajurit Norse yang dikenal sebagai Viking mulai berdagang, menyerang dan menjajah seluruh Eropa hingga masuk ke Islandia, Greenland dan Kanada.
 
Menurut para arkeolog Soren Diinhoff dari University Museum of Bergen, Kuil Pagan adalah yang pertama ditemukan di negara ini. Sebelumnya kami juga telah menemukan kuil ini di Denmark.
 
Bangsa Norse mulai membangun "rumah dewa" pada abad keenam. Rumah dewa jauh lebih kompleks daripada situs sederhana, seringkali di luar ruangan yang dulunya digunakan orang untuk menyembah dewa Norse tua.
 
"Itu adalah ekspresi  keyakinan yang lebih kuat daripada semua tempat pemujaan kecil", katanya. "Ini mungkin ada hubungannya dengan kelas masyarakat tertentu, yang membangun ini sebagai pertunjukkan ideologis yang nyata".
 
 
Penemuan Kuil Pagan
 
Para arkeolog menemukan Kuil Pagan ini di desa Ose, sebuah desa tepi laut di dekat kota Orsta, Norwegia Barat saat sedang mempersiapkan pembangunan untuk perumahan baru. Saat melakukan penggalian para arkeolog menemukan jejak oemukiman pertanian awal yang berasal dari antara 2.000 tahun - 2.500 tahun yang lalu termasuk sisa-sisa dua rumah panjang yang merupakan pusat pertanian kecil untuk sebuah keluarga dan hewan.
 
Sisa-sisa Kuil Pagan di Ose bagaimanapun berasal dari masa kemudian ketika daerah tersebut mulai di dominasi oleh kelompok elit keluarga kaya. Perbedaan mulai muncul ketika masyarakat Skandinavia mulai berinteraksi dengan wilayah sekitar pada Kekaisaran Romawi dan suku-suku Jermanik di Eropa utara. 
 
Penyembahan agama Norse menjadi lebih ideologis dan terorganilisir dan Kuil Pagan yang berpola pada basilika Kristen yang telah dilihat oleh para pelancong di tanah selatan. Akibatnya Kuil Pagan didesain menggunakan menara tinggi yang khas di atas atap bernada yang merupakan salinan dari menara gereja-gereja Kristen permulaan.

Meskipun bangunan kayunya kini banyak yang hilang namun lubang tiang yang masih tersisa masih menunjukkan bentuknya seperti tiang tengah menara berbentuk bundar. kontruksi yang sangat khas yang hanya pernah digunakan di rumah dewa," kata Diinhoff.

Dalam lokasi di Kuil Pagan, Para arkeolog juga menemukan lubang memasak tempat makanan untuk pesta keagamaan disiapkan serta banyak sisa tulang-tulang hewan kurban ditempat ini. Sebuah batu lingga putih besar berbentuk organ laki-laki juga ditemukan di dekatnya untuk upacara keagamaan dan festival penting keagamaan lainnya seperti titik balik matahari tengah musim panas dan pertengahan musim dingin.

Daging, minuman dan kadang logam mulia seperti emas diprsembahkan kepada patung-patung kayu di dalam kuil yang mewakili dewa-dewa Norse Lama, Khususnya dewa perang Odin, dewa badai Thor dan dewa kesuburan Freyr yang biasanya disembah di Norse Kuno untuk hari Rabu, Kamis dan Jumat.
 
Karena para dapat hanya dapat mengambil bagian dari makanan festival dalam roh, fisik makanan dan minuman akan dinikmati oleh para penyembah mereka untuk dapat menjadikan suasana hati yang tenang, banyak makan dan minum, ujar Diinhoff.
 
Agama Norse Lama ditindas sejak abad ke-11 ketika raja-raja di Norwegia secara paksa memberlakukan agama Kristen dengan merobohkan atau membakar kuil-kuil seperti Kuil Pagan di Ose untuk selanjutnya melaksanakan ibadah di gereja-gereja Kristen Baru.
 
 
Editor : Rey Mahessa
Sumber : LiveScience.com

Views
Share:

PENYELAM TEMUKAN BANGKAI KAPAL SELAM USS GRENADIER DI SELAT MALAKA

Tidak ada nyawa yang hilang dalam tenggelamnya kapal selam USS Grenadier, Namun para awaknya dijadikan tawanan perang dan mengalami penyiksaan brutal oleh militer Jepang.
 
PENYELAM TEMUKAN BANGKAI KAPAL SELAM USS GRENADIER DI SELAT MALAKA
 Kapal Selam USS Grenadier
 
MahessaBlog | Para penyelam di Asia Tenggara berhasil menemukan bangkai kapal yang dianggap sebagai bangkai kapal Angkatan Laut AS yang tenggelam pada tahun 1943 setelah diserang oleh pesawat-pesawat Jepang.

Bangkai kapal selam yang bernama USS Grenadier ini ditemukan dalam sebuah pencarian di ujung Selat Malaka, antara Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera, Indonesia.

Menurut anggota tim penyelaman, Lance Horowitz, seorang Australia yang berbasis di Pulau Phuket, Thailand Selatan, Para penyelam merefensikan catatan militer dari tiga kapal selam yang tenggelam di daerah itu selama terjadinya Perang Dunia II dengan kemungkinan lokasi bangkai kapal yang dilaporkan oleh nelayan yang tersangkut jaring pada rintangan yang tenggelam.

Dengan menggunakan perahu, Tim menjelajahi area sekitar dengan peralatan sonar dan menemukan bangkai kapal pada Oktober tahun lalu pada kedalaman 85 meter. Setelah melakukan lima kali penyelaman, Horowitz dan timnya menetapkan bahwa bangkai kapal yang ditemukan sebagai kapal selam militer USS Grenadier dengan semua palka terbuka tergeletak di dasar laut.
 
Sejarah USS Grenadier
 
USS Grenadier adalah kapal selam Perang Dunia II milik Angkatan Laut AS yang tergabung dengan armada kapal selam Amerika di Samudra Pasifik setelah serangan Jepang di Pearl Harbor pada bulan Desember 1941.
 
Menurut Komando Sejarah dan Warisan Angkatan Laut AS, Kapal selam ini diharapkan dapat membantu mempertahankan Pulau Midway pada Juni 1942, salah satu pertempuran laut yang menentukan di Pasifik selama terjadinya Perang Dunia II dan kemudian berpatroli di pantai-pantai Asia Tenggara.
 
Pada 20 April 1943, Kapal selam USS Grenadier mencegat dua kapal kargo Jepang di dekat Phuket, Thailand dan berniat untuk menenggelamkannya. Tetapi kapal selam itu dapat ditemukan oleh pesawat-pesawat Jepang dan kemudian menenggelamkannya pada kedalaman 36 meter dengan menggunakan torpedo anti kapal selam. 
 
Menurut Kapten kapal selam USS Grenadier, Letnan Cmdr. John Fitzgerald, Kapal selam yang telah tertembak berusaha untuk dibawa kepantai terdekat sehingga awak kapal dapat melarikan diri ke daratan tetapi segera dapat ditemukan oleh kapal-kapal dan pesawat Jepang.
 
Setelah terjadinya pertempuran sengit dengan menggunakan senjata sub dipermukaan, Fitzgerald memerintahkan agar kapal selam USS Grenadier ditenggelamkan dengan membuka semua palka dan ventilasi agar kapal selam cepat tenggelam ke dasar laut dan hilang sampai tim penyelam menemukannya kembali tahun lalu.
 
Tahanan Perang
 
Namun dengan tenggelamnya kapal selam USS Grenadier ini bukanlah akhir cerita dari para kru kapal. Kapal-kapal Jepang kemudian menjemput 76 awak dan membawa mereka ke sekolah Katolik yang dikomandoi di dekata Penang, Malaysia untuk segera diinterogasi, dipukuli dan dibiarkan kelaparan.
 
Dalam buku "The Silent Service in World War II" (Casemate Publisher, 2012) salah satu pelaut Grenadier menuduh penculik Jepang menyiksa para kru dengan mematahkan jari mereka dan menusuknya dengan bayonet untuk membuat mereka dapat bicara.
 
Empat kru kapal selam USS Grenadier tewas dalam kamp tahanan dan sisanya tetap bertahan sampai berakhirnya perang di kamp-kamp penjara Jepang. Orang terakhir yang selamat dari kapal selam USS Grenadier meninggal pada tahun lalu, kata Horowitz. 
 
Bangkai Kapal Selam USS Grenadier kini menjadi surga bagi kehidupan bawah laut ditutupi dengan kerang dan ikan raksasa.
 
Pada akhirnya tim berharap untuk melakukan penyelaman lebih lanjut di bangkai kapal untuk kemudian mencari dua kapal selam Perang Dunia II lainnya yang tenggelam di wilayah ini yaitu kapal selam Inggris, HMS Stonehenge yang tenggelam pada tahun 1944 dan HMS Porpoise yang tenggelam pada tahun 1945 setelah di bom oleh pesawat Jepang.
 
"Kami akan menggunakan teknik serupa yang kami gunakan untuk menemukan kedua kapal selam tersebut. Dan semoga kita akan cukup beruntung, harap Horowitz lebih lanjut.
 
 
Editor : Rey Mahessa
Sumber: Live Science.com
 

Views
Share:

LINGKARAN KAYU MIRIP STONEHENGE DITEMUKAN DI PORTUGAL

LINGKARAN KAYU MIRIP STONEHENGE DITEMUKAN DI PORTUGAL
Lingkaran Kayu berusia 4.500 Tahun di Situs Komplek Perdigoes, Portugal.
Tangkapan layar Era Arquelogiab SA. Company


MahessaBlog | Sisa-sisa beberapa lingkaran kayu yang dibangun lebih dari 4.500 tahun yang lalu telah ditemukan di situs arkeologi kompleks Perdigoes, Portugal. Lingkaran kayu yang disebut sebagai "woodhenge" ini mirip dengan monumen Neolitikum Stonehenge yang sangat terkenal di dunia. Namun para arkeolog tidak ingin menyebutnya demikian karena para arkeolog nama "Lingkaran Kayu" karena desainnya mirip dengan tiang kayu yang mengelilingi suatu daerah.


"Kami menafsirkannya sebagai tempat seremonial dan lebih suka menyebutnya sebagai lingkaran kayu," kata Antonio Valera, seorang arkeolog dari perusahaan Era Arquelogia, seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Sejauh ini baru sepertiga lingkaran kayu yang digali, dan hanya tersisa lubang tiang dan parit dari lingkaran tersebut. Valera dan timnya juga menemukan celah yang menyerupai penunjuk waktu.
"Ada celah dilingkaran Pengatur Waktu yang tampaknya sejajar dengan titik balik matahari di musim panas - hari terpanjang dalam setahun," kata Valera lebih lanjut.

Lingkaran Kayu berusia 4.500 tahun ini kemungkinan besar dibangun antara 2.800 SM - 2.600 SM atau pada sekitar periode yang sama dengan dibangunnya Stonehenge di Inggris. Pada saat itu lingkaran kayu dapat menutupi area yang berdiameter sekitar 20 meter.

"Hingga hari ini penggalian lingkaran kayu di situs arkeologi Perdigoes terus berlangsung dan sebagian besar artefak yang telah ditemukan sejauh ini diantaranya lingkaran kayu yang terdiri dari pecahan tembikar  dan sisa-sisa hewan," kata Valera. 


LINGKARAN KAYU MIRIP STONEHENGE DITEMUKAN DI PORTUGAL
Lingkaran Kayu berusia 4.500 tahun
(tangkapan layar Era Arqueologia SA. company)

Situs arkeologi Perdigoes ini terletak di Distrik Evora, Portugal Selatan yang meliputi area 16 hektar tanah termasuk kuburan dan batu berdiri seperti yang digunakan di Stonehenge.Diperkirakan orang-orang telah menggunakan kompleks ini sekitar 3.500 SM dan 2.000 SM untuk penguburan dan kegiatan seremonial.

Para arkeolog telah menggali kompleks ini selama lebih dari 20 tahun dan hingga hari ini penelitian masih terus berlangsung..

Views
Share:

DIMANAKAH MAKAM CLEOPATRA BERADA?

DIMANAKAH MAKAM CLEOPATRA BERADA?

MahessaBlog | Dalam 15 tahun terakhir, sebuah tim yang dipimpin oleh Kathleen Martinez telah hampir berhasil menemukan makam Cleopatra disebuah situs yang bernama "Taposiris Magna" yang berada sekitar 50 kilometer barat Alexandria, Mesir. Pada situs ini tim menemukan tumpukan koin yang dicetak pada masa pemerintahan Cleopatra. Laporan serupa tentang penemuan makam cleopatra di dekat situs ini juga muncul dalam berita pada tahun 2019 seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.


Seperti diketahui bahwa makam Cleopatra telah hilang selama lebih dari 2.000 tahun. Ratu terakhir Mesir ini telah menjadi sumber inspirasi bagi para arkeolog dan masyarajkat dalam beberapa dekade terakhir ini. Kekasih Julius Cesar dan Marc Anthony melakukan aksi bunuh diri setelah kalah perang dan ditangkap oleh Kaisar Romawi Oktavianus pada 30 SM. Dia melakukankannya dengan cara mernyuntikannya dengan ular berbisa yang disebut asp dan kemudian dimakamkan bersama dengan Marc Anthony disebuah makam besar, klaim penulis kuno.

Tetapi menurut para peneliti dan ahli arkeolog bahwa kecil kemungkinannya Cleopatra dimakamkan di Taposiris Magna. Para ahli lainnya lebih percaya bahwa Cleopatra dimakamkan dibawah air di Alexandria. 


Menurut mantan menteri Arkeologi Mesir, Zahi Hawass, "Tidak ada bukti sama sekali bahwa makam Cleopatra bisa berada di situs Taposiris Magna". Karena selama lebih 10 tahun bekerjasama dengan Martinez di situs ini tidak menemukan bykiti bahwa Cleopatra dan Anthony dimakamkan disana. Saya lebih percaya bahwa Cleopatra dimakamkan disebelah istananya yang sekarang berada di bawah laut dan Hawass yakin bahwa makam Cleopatra tidak akan pernah dapat ditemukan.

Hal ini disebabkan karena selama 2 milenium terakhir erosi pantai telah menghancurkan bagian-bagian Alexandria termasuk menghancurkan istana Cleoptara yang sekarang berada di dasar laut. Jika makam itu tidak berada di dalam laut ada kemungkinan besar bahwa nakam Cleopatra telah dihancurkan pada suatu saat di zaman kuno atau makam Cleoptara kini telah terkubur dibawah bangunan-bangunan modern di Alexandria.

Hingga saat ini belum ada proyek pencari makam Cleopatra di dasar laut meskipun pada proyek-proyek sebelumnya telah melaihat Istana Cleopatra di dasar laut Alexandria.


Cleopatra adalah penguasa terakhir dari Ptolemeus Soter, salah satu Jenderal Alexander Agung. Cleopatra juga merupakan seorang diplomat, laksamana, administrator, poligiot dan ahli ilmu pengobatan. Cleopatra lahir pada 69 SM dan wafat pada 30 SM. meskipun para penulis kuno mengatakan bahwa Alexander dimakamkan di Alexandria, tetapi para arkeolog tidak pernah menemukannya.

Views
Share:

PARA ARKEOLOG TEMUKAN ISTANA KAISAR AZTEC TERBUNUH

MahessaBlog | Sisa-sisa istana Aztec dimana Kaisar Moctezuma II ditawan oleh Spanyol
Views
Share:

TEATER TERTUA DI LONDON DITEMUKAN

TEATER TERTUA DI LONDON DITEMUKAN
Strukur kayu persegi panjang, dianggap sebagai sisa-sisa panggung teater dari abad ke-16. 
(sumber gambar: Archealogy South East/UCL).


MahessaBlog | Para peneliti dari Archeology South-East dari Institute of Archeology di University of London (UCL) berhasil menemukan kayu, artefak dan dinding bata yang terkubur di Whitechapel di East End London. Inggris. Reruntuhan yang telah terkubur ini diperkirakan berasal dari Playhouse Red Lion, Teater yang pertamakalinya dibangun di dunia berbahasa Inggris yang didirikan ketika kota London tumbuh menjadi kota Renaissance yang pada waktu itu pertunjukkan adalah bentuk hiburan utama yang sangat di cintai Ratu Bess.


Sedikit yang diketahui tentang tempat bermain Red Lion adalah bahwa teater tertua di London ini dibangun sekitar tahun 1567. Alasan para peneliti menggali tempat ini  karena ada potensi untuk menemukan Teater tertua Red Lion. Begitu situs ini ditemukan, Para peneliti langsung menganalisis urutan stratigrafi, budaya material, tuntutan hukum historis, perbuatan tanah dan bukti kartografi, seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.

TEATER TERTUA DI LONDON DITEMUKAN
Penggalian reruntuhan teater tertua di London (sumber gambar: Archeology South East/UCL).

Dalam penggalian ini, Para arkeolog juga menemukan dua gudang bir dan setumpuk gelas minum, cangkir keramik, mug minum, botol dan tankard yang diduga berasal dari Red Lion Inn.  

"Kami menemukan panggung terbuka dan tempat duduk. Struktur yang terkubur ini sangat cocok dengan deskripsi Red Lion. Sementara bukti lainnya ikut mendukung bahwa temuan ini berasal dari playhouse", kata Steve White, seorang arkeolog yang memimpin penggalian ini.


Sejarah Playhouse London

Catatan menunjukkan bahwa Playhouse Red Lion  dibangun oleh John Brayne yang kemudian ikut mendirikan "teater" di distrik Shoreditch, East End London pada tahun 1576, tempat William Shakespeare muda sering melakukan pentas pada sekitar tahun 1590-an.

Shakespeare yang lahir pada tahun 1564 baru saja lahir ketika teater tertua di London ini dibangun pada tahun 1567 hingga terus berkembang pada puncaknya ketika William Shakespeare pentas ditempat ini bersama Christopher Marlowe dan Ben Johnson.

Teater Elizabethan

The Red Lion adalah teater tertua di London dari beberapa teater yang didirikan di London ketika kota ini menjadi kaya dan kuat dibawah Ratu Elizabeth."Selalu ada pertunjukkan yang dilakukan di dalam teater dan bar. Tetapi agar gedung teater terus bisa beraktivitas, perlu cukup banyak orang kaya untuk mengisinya setiap hari.

Sementara beberapa Drama Elizabethan masih dilakukan, seperti drama Marlowe dan drama awal Shakespeare, penonton kemudian mencari hal-hal yang berbeda dari teater daripada penonton modern.


Di antara atraksi ini adalah bahasa yang digunakan yang sering dalam ayat "Keindahan bahasa adalah salah satu hal yang mereka cari", Para aktor menggunakan gerakan ekspansif dan pengucapan yang sangat dramatis, kata Stern.
   
Views
Share:

STRUKTUR MAYA TERTUA DAN TERBESAR DITEMUKAN DI MEKSIKO SELATAN

STRUKTUR MAYA TERTUA DAN TERBESAR DITEMUKAN DI MEKSIKO SELATAN
Situs Aguada Fenix dilihat dari udara (sumber foto: Takeshi Inomata)

MahessaBlog | Selama ini para arkeolog berpikir bahwa peradaban maya telah berkembang secara bertahap dari 1.200 SM hingga 1.000 SM ketika orang-orang di dataran rendah diperkirakan telah berpindah dengan kombinasi berburu, mengumpulkan dan bercocok tanam tidak sampai pada periode Preklasifikasi Tengah (1.000 - 350 SM) yang menurut pemikiran para peneliti desa-desa kecil mulai bermunculan bersama dengan penciptaan keramik dan transisi ke sedentisme atau tinggal di satu tempat pada waktu yang lama.


Namun sekarang teori ini dikecam, ketika struktur maya tertua dan terbesar ditemukan ketika para ilmuwan menembakkan jutaan laser dari pesawat ketika memetakan daerah di Meksiko Selatan. Di lokasi yang disebut Aguada Felix, para peneliti menemukan sebuah dataran tinggi buatan yang berukuran sekitar 1,4 kilometer, lebar 399 kilometer dengan tinggi sekitar 10 - 15 meter seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Penanggalan radiokarbon dari 69 sampel yang diambil di Aguada Felix menunjukkan bahwa tempat ini telah digunakan antara 1.000 SM - 800 SM setelah sebagian besar ditinggalkan pada sekitar 750 SM. 

Aguada Felix bukanlah satu-satunya situs yang membalikan interprestasi tradisional. Sebuah kompleks upacara dan dataran tinggi buatan juga dibangun di Ceibal pada 950 SM yang sampai sekarang dianggap sebagai pusat upacara Maya tertua yang pernah ditemukan menunjukkan bahwa Maya awal membangun struktur besar sebelum peradaban menjadi terorginisir dibawah dinasti dengan pemerintahan terpusat.

STRUKTUR MAYA TERTUA DAN TERBESAR DITEMUKAN DI MEKSIKO SELATAN
Gambar 3D dari situs Aguada Fenix (sumber gambar: Takeshi Inomata)

Aguada Felik terletak tidak jauh di dalam hutan. Situs ini berada di peternakan sapi di Tabasco, Meksiko dekat dengan perbatasan Guatemala barat laut. Sebelumnya tidak ada yang tahu tentang keberadaan situs ini karena sangat besar. Saat Anda berjalan ditempat ini hanya terlihat seperti pemandangan alam saja.  


Setelah menemukan situs ini pada tahun 2017, Para peneliti melakukan survei LIDAR (deteksi cahaya dan rentang). Dengan LIDAR, sebuah pesawat terbang di atas area sementara peralatan di dalamnya menembakkan jutaan laser yang dapat melewati vegetasi dengan menghasilkan peta 3D yang menggambarkan bnetuk bumi dengan struktur di atasnya.

Survei LIDAR mengungkapkan dataran tinggi buatan dan sembilan jalan raya memancar darinya dengan 151 juta meter kubik volumenya. Struktur Maya terbesar selanjutnya adalah Komplek La Danta di El Mirador di Guatemala dengan volume 2.8 juta meter kubik. Hal ini berarti Dataran Tinggi Buatan di Aguada Fenix adalah struktur maya tertua dan terbesar di wilayah Maya pra-Hispanik. 

Setelah melakukan survei dengan menggunakan LIDAR, Para peneliti kemudian menggali dataran tinggi tersebut untuk mempelajari lebih lanjut tentang pembangunannya. Selama penggalian, Tim telah menemukan artefak batu giok dan batu lainnya yang kemungkinan besar telah digunakan dalam berbagai ritual di Aguada Fenix.


Aguada Fenix sebenarnya memiliki beberapa persamaan dengan San Lorenzo, sebuah dataran tinggi buatan yang bahkan lebih besar yang dibangun oleh Olmec yang tumbuh subur disana pada tahun 1.400 SM hingga 1.150 SM ditempat yang sekarang menjadi bagian Meksiko Veracruz. San Lorenzo juga memiliki patung-patung kepala dan tahta batu yang sangat besar sebagai petunjuk bahwa masyarakat Olmec memiliki hieraki karena menghormati para elit tertentu.


Views
Share:

ILMUWAN PECAHKAN MISTERI BOLA BATU KUNO BERUSIA 2 JUTA TAHUN



ILMUWAN PECAHKAN MISTERI BOLA BATU KUNO BERUSIA 2 JUTA TAHUN
Sisi yang berbeda dari bola batu kuno yang ditemukan di Gua Qesem, Israel.
Sumber gambar: Isabella Caricola, Assaf E. et al. PLOS one (2020). 

MahessaBlog | Setelah berhasil menemukan artefak misterius di beberapa situs arkeologi tertua di dunia di Afrika, Eropa dan Asia, tetapi tidak ada seorangpun di zaman modern ini mengetahui bagaimana bola batu kuno ini digunakan oleh manusia purba pada 2 juta tahun yang lalu.

Selama bertahun-tahun, para arkeolog bertanya-tanya bagaimana tepatnya manusia purba menggunakan bola-bola batu ini? 
Hingga pada akhir peneltiannya, para arkeolog memberikan bukti untuk pertama kalinya setelah Assaf dan timnya menemukan tumpukan 30 bola batu berusia 2 juta tahun di Gua Qesem di Israel, tempat manusia pernah hidup pada 2.700.000 hingga 200.000 tahun yang lalu.


"Setelah diteliti oleh para ilmuwan diketahui bahwa  2 bola batu ini digunakan oleh orang-orang kuno sebagai alat untuk mendapatkan sumsum yang lezat di dalam tulang binatang," kata ketua peneliti studi Ella Assaf, seorang peneliti postdoctoral di Departemen Arkeologi dan Kuno, East Culturas di Tel Aviv University, Israel seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Untuk memecahkan misteri bola batu kuno, Peneliti senior Emanuela Cristiani, seorang arkeolog dari Universitas Sapienza di Roma dan rekan-rekannya memeriksa bola batu secara mikroskopis. Mereka menemukan tanda-tanda aus dan residu organik yang menunjukkan bahwa bola batu ini pernah digunakan oleh manusia purba untuk mematahkan tulang binatang untuk mengambil sumsumnya.

Namun tim internasional ingin memastikan sekali lagi untuk melakukan dua percobaan. Pada awalnya mereka menggunakan batu bulat alami untuk memecahkan tulang dan yang kedua, tim menggunakan alat untuk membuat bola batu sendiri yang kemudian mengujinya pada tulang.


ILMUWAN PECAHKAN MISTERI BOLA BATU KUNO BERUSIA 2 JUTA TAHUN
Para peneliti menemukan bahwa bola batu kuno dapat digunakan untuk mematahkan tulang untuk mengekstraksi sumsum tulang. Dalam foto ini rekan peneliti studi Jordi Rosell dari Institute Paleoekologi Manusia dan Evolusi Sosial (IPHES) melakukan hal tersebut.
Sumber gambar: Ella Assaf. Asaff E. et al PLOS One (2020).


Setelah menghancurkan beberapa tulang, tim belajar bahwa bola batu berbentuk jauh lebih efisien daripada yang alami dalam mematahkan tulang hingga sampai ke sumsum, sebuah temuan yang mendukung kesimpulan dari analisis mikroskopis.

"Bola batu ini memberikan cengkraman yang nyaman yang membuat tidak cepat patah. Anda dapat memutarnya dan menggunakannya berulang kali karena bola batu ini memiliki banyak punggungan," kata Assaf. "Tebing-tebing tinggi ini membantu mematahkan tulang dengan cara yang bersih dan Anda bisa mengektraksi sumsum menjadi relatif mudah."

"Selain itu patahan tulang akan meninggalkan bekas aus kecil pada replika modern yang sangat mirip dengan bola batu kuno," kata Assaf. "Hal ini mengkonfirmasi asumsi awal kami bahwa 2 bola batu berusia 2 juta tahun memang digunakan untuk mengekstraksi sumsum tulang," kata Assaf lebih lanjut.


Penemuan Bola Batu Kuno

Saat ditemukan bola batu kuno ini ditutupi dengan lapisan mengkilap yang disebabkan oleh paparan unsur-unsur dari waktu ke waktu. Anehnya lapisan seperti mutiara ini berbeda dengan lapisan yang ditemukan pada alat-alat terbuat dari batu lainnya di gua. Hal ini menunjukkan bahwa bola batu kuno ini terpapar dilingkungan yang berbeda untuk periode yang sangat lama dan kemudian dikumpulkan oleh penghuni Gua Qesem Kuno untuk dibawa masuk ke dalam gua untuk digunakan kembali.

Seperti diketahui bahwa sumsum tulang memiliki kadar asam lemak terbesar dalam tubuh hewan. Jadi batu-batu ini, mungkin telah membantu meningkatkan asupan kalori manusia purba pada periode Paleolitik sekitar 2,7 juta tahun hingga 200.000 tahun yang lalu khususnya penghuni Gua Qesem dan sekitarnya.


Editor: Rey Mahessa
Sumber: LiveScience.com

Views
Share:

FOSIL KURA-KURA TERBESAR DI DUNIA DITEMUKAN

FOSIL KURA-KURA TERBESAR DI DUNIA DITEMUKAN

(Ilustrasi: kura-kura (Stupendemys georgrahicus).

MahessaBlog | Sebuah cangkang fosil kura-kura berusia 8 juta tahun yang lalu berhasil ditemukan di Venezuela. Kura-kura berukuran 2,4 meter ini yang ditemukan ini merupakan fosil kura-kura terbesar di dunia yang pernah diketahui oleh para peneliti.

Menurut peneliti, Cangkang yang baru ditemukan ini merupakan milik binatang buas yang telah punah yang bernama Stupendemys georgrahicus. Hewan ini pernah hidup di Amerika Selatan bagian utara pada Zaman Miosen sekitar 12 juta - 5 juta tahun yang lalu.


S. georgraphicus memiliki berat sekitar 1.145 kilogram atau 100 kali lebih besar dari kerabat terdekatnya Penyu Amazon (Peltocephalus dumerilianus) atau dua kali lebih besar dari Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) Spesies Penyu Terbesar di Dunia saat ini seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Menurut peneliti senior Marcelo Sanzhez-Villagra dari Institue dan Museum Paleontologi, Universitas Zurich, Jerman, " Dengan cangkangnya yang sangat mengesankan menjadikan hewan purba ini salah satu kura-kura terbesar di dunia yang pernah ditemukan,".

Menurut Sanzhez, "Spesies ini kemungkinan mencapai ukuran raksasa berkat lahan basah yang hangat di sekitar danau di habitat aslinya,".


Para ilmuwan telah mengetahui ukuran kura-kura terbesar sejak tahun 1976, tetapi penyelidikan sekarang ini dapat mengungkap lebih banyak fosil dan rahasia kura-kura kuno yang sampai saat ini masih kurang dipahami oleh para ilmuwan. Sebagai contoh caiman besar (sejenis buaya) menyerang kura-kura purba memiliki cangkang bertanduk.

Dalam penelitian ini, Para ilmuwan juga meneliti cangkang dan rahang bawah pertama yang diketahui dari kura-kura terbesar di dunia ini yang berasal dari penggalian tahun 1994 di situs Urumaco, Venezuela serta penemuan-penemuan fosil kura-kura terbesar lainnya dari Gurun La Tatacoa di Kolombia.


Setelah memeriksa fosil-fosil kUra-kura purba ini, para peneliti menyadari bahwa kura-kura purba jantan memiliki senjata unik seperti tanduk pada bagian depan atau bagian cangkang atas. Tanduk ini mungkin digunakan kura-kura purba ini sebagai senjata saat bertarung. Perilaku agresif juga masih terlihat pada kura-kura modern yang jantannya sering terlihat bertarung untuk membangun dominasi kekuasaan wilayahnya.

"Bekas luka memanjang pada tanduk sebelah kiri dari salah satu kura-kura purba ini bisa menjadi tanda dari sebuah pertarungan antara para kura-kura pejantan," kata para peneliti.


Sementara satu tanda gigitan dari caiman pada cangkang yang lain menunjukkan bahwa, meskipun ukuran kura-kura ini sangat besar, tetapi masih banyak predator yang mengintai untuk membunuh kura-kura terbesar di dunia yang pernah hidup di bumi ini.


Editor: Rey Mahessa
Sumber: LiveScience.com
   
Views
Share:

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

MahessaBlog | Penemuan-penemuan baru di Lembah Para Raja, Barang rampasan seni dari Venezuela dan bukti bahwa manusia berada di Amerika Tengah lebih dari 20.000 tahun yang lalu adalah beberapa penemuan arkeologi besar yang layak di tunggu pada tahun 2020 ini.

Berikut ini 5 Penemuan Arkeologi Besar di tahun 2020 yang layak untuk diperhatikan.

1. Makam Firaun dan Ratu di Lembah Para Raja, Mesir

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Lembah Para Raja Mesir menyimpan makan Raja Tut dan keluarga Kerajaan Mesir lainnya telah membocorkan beberapa penemuan arkeologi besar pada tahun 2019 seperti komplek bengkel, tembolok mumi, ostraca (tembikar dengan tulisan di atasnya) dan beberapa mumi yang baru ditemukan. Penggalian yang sedang dilakukan di Lembah Timur dan Barat di Lembah Para Raja yang sebagian didanai oleh perusahaan media layak untuk Anda tunggu kelanjutannya di tahun 2020 ini.

Penggalian di lembah-lembah bagian timur dan barat dari makam kerajaan masih terus berlangsung hingga saat ini. Artefak yang baru ditemukan pada tahun 2019 masih dianalisis. Dan tulisan hieroglif pada Ostraca sedang dalam proses. Dengan adanya penemuan ini, Kemungkinannya akan lebih banyak lagi penemuan akan dilakukan di Lembah Para Raja pada tahun 2020. 

Zahi Hawass, mantan menteri Kepurbakalaan Mesir yang memimpin penggalian ini percaya bahwa beberapa makam yang dibangun untuk para firaun dan ratu masih banyak yang belum ditemukan.


2. Pencarian Sisa-sisa Manusia dan Hewan di Arktik

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Mencairnya lapisan es di Arktik dan sub-Arktik menyebabkan sisa-sisa manusia dan hewan mencair dan membusuk. Dan munculnya kembali cacar dan penyakit lain yang sekarang sudah punah dari mayat-mayat ini umumnya dianggap oleh para ilmuwan sebagai sangat tidak mungkin terjadi. dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mayat biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia. 

Meski begitu mayat-mayat yang muncul akibat mencairnya es di kutub membawa beberapa masalah lain seperti bau yang menyengat terutama yang berada dibawah bangunan yang masih digunakan oleh manusia. Mayat-mayat ini harus digali dan dimakamkan kembali untuk menghilangkan baunya. Selain itu, jika mayat berada di dekat persediaan air, ada resiko air akan terkontaminasi dengan menimbulkan beberapa penyakit baru.

Masalah-masalah yang terkait dengan pencairan benda-benda yang telah lama terkubur kemungkinannya akan mendapat banyak perhatian lebih pada tahun 2020 ini di Arktik dan sub-Arktik. 

3. Harta Purbakala menanti di El-Assasif pada tahun 2020


Pada tahun 2019, Para arkeolog menemukan 30 peti mati kayu berusia sekitar 3.000 tahun yang lalu di situs Nekropolis Kuno El-Assasif dekat Luxor, Mesir. Mumi-mumi yang baru ditemukan ini terlihat masih utuh dengan menggunakan jubah milik para imam.

Pada tahun 2020 ini, para arkeolog akan terus melanjutkan penggalian di El-Essasif. Mereka juga akan menganalisis penemuan ini secara lebih rinci serta menerjemahkan prasasti hieroglif yang terdapat di peti mati serta mempelajari lebih banyak lagi tentan keberadaan mumi yang ada di dalamnya.

Pada tahun 2020 ini, Para arkeolog kemungkinan akan menggali lebih banyak lagi untuk menemukan artefak-artefak lainnya di situs Nekropolis ini.


4. Warisan Seni Venezuela Yang Hilang

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Saat ini situasi di Venezuela sangat mengerikan. Kekurangan makanan dan obat-obatan serta semakin meningkatnya kekerasan setelah keruntuhan ekonomi negara ini. Pada tahun 2018, Nicolas Maduro, Presiden negara Venezuela terpilih kembali yang oleh para oposisi negara bahwa itu adalah pemalsuan yang menyebabkan antara Maduro dengan oposisi negara yang dipimpin oleh Juan Guaido yang berselisih.

Sementara perhatian dunia banyak tertuju pada situasi polik di Venezuela, LiveScience.com telah memantau pengiriman seni besar Venezuela yang kaya akan segera hilang. Dokumen dari Badan Sensus AS menunjukkan bahwa pada tahun 2018 lebih dari $ 12 juta barang antik dan barang seni dari Venezuela telah dikirim ke Amerika Serikat yang beberapa diantaranya telah di curi. 

Pada bulan September 2019, Associated Press melaporkan bahwa FBI sedang menyelidiki seni curian dari Venezuela yang sedang diperdagangkan ke luar negeri. Oposisi Venezuela yang dipimpin oleh Guaido mengklaim bahwa anggota pemerintah Maduro telah mencuri karya seni negara dan menjualnya demi kepentingan pribadi mereka.

Apakah klaim ini benar atau tidak? Pada tahun 2020, Kita berharap akan mendengar lebih banyak tentang hilangnya Warisan Seni Venezuela.

5. Manusia Pertama di Amerika Tengah Berusia 20.000 Tahun

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

LiveScience menunjukkan pada penemuan baru bahwa manusia pertama mencapai Amerika Tengah terjadi lebih dari 20.000 tahun yang lalu Hal ini terjadi saat gletser masih menutupi sebagian wilayah Amerika Utara.

Jika penelitian ini di vertifikasi, hal ini akan menjadi bukti tertua bagi keberadaan manusia di selatan Alaska di Amerika. Bukti baru yang ditemukan oleh tim ilmiah mencakup sebagian besar alat-alat batu serta sisa-sisa organik yang ditemukan di sebuah gua.

Sebelumnya peneliti telah mengklain bahwa manusia berada di Amerika Tengah terjadi dibawah 20.000 tahun yang lalu, meskipun klaim ini masih dipertanyakan. Para ilmuwan studi baru menyadari hal ini akan meluangkan waktu untuk melakukan kerja lapangan dan analisis tambahan sebelum menerbitkan atau menyebarluaskan hasilnya.


Jika semuanya berjalan dengan baik, penelitian ini akan dipublikasikan pada journal peer-review tahun 2020 dan para ilmuwan yang tidak berafiliasi dengan proyek akan memiliki kesempatan untuk mengevaluasi keakuratannya.

Jadi kita tunggu saja lima penemuan arkeologi besar di tahun 2020 ini.    


Editor: Rey Mahessa
Sumber: LiveScience.com

 
Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook