Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA


PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA

MahessaBlog | Pulau Peucang adalah salah satu pulau indah yang terdapat di sebelah timur  kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang kaya akan flora dan fauna langka. Pulau yang terletak di Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten merupakan surga tersembunyi yang penuh petualangan untuk Anda jelajahi. Pulau ini bersama dengan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum merupakan tujuan lainnya bagi banyak wisatawan setelah berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, Tempat hewan langka Badak Jawa berada.


PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA

Menurut masyarakat lokal, Pulau Peucang, konon diambil dari nama siput yang banyak ditemukan di pulau ini. Tetapi menurut pendapat masyarakat lainnya nama Peucang dalam bahasa lokal berarti Kancil yang juga banyak hidup di Pulau Peucang.

PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA

Pulau seluas sekitar 450 hektar ini merupakan salah satu destinasi utama di Taman Nasional Ujung Kulon. Pulau ini masih sangat asri dan alami karena sangat terjaga keasliannya. Di pulau ini Anda akan disambut dengan pantai berpasir putih bersih dengan air laut yang jernih berwarna hijau kebiru-biruan. Salah satu objek yang cukup menarik di Pulau Peucang adalah Kacang Copong, sebuah karang mati besar yang berlubang (copong) yang terletak dibagian utara pulau. Disini menjadi tempat favorit bagi banyak wisatawan untuk menyelam karena keindahan dasar laut dan keanekaragaman ikannya akan selalu memanjakan mata Anda. Selain itu Anda juga bisa menikmati indahnya sunset sambil bersantai menikmati senja bersama pasangan.


PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA

Selain disambut dengan hamparan pasir putih bersih alami, di pulau ini Anda bisa melakukan aktivitas berenang, berjemur matahari, snorkeling dan diving di spot Cihandarusa yang memiliki air yang tenang dan jernih dengan hamparan terumbu karang yang indah yang pastinya akan membuat Anda betah berlama-lama di tempat ini. Keindahan panorama pantai dan bawah laut Pulau Peucang bagaikan surga tersembunyi diujung barat Pulau Jawa yang wajib untuk Anda kunjungi dan nikmati keindahannya.   


PULAU PEUCANG, SURGA TERSEMBUNYI DIUJUNG BARAT PULAU JAWA

Sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Di Pulau Peucang, selain dapat menikmati panorama pantai yang sangat indah dan menakjubkan, Anda juga dapat menemukan berbagai flora dan fauna langka yang dilindungi di pulau ini seperti Rusa (Cervus timorensis), Banteng Jawa (Bos sundaicus), Merak Hijau (Pavo muticus), Lutung (Trachypithecus auratus auratus), Kijang, Babi Hutan (Sus verrucosus) serta Biawak yang hidup bebas di alam liar tanpa ada yang mengganggu.




Selain ini Anda juga bisa melakukan aktivitas trekking menjelajahi hutan hujan tropis Pulau Peucang dengan berbagai penghuninya yang dapat Anda jumpai.Suara kicauan burung elang dan sambutan hewan lainnya di dalam hutan akan membuat Anda merasa damai dan nyaman berada di pulau yang indah ini.

Akses menuju Pulau Peucang

Untuk sampai di Pulau Peucang yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Anda bisa memulainya dari Jakarta menuju Dermaga Sumur dengan menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu tempuh sekitar 9 jam. Dari Dermaga Sumur, Anda bisa menyeberang dengan menggunakan perahu nelayan dengan lama perjalanan sekitar 3-4  jam.
 
Views
Share:

GUA KAPUR UNGKAP SEJARAH TSUNAMI ACEH SEJAK 7.500 TAHUN YANG LALU

Sebuah gua kapur yang ditemukan didekat sumber tsunami Aceh di Samudera Hindia pada tahun 2004 yang mematikan telah mengungkapkan jejak gelombang raksasa yang berasal dari 7.500 tahun yang lalu.

GUA KAPUR UNGKAP TSUNAMI ACEH SEJAK 7.500 TAHUN YANG LALU

MahessaBlog | Serangkaian pulau yang membentuk negara Indonesia terletak di apa yang disebut "cincin api", sebuah garis patahan dan gunung berapi yang mengelilingi Cekungan Pasifik. Sebelum 26 Desember 2004, patahan yang memicu gempa bumi dahsyat 9,1 magnitudo yang seakan telah diam selama gempa bumi dahsyat terakhir kalinya terjadi pada 2.800 tahun yang lalu.

Baca Juga : 10 Tsunami Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Tidak ada sejarah lisan yang membuat orang sadar akan efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh gempa semacam itu terhadap pasang surut dan tidak ada sistem peringatan untuk mendeteksi aktivitas tsunami Aceh di Samudera Hindia atau memperingatkan orang-orang yang tinggal di dekatnya. Akibatnya, meskipun ada jeda beberapa jam antara gempa bumi dan ketika tsunami menghantam pantai, hampir semua korban benar-benar tidak menyadarinya.

Sejak peristiwa mematikan pada tanggal 26 Desember 2004, namyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari tentang masa lalu wilayah tersebut dan mempersiapkan diri lebih baik untuk masa-masa yang akan datang, termasuk pemeriksaan endapan pasir, terumbu karang yang terangkat, dan juga data GPS. 

Hingga pada akhirnya para peneliti menemukan gua kapur yang berjarak sekitar 200 meter dari pantai dekat Banda Aceh. Berada pada ketinggian sekitar 3 kaki di atas air pasang setinggi lutut orang dewasa, gua ini terlindungi dari badai dan angin dan hanya gelombang besar yang dapat membanjiri seluruh wilayah pantai yang mampu menyembur masuk ke dalam gua.

Baca Juga : Selain Tsunami Aceh, Inilah 7 Tsunami Besar Lainnya di Indonesia

Pada tahun 2011, Para peneliti menemukan endapan pasir dasar laut di dalam gua berlapis-lapis tersapu kesana sejak ribuan tahun yang lalu diantara kotoran kelelawar. Melalui analisis radiokarbon dari bahan-bahan tersebut yang meliputi clamshell dan sisa-sisa organisme mikroskopis, para peneliti telah menemukan bukti bahwa telah terjadi 11 tsunami besar di wilayah ini sebelum Tsunami Aceh 2004 melanda. 

Menurut peneliti utama Charles Rubin dari Earth Observatory of Singapore, bencana gempa bumi dan tsunami Aceh tidak merata sepenuhnya. Menurut penelitian Tsunami Aceh terakhir terjadi pada sekitar 2.800 tahun yang lalu dan ada empat tsunami besar lainnya yang terjadi dalam kurun waktu 500 tahun sebelum itu. Bukti tambahan dari peristiwa lain mungkin telah terkikis oleh alam, kata Ruben. Catatan sejarah menunjukkan bahwa ada gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut sekitar tahun 1393 dan tahun 1450 M yang bisa memicu tsunami besar juga.

Baca Juga : Misteri Mematikan Pada Tsunami 1946

Rubin dan rekan-rekanya masih bekerja untuk menentukan ukuran gelombang yang berdampak pada gua. Dan dia mengatakan catatan yang mereka temukan sejauh ini tidak memberikan petunjuk yang jelas kapan tsunami berikutnya akan terjadi lagi. Dia memperingatkan bahwa mungkin tidak ada ada jarak 500 tahun antara gempa dan tsunami Aceh 2004 dan peristiwa serupa berikutnya.   



sumber: history.com

Views
Share:

WADI AL-HITAN, LEMBAH IKAN PAUS DI MESIR


WADI AL-HITAN, LEMBAH IKAN PAUS DI MESIR


MahessaBlog | Mesir adalah salah satu negara maju di Afrika yang terletak di bagian timur laut. Negara ini selain terkenal memiliki piramida-piramida  dan mumi peninggalan zaman Mesir Kuno juga memiliki situs-situs arkeologi yang sangat menakjubkan yang salah satunya adalah situs Wadi Al-Hitan yang terletak sekitar 150 kilometer barat daya dari kota Kairo. Situs ini banyak menyimpan kerangka-kerangka ikan paus purba yang pada awalnya hidup di daratan seperti yang kami lansir dari laman amusingplanet.com.


Gurun Mesir di Afrika mengandung beberapa situs paleontologi paling terpelihara di dunia yang salah satunya adalah Wadi Al-Hitan atau Lembah Ikan Paus. Lembah terpencil di Gurun Barat ini berada sekitar 150 kilometer barat daya Kairo berisi fosil dan tulang berharga dari sub-paus yang sekarang sudah punah yang disebut archaeoceti.

Fosil-fosil di Wadi Al-Hitan dapat menjelaskan salah satu misteri terbesar dari evolusi ikan paus, Munculnya paus sebagai mamalia besar yang hidup di lautan dari kehidupan sebelumnya sebagai hewan darat. 

Wadi Al-Hitan adalah situs paling penting di dunia untuk menunjukkan tahap evolusi ini. Disini menggambarkan dengan jelas bentuk dan kehidupan paus pada masa lampau selama masa transisi mereka. Tidak ada tempat lain di dunia yang bisa menghasilkan jumlah, konsentrasi dan kualitas fosil seperti itu. seperti aksebilitas dan pengaturannya dalam lanskap yang menarik dan dilindungi.

Fosil-fosil ikan paus di Wadi Al-Hitan berasal dari sekitar 50 juta tahun yang lalu ini menunjukkan arkeoketes termuda, dalam tahap terakhir evolusi dari hewan darat kekehidupan hewan laut. Mereka sudah memperlihatkan bentuk tubuh ramping khas paus modern, sementara mempertahankan aspek primitif tertentu dari struktur tengkorak dan gigi serta kaki belakang. 


WADI AL-HITAN, LEMBAH IKAN PAUS DI MESIR

Banyak kerangka paus dalam kondisi baik di situs Wadi Al-Hitan ini karena terpelihara dengan sangat baik dalam formasi batuan. Kerangka semi-lengkap ditemukan di lembah dan dalam beberapa kasus, isi perut ikan paus ini tetap terjaga. 

Sementara fosil hewan purba lainnya seperti hiu, buaya, kura-kura dan ikan pari yang ditemukan di situs Wadi Al-Hitan memungkinkan untuk merekontruksi kondisi lingkungan dan ekologi disekitarnya pada waktu itu.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa cekungan Wadi Al-Hitan tenggelam dalam air sekitar 40 - 50 juta tahun yang lalu yang pada saat itu Laut Tethys disebut mencapai jauh hingga ke selatan Mediterania. Laut Tethys diasumsikan telah mundur ke utara dan selama bertahun-tahun mengendapkan sedimen tebal batu pasir dan batu kapur yang terlihat dalam formasi batuan di situs Wadi Al-Hitan. 


WADI AL-HITAN, LEMBAH IKAN PAUS DI MESIR

Studi geologi telah dilakukan di daerah tersebut sejak tahun 1800-an dan kerangka pertama ikan paus ditemukan sekitar tahun 1830 tetapi tidak pernah dikumpulkan karena aksebilitas yang sangat sulit menuju ke situs pada waktu itu. Pada awalnya penemuan kerangka ikan paus purba ini dianggap sebagai kerangka reptil laut yang sangat besar dan baru pada tahun 1902, spesies diindetifikasi sebagai ikan paus purba. 


Selama 80 tahun kedepan, mereka menarik minat yang relatif sedikit yang sebagian besar diakibatkan sulitnya untuk menjangkau daerah tersebut. Hingga pada tahun 1980-an, ketertarikan pada situs ini dilanjutkan kembali ketika kendaraan roda empat mulai tersedia menuju ke situs Wadi Al-Hitan.

Saat ini Wadi Al-Hitan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang banyak dikunjungi oleh 1000 wisatawan setiap tahunnya.

 

   
Views
Share:

MINIATUR PERAHU TUTANKHAMUN DITEMUKAN


MINIATUR PERAHU TUTANKHAMUN
Miniatur Perahu Tutankhamun/Luxor Museum

MahessaBlog | Potongan-potongan minatur perahu  yang terkubur bersama raja Mesir kuno Tutankhamun ditemukan di penyimpanan Museum.

KotaK artefak yang dikemas oleh Howard Carter, arkeolog Inggris yang pertama kali membuka makam Tutankhamun pada tahun 1922 baru-baru ini ditemukan kembali di ruang penyimpanan di Museum Luxor, Mesir seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.

Baca Juga : 7 Penemuan Arkeologi Paling Menakjubkan Dari Mesir

"Ini adalah penemuan paling menarik dalam karier saya," kata Mohamed Atwa, direktur arkeologi dan informasi museum yang menemukan kotak miniatur perahu Tutankhamun seperti yang kami lansir dari laman livescience.com. "Sungguh menakjubkan bahwa setelah bertahun-tahun kita masih memiliki penemuan dan rahasia baru untuk raja Tutankhamun," kata Atwa lebih lanjut.

King Tut hidup antara 1341 SM - 1323 SM, selama Kerajaan Baru Mesir. Dia menjadi terkenal karena makamnya di Lembah Para Raja, yang ditemukan hampir utuh dan diisi dengan harta seperti topeng kematian emas, kipas emas, kapal parfum alabaster, patung dewa berkepala serigala, anubis dan sebuah kereta kerajaan.

Baca Juga : Dimana Istri Raja Tut Dimakamkan?

Atwa menemukan potongan-potongan miniatur perahu Tutankhamun saat mengumpulkan artefak dari makam Tut di Museum Luxor dalam persiapanya untuk sebuah pameran di Museum Mesir Kuno, sebuah museum baru di dekat Piramida Giza yang dijadwalkan akan dibuka pada tahun depan.

Kotak yang ditemukan ini berisi tiang-tiang kayu , satu set rigging dan kepala kayu mini yang ditutupi dengan daun emas yang sangat cocok dengan miniatur perahu Tutankhamun, Benda-benda ini dibungkus dengan koran bertanggal, Minggu, 5 November 1933. Catatan museum menunjukkan bahwa kotak itu hilang sejak tahun 1973.

Di Mesir Kuno, Makam para elit sering diisi dengan model miniatur perahu kayu dari hal-hal yang mungkin dibutuhkan orang mati di akherat. Perahu model dan awak miniatur mereka dimaksudkan untuk melayani kebutuhan memancing dan transportasi raja.

Baca Juga : Penemuan Dua Ruang Baru Di Makam Raja Tut

Dua bulan lalu, para konservator menyelesaikan restorasi makam selama satu dekade, dimana mereka menilai kerusakan pada lukisan dinding dan memasang sistem baru seperti ventilator untuk mencegah degradasi di masa mendatang ke situs arkeologi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan setiap tahunnya.

Temuan Miniatur Perahu Tutankhamun ini akan dimasukan dalam episode "Harta Hilang Mesir" yang telah di tayangkan pada tanggal 5 Maret 2019 di National Geographic Channel.      

Views
Share:

APAKAH TABUT PERJANJIAN ITU?


APAKAH TABUT PERJANJIAN ITU?

MahessaBlog | Apakah Tabut Perjanjian itu? Tabut Perjanjian adalah peti yang berisi loh yang diukir dengan sepuluh perintah.

Menurut Alkitab Ibrani, bahtera itu dibuat oleh seorang Israel ketika mereka berkemah di Gurun Sinai, setelah mereka meninggalkan Mesir. Alkitab tidak menyebutkan secara spesifik kapan mereka melarikan diri dari Mesir, Di sini ada perdebatan antara para sarjanatentang apakah pernah ada eksodus dari Mesir? Bahtera menghilang ketika Babel menaklukan Yerusalem pada tahun 587 SM seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.


Bahtera itu diyakini memiliki sejumlah kekuatan yang tampaknya ajaib. Menurut Alkitab Ibrani dalam satu cerita, Sungai Yordan berhenti mengalir dan tetap diam, sementara sekelompok pendeta membawa Tabut Perjanjian menyeberangi sungai. Kisah-kisah lain menggambarkan bagaimana orang Israel membawa Tabut Perjanjian ke dalam pertempuran dimana kekuatan Tabut membantu orang Israel mengalahkan musuh-musuh mereka.

Ketika Bahtera berada pada orang-orang Filistin, wabagh tumor dan penyakit menimpa mereka. memaksa orang Filistin mengembalikan tabut kepada orang Israel. Beberapa kisah menggambarkan bagaimana kematian akan datang kepada siapa saja yang menyentuh bahtera atau melihat kedalamnya.

Ada dua cerita Alkitab yang menggambarkan kontruksi bahtera, Versi pertama dan paling terkenal ditemukan dalam Kitab Keluaran dan menjelaskan bagaimana sejumlah besar emas digunakan untuk membangun bahtera. ersi kedua ditemukan dalam Kitab Ulangan, yang menjelaskan secara singkat kontruksi bahtera yang terbuat dari kayu.

Memahami seputar kisah-kisah seputar bahtera itu menantang karena perbedaan kisahnya. Beberapa sarjana percaya bahwa banyak bahtera mungkin telah dibangun dan digunakan pada waktu yang sama atau pada waktu yang berbeda.

Bahtera Yang Rumit

Kisah tentang pembangunan bahtera yang diceritakan dalam Kitab Keluaran menggambarkan dengan sangat terperinci bagaimana Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk memberitahu bangsa Israel untuk membangun sebuah bahtera dari kayu dan emas. dengan Tuhan yang memberikan perintah yang sangat tepat.

"Mintalah mereka membuat sebuah Tabut Perjanjian yang terbuat dari kayu Akasia dengan panjang dua setengah hasta atau 1,1 meter, lebar satu setengah hasta atau 0,7 meter dan tinggi satu setengah hasta atau 0,7 meter dengan dilapisi emas murni pada bagian dalam dan luar dan buatlah cetakan emas disekitarnya. "Keluaran 25: 10-11.


Tiang-tiang yang terbuat dari kayu akasia dan emas digunakan untuk mengangkut tabut dan dua kerub (malaikat) harus diukir dari emas dan ditempatkan pada tutup bahtera. "Kerubin itu harus membuat sayapnya terangkat keatas , menaungi sampulnya . Kerubin harus saling berhadapan, memandang ke arah sampul," Keluaran: 25:20. tablet yang diukir dengan Sepuluh Hukum ditempatkan di dalam bahtera.

Alkitab Ibrani memerintahkan agar Tabut Perjanjian ditempatkan di dalam kuil yang dapat digerakan yang dikenal sebagai Tabernakel. Sebuah tirai yang mencegah orang untuk melihat Tabut Perjanjian dibuat di dalam tabernakel dan sebuah altar dan pembakar dupa ditempatkan di depan tirai . Dupa terbuat dari getah damar, onycham, galbanum, dan kemenyan dan harus dibakar oleh Nabi Harun AS, saudara Musa dan putra-putranya pada pagi dan sore hari.

Seorang pria bernama Bezalel dipilih oleh Tuhan untuk membangun Tabut Perjanjian dan perabotan yang terletak di dalam tabernakel, menurut Alkitab Ibrani. "Aku telah mengisinya dengan Roh Allah, dengan kebijaksanaan , dengan pemahaman, dengan pengetahuan dan dengan semua jenis ketrampilan dengan membuat desain artistik untuk pekerjaan dalam emas, perak dan perunggu, untuk memotong dan mengatur batu, untuk bekerja di kayu, dan untuk terlibat dalam semua jenis kerajinan, Keluaran 31: 3-5. Oholiab dipilih oleh Allah untuk menjadi asisten Bezalel , dengan pengrajin yang trampil membantu mereka, kata Alkitab Ibrani.

Pada masa pemerintahan Raja Solomon, kuil pertama yang merupakan tempat paling suci dalam Yudaisme dibangun di Yerusalem dan Tabut Perjanjian diletakkan di tempat perlindungan bagian dalam yang dilapisi emas, menurut Alkitab Ibrani.

APAKAH TABUT PERJANJIAN ITU?

Bahtera Sederhana

Di sisi lain, Kitab Ulangan menceritakan keisah pembangunan Tabut Perjanjian yang jauh lebih sederhana. Buku itu mengatakan bahwa pada satu titik orang Israel menyembah anak lembu emas bukannya Tuhan. Musa sangat marah dengan hal ini sehingga Dia menghancurkan loh batu yang diukir dengan Sepuluh Perintah. Tuhan memerintahkan Musa untuk membantu membuat loh baru yang diukir dengan Sepuluh Perintah dengan menciptakan bahtera kayu yang dapat mereka letakkan.


"Pahatlah dua loh batu seperti yang pertama dan datang kepadaku di gunung. Juga buatlah tabut kayu, Aku akan menuliskan pada loh itu kata-kata yang ada pada loh pertama, yang kamu langgar. Maka kamu harus meletakannya di dalam bahtera," Ulangan 10: 1-2.

"Jadi Aku (Musa) membuat tabut dari kayu akasia dan memahat dua loh batu seperti yang pertama, dan aku naik ke gunung dengan dua loh ditanganku. Tuhan menulis pada loh-loh ini apa yang telah ditulisnya sebelum ini. Sepuluh Perintah yang telah dia nyatakan padamu di gunung..." Ulangan 10; 3-4. Musa kemudian meletakkan tablet-tablet itu di dalam bahtera kayu.

Beberapa arks?

Mungkin saja ada beberapa bahtera yang bisa digunakan pada waktu yang sama atau berbeda.

"Sebelum semua urusan kultus bangsa Israel terkonsentrasi secara eksklusif di ibu kota Yerusalem, ada arks, mungkin dari jenis yang berbeda. di manapun (Tuhan) disembah , "Tudor Parfitt, seorang profesor agama di Florida International University yang telah melakukan penelitian yang luas tentang Tabut Perjanjian, menulis dalam bukunya, "Tabut Perjanjian Yang Hilang: Memecahkan Misteri Tabut Alkitab yang Beragama yang berumur 2.500 tahun " (Harper Collins 2008).

Bahtera awal ini akan menjadi "wadah kayu sederhana" tulis Parfitt. Setelah penyenbahan Israel menjadi terpusat di Yerusalem, kisah itu mungkin diceritakan kembali untuk menggambarkan satu Tabut Perjanjian yang rumit yang terbuat dari emas, tulis Parfitt.

APAKAH TABUT PERJANJIAN ITU?

Kisah Hidup

Tidak diketahui apa yang terjadi pada bahtera setelah Kuil Pertama dihancurkan oleh Babel. Menurut Kitab Makabe, bahtera itu disembunyikan di sebuah gua di Gunung Nebo oleh Nabi Yeremia, yang mengatakan bahwa "tempat ini akan tetap tidak dikenal sampai Allah SWT mengumpulkan ummat_Nya kembali dan menunjukkan belas kasihan_Nya," 2 Makabe 2:7.


Kisah lain menceritakan tentang bagaimana bahtera itu dibawa ke Ethiopia dan sekarang di Gereja Bunda Maria Maria Sion di Axum. Seharusnya hanya Guardian of the Ark diizinkan untuk melihat bahtera ini, tetapi Live Science baru-baru ini melaporkan bahwa seorang sarjana bernama Edward Ullendorrff melihat bahtera selama Perang Dunia II dan menemukan bahwa itu bukanlah Tabut Perjanjian yang asli.

Ada banyak kisah lain tentang bahtera yang selamat yang Parfitt sebutkan dalam bukunya. Ada cerita tentang bagaimana itu tersembunyi di dekat Yerusalem, di kota Mekkah atau bahkan di Pulau Papua, Indonesia.

Satu teks yang disebut "Risalah Kapal" mengatakan bahwa tabut itu "tidak akan diungkapkan sampai hari kedatangan Mesias putra Daud...." dan Kitab Wahyu menyatakan bahwa bahtera tidak akan terlihat lagi sampai akhir zaman.

"Kemudian bait suci Allah di surga di buka , dan di dalam pelipisnya terlihat Tabut Perjanjian_Nya. Dan datanglah kilatan petir, gemuruh guntur, gempa bumi dan badai es yang sangat parah," Wahyu: 11:19.

                   
Views
Share:

PARA ARKEOLOG TEMUKAN GUA BALAMKU YANG HILANG DIBAWAH RERUNTUHAN CHICHEN ITZA


PARA ARKEOLOG TEMUKAN GUA BALAMKU YANG HILANG DIBAWAH RERUNTUHAN CHICHEN ITZA
Tampilan interior artefak yang ditemukan di gua Balamku dibawah Chichen Itza/Karla Ortega/Proyecto Gran Acuifero Maya

MahessaBlog | Berkeliaran melalui labirin terowongan dibawah reruntuhan Maya Chichen Itza di Semenanjung Yucatan, Meksiko, Para arkeolog berhasil menemukan kembali gua yang hilang yang penuh dengan harta karun seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.
Menurut pernyataan dari Institute Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko, Gua ini dipenuhi dengan lebih dari 150 artefak seperti pembakar dupa, vas dan piring hias dengan wajah dewa kuno dan ikon agama lainnya. Kuburan itu diyakini hanya satu dari tujuh kamar suci dalam jaringan terowongan yang dikenal sebagai Balamku "DewaJaguar" yang berada dibawah Chichen Itza, sebuah kota yang dapat menampung jutaan orang pada puncaknya di abad ke-13. Artefak-artefak ini kemungkinan tidak pernah tersentuh oleh tangan manusia selama lebih dari 1.000 tahun.

Meskipun harta karun tersebut mungkin saja sengaja disegel, gua ritual tersebut ditemukan kembali pada tahun 2018 oleh para arkeolog yang tengah mencari sumur suci di bawah kota seperti yang dilaporkan oleh National Geographic. Gua ini pada awalnya telah ditemukan pada tahun 1966 oleh arkeolog Victor Segovia Pinto, yang menulis laporan tentang temuan itu. tetapi tidak pernah menggali sebelum mengarahkan petani setempat untuk menutup pintu masuk gua karena alasan yang masih belum diketahui. Catatan penemuan Segovia hilang dan meninggalkan misteri yang membutuhkan waktu 5 dekade untuk dipecahkan.

Tahun lalu, para arkelog merangkak berjam-jam melalui jaringan klaustrofobik dan terowongan gelap gulita dibawah kota untuk mencapai pintu masuk gua yang tertutup," kata ketua penyelidik Guillermo de Anda, seorang arkeolog di INAH, kepada National Geographic. Mempelajari harta artefak yang tidak pernah tersentuh manusia di dalam gua akan membantu para peneliti untuk memahami budaya ritual gua Maya, kata de Anda.

Baca Juga : Arkeolog Temukan Terowongan Air Dibawah Piramida Suku Maya

Mempelajari gua itu sendiri, termasuk geologi dan mikrobiologi bisa menghasilkan detail kristis tentang siklus air dan iklim yang berlaku selama naik dan turunnya Chichen Itza, kata para peneliti.

"Balamku tidak hanya memberitahu kepada kita saar keruntuhan Chichen Itza , tetapi juga bisa memberitahu kepada kita saat pemulaannya," kata de Anda kepada National Georahic. Sekarang kami memiliki konteks yang tersegel dengan banyak informasi termasuk bahan organik yang dapat digunakan untuk memehami perkembangan Chichen Itza.         

Views
Share:

RADAR MENGUNGKAP BENTENG MILITER ABAD KE-19 DIBAWAH ALCATRAZ

MahessaBlog | Meskipun bekas benteng militer abad ke-19 di buldozer dan di bangun penjara diatasnya dan jauh sebelum kriminal Al Capone ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Federal Alcatraz dilepas pantai San Francisco, dengan menggunakan radar penembus tanah berteknologi tinggi, para peneliti berhasil menemukan sisa-sisa benteng militer abad ke-19 dibawah penjara Alcatraz yang dibangun pada tahun 1908 seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.

BENTENG MILITER ABAD KE-19 DI ALCATRAZ
Mansony dan benteng di bangun di atas Alcatraz mulai tahun 1853/Arsip Nasional

Dengan menggunakan pemindaian laser terestrial dan georektifikasi, sebuah motode yang melibatkan pengambilan peta digital yang lama dan menghubungkanya dengan sistem koordinat sehingga mereka dapat di-geolokasi dalam ruang 3D. Teknik ini dapat membantu para peneliti menemukan sisa-sisa sejarah di bawah halaman rekreasi di lembaga permasyarakatan Alcatraz di pulau berbatu yang juga merupakan rumah bagi benteng militer AS.

Baca Juga : 4 Penjara Paling Sadis dan Kejam di Dunia

Salah satu bangunan yang terkubur adalah lintasan pekerjaan tanah "kedap bom" (sebuah terowongan yang melewati gundukan panjang) membentang dari timur ke barat di bawah halaman rekreasi dengan kondisi yang masih terawat baik.

"Sisa-sisa fitur arkeologi bersejarah ini hanya berjarak beberapa centimeter dibawah permukaan tanah dan mereka secara ajaib dapat terlindungi dengan sempurna," kata arkeolog dari Universitas Binghamton Timothy de Smet. "Kami juga mengetahui bahwa beberapa jalur pekerjaan tanah ditutup dengan lapisan beton tipis sepanjang waktu yang kemungkinannya untuk mengurangi erosi di pulau yang berangin dan berhujan tersebut," kata para peneliti lebih lanjut.

Saat ini banyak orang yang mengetahui bahwa Alcatraz adalah sebagai tempat penjara paling terkenal di dunia. Namun pada kenyataannya bahwa Pulau Alcatraz pernah memiliki benteng militer pada abad ke-19 yang setelah perang pada tahun 1812, Amerika Serikat mulai membangun benteng militer di pantai pesisir timur untuk melindungi pelabuhan utama 

Baca Juga : Penemuan Benteng Kuno Penuh Fosil Di Yerusalem
.
Pada tahun 1840-an, Mayor Jenderal AS John Charles Fremont membeli hak untuk Alcatraz yang dilihat pada saat itu sebagai pulau berbatu tandus yang tidak dapat dihuni tanpa air tawar atau tanah lapisan. atas yang dikenal sebagai La Isla de los Alcatraces (Pulau Burung Laut) atau Pulau Putih karena banyaknya guano (kotoran burung) yang ditinggalkan oleh burung laut eponymous.

Setelah California memperoleh status kenegaraan pada tahun 1850, AS mulai membangun benteng militer di Alcatraz pada tahun 1853 untuk melindungi pelabuhan San Francisco, kata para peneliti.

Pembangunan benteng militer di Alcatraz merupakan titik balik dari presefktif sejarah militer AS karena ini menandai transisi dari struktur tanah ke struktur batu bata tradisional yang menjadi ciri pertahanan pantai awal abad ke-19.

Baca Juga : 7 Bangunan Sejarah Ini Tinggal Kenangan

Saat ini para peneliti masih terus menganalisi dan mengamati pemindaian laser terestrial dan radar penembus tanah dari sisa-sisa bekas benteng di bawah penjara Alcatraz.


Views
Share:

PENELITI TEMUKAN GAMBAR HEWAN TERTUA DI DUNIA DI GUA KALIMANTAN

MahessaBlog | Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia adalah gambar hewan tertua di dunia buatan manusia yang pernah ditemukan seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.

PENELITI TEMUKAN GAMBAR HEWAN TERTUA DI DUNIA DI GUA KALIMANTAN
Gambar hewan tertua di dunia di Gua Kalimantan, Indonesia

Penemuan ini menunjukkan bahwa seni gua figuratif merupakan salah satu inovasi paling signitifkan dalam budaya manusia. Tidak dimulai di Eropa seperti yang dipikirkan banyak ilmuwan selama ini, tetapi dimulai di Asia Tenggara selama zaman es berakhir.


Para peneliti mengumpulkan sampel kalsium-karbonat dari gambar gua Kalimantan sehingga mereka bisa melakukan penanggalan seni uranium, sebuah teknik yang dimungkinkan oleh peluruhan radioaktif ketika air hujan merembes melalui batu kapur, ia melarutkan sejumlah kecil uranium. Saat uranium (unsur radioaktif) meluruh, ia berubah menjadi elemen thorium. Dengan mempelajari rasio uranium terhadap thorium dalam kalsium karbonat (batu kapur) yang melapisi gua, para peneliti dapat menentukan berapa umur pelapisan awal gua.

Karya seni kuno meliputi gua kapur terpencil di pegunungan kasar dan terpencil di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, para peneliti telah mengetahui tentang gambar hewan tertua di dunia buatan manusia sejak tahun 1994 lalu. Tetapi para peneliti belum mengetahui kapan gambar lukisan gua ini dibuat.

PENELITI TEMUKAN GAMBAR HEWAN TERTUA DI DUNIA DI GUA KALIMANTAN
Gambar hewan di Gua Kalimantan, Indonesia

Gambar Hewan Tertua Di Dunia ini merupakan gambar binatang misterius yang kemunginanya merupakan gambar sapi liar yang pernah hidup di hutan hujan Kalimantan pada 40.000 tahun yang lalu. Sebelumnya lukisan hewan tertua di dunia yang pernah diketahui adalah gambar babirusa berusia 35.400 tahun yang terdapat di Pulau Sulawesi, Indonesia.


Hasil ini menunjukkan bahwa karya seni kuno di Kalimantan Timur dibuat dalam tiga periode yang berbeda. Fase pertama yang berasal dari antara 52.000 - 40.000 tahun yang lalu termasuk stensil tangan dan hewan yang digambar orange kemerahan yang kebanyakan bergambar banteng (bos javanicus), sejenis sapi liar yang masih hidup di hutan Kalimantan.

Perubahan besar terjadi pada budaya berakhirnya zaman es atau sekitar 20.000 tahun yang lalu yang mengarah pada gaya baru seni cadas yang berfokus pada dunia manusia. Para seniman dalam fase ini menyukai warna ungu gelap dan stensil tangan yang di cat, tanda-tanda abstrak dan figur mirip manusia yang mengenakan hiasan kepala yang rumit yang sedang terlibat dalam berbagai kegiatan seperti berburu, menari dan lain sebagainya.

Kami tidak tahu apakah berbagai jenis seni gua ini berasal dari dua kelompok manusia yang berbeda atau apakan ini mewakili evolusi budaya tertentu? Para peneliti sedang merencanakan penggalian arkeologis di gua-gua lainnya di Pulau Kalimantan untuk menemukan lebih banyak informasi tentang seniman yang tak dikenal ini yang telah menciptakan lukisan hewan tertua di dunia.

Lokasi lukisan hewan tertua di dunia.

PENELITI TEMUKAN GAMBAR HEWAN TERTUA DI DUNIA DI GUA KALIMANTAN
Lukisan hewan di Gua Pulau Sulawesi, Indonesia

Selama zaman es berakhir, Pulau Kalimantan yang merupakan pulau terbesar ketiga di dunia berada di tepi paling timur Eurasia dan sekarang tampaknya dua provinsi seni gua purba muncul pada waktu yang sama di sudut-sudut terpencil Paleolitik Eurasia, satu di Eropa dan satunya lagi di Indonesia di ujung dunia zaman es ini. 

Ada kemungkinan bahwa seni cadas menyebar dari Eurasia ke Pulau Sulawesi, tempat gambar babirusa berada, sebelum menjajah manusia yang menyebarkanya lebih jauh ketempat-tempat lainnya seperti ke Australia.

Lokasi lukisan kuno binatang dan stensil tangan ini mungkin menandai perjalanan manusia pertama ketika mereka bergerak melalui daratan Asia dan keluar ke Pulau Wallacea yang terletak diantara daratan dan Sahul kontinental (Australia dan New Guinea saat ini).


Seni lukisan gua yang baru ditemukan ini cocok dengan gambar manusia purba yang muncul. Homo Sapiens meninggalkan Afrika antara sekitar 70.000 - 60.000 tahun yang lalu. Dan begitu mereka tersebar di Eurasia, mereka berkembang dan setelah sekitar 40.000 tahun yang lalu kemampuan mereka untuk membuat seni figuratif. 

PENELITI TEMUKAN GAMBAR HEWAN TERTUA DI DUNIA DI GUA KALIMANTAN
Gambar hewan di Gua Apollo 11, Namibia.

Temuan lukisan hewan tertua di dunia di negara Indonesia ini menambah pengetahuan kita tentang evolusi seni figuratif yang mungkin yang pertama di Asia yang kemudian berlanjut ke Eropa dan Afrika. (seni figuratif tertua di Afrika dimulai sekitar 30.000 tahun yang lalu di Gua Apollo 11 di Namibia).

              
Views
Share:

FENOMENA POHON DARAH DI AFRIKA SELATAN


FENOMENA POHON DARAH DI AFRIKA SELATAN
Pohon Darah (Pterocarpus angolensis)

MahessaBlog | Pterocarpus angolensis adalah sejenis pohon jati asli Afrika Selatan, Mozambik, Angola, Namibia, Tanzania, Zaire dan Zambia yang dikenal dengan banyak nama seperti Kiaat, Mukwa dan Muninga atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pohon Blodwood atau Pohon Darah. Dinamai demikian karena getah pohonnya yang berwarna merah gelap yang sangat luar biasa. Batangnya yang tergores atau cabang pohon yang rusak mulai meneteskan cairan merah, hampir seperti tubuh hewan yang terpotong.

Baca Juga : Yareta, Tanaman Berusia 3.000 Tahun

Getah merah pada pohon darah ini digunakan secara tradisional sebagai pewarna dan dibeberapa daerah dicampur dengan lemak hewani untuk membuat kosmetik untuk wajah dan tubuh lainnya. Getah pohon darah ini juga diyakini memiliki sifat magis untuk menyembuhkan tentang darah karena kemiripannya dengan darah. Selain itu pohon ini juga banyak digunakan untuk pengobatan tradisional lainnya diantaranya untuk menyembuhkan penyakit kurap, luka tusuk, sakit mata, malaria, demam, masalah perut, menutup luka dan juga untuk meningkatkan pasokan ASI.

FENOMENA POHON DARAH DI AFRIKA SELATAN

Selain itu kayu pohon darah juga dapat digunakan untuk membuat furniture berkualitas tinggi, karena dapat dengan mudah untuk di ukir. merekatkan dan skrup dengan baik dan membutuhkan polesan halus. Kayu ini sedikit menyusut ketika dilakukan pengeringan dari kondisi hijau dengan daya tahan yang tinggi sehingga Kayu Pohon Darah sangat cocok untuk digunakan membangun kapal, kano atau lantai kamar mandi,

Baca Juga : Zinnia, Tumbuhan Pertama Yang Dapat Hidup Di Luar Angkasa

Karena nilainya yang besar bagi masyarakat adat di Afrika tengah dan selatan, pohon-pohon ini dipanen pada tingkat yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan semakin berkurang dalam beberapa dekade terakhir.

Pohon Darah dapat tumbuh hingga 12 - 18 meter, memiliki kulit kasar berwarna cokelat tua, mahkota yang menyebar indah berbentuk payung dan beruang bunga-bunga berwarna kuning.


sumber: amusingplanet.com

   
Views
Share:

MISTERIUS, IKAN ASLI BELAHAN BUMI SELATAN TERDAMPAR DI BELAHAN BUMI UTARA

MahessaBlog | Para peneliti merasa terkejut ketika mereka menemukan seekor ikan misterius terdampar di Pantai Sands Barbara Country, California pada 19 Februari 2019 lalu.Ikan misterius ini terdampar sejauh ribuan mil dari habitat asli mereka di Belahan Bumi Selatan atau sekitar Australia Selatan, Selandia Baru, Afrika Selatan seperti yang kami lansir dari laman livescience.com.

MOLA TECTA TERDAMPAR
Ikan Mola-Mola Tecla yang belum pernah terlihat di Belahan Bumi Utara
sumber: Thomas Turner / UC Santa Barbara

Ikan yang diketahui bernama Mockwinker ini memiliki panjang 2,1 meter dan merupakan spesies ikan bertulang terberat di dunia yang pernah ditemukan.


Butuh beberapa hari bagi para peneliti untuk mengindetifikasi mahluk ini karena sangat sedikit sekali yang diketahui tentang keberadaan ikan jenis ini. Meskipun penelitian tentang Mola-Mola )ikan dalam genus mola) telah berlangsung dalam beberapa dekade, para ilmuwan secara resmi menamai ikan bertulang yang baru ditemukan pada tahun 2017, setelah ikan jenis ini mati dan hanyut di pantai dekat Christchurch, Selandia Baru. Para ilmuwan pada tahun 2017 menyebut spesies Mola Tecta dengan nama latin "hidden".

Tidak ada yang mengetahui bagaimana ikan Mola Tecta bisa terdampar di Pantai California, Tetapi ini adalah untuk pertamakalinya ikan raksasa ini berada di Belahan Bumi Utara, kata para peneliti di Universitas California, Santa Barbara, Amerika Serikat.

Setelah tubuh ikan ditemukan di UC Cadangan Titik Minyak Batubara Santa Barbara (tempat pantai itu berada) para peneliti mulai bertindak. Pada awalnya, para peneliti mengira itu adalah Mola umum, Mola-mola yang hidup di lautan Santa Barbara Channel.

Mereka juga melaporkan dalam sebuah postingan di Facebook dan mengatakan, "Mola-mola sepanjang 7 kaki yang juga dikenal sebagai samudra sunfish, terdampat di pantai sebelah timur sore ini karena sebab yang tidak diketahui," Spesies yang terlihat unik ini adalah ikan bertulang terberat di dunia,".

Setelah melihat postingan di Facebook, Thomas Turner, seorang profesor di Departemen Ekologi, Evolusi dan Biologi di Kelautan UC Santa Barbara, bergegas ke pantai untuk mengambil foto. Dia kemudian memposting foto-fotonya di iNaturalist, sebuah komunitas online tempat para ilmuwan dapat melakukan crowdsource indetifikasi spesies.

Postingan Turner menarik banyak ilmuwan di seluruh dunia, termasuk Marianne Nyegaard, seorang mahasiswa doktoral di Sekolah Kedokteran Hewan dan Ilmu Hayati di Universitas Murdoch di Australia yang menemukan dan menyelidiki penemuan Mola Tecla pada tahun 2017 dan Ralph Foster, manager koleksi ichthyologi (studi ikan) di Museum Australia Selatan.


Mereka curiga sunfish laut sebenarnya adalah penipu, tetapi mereka membutuhkan lebih banyak informasi untuk memastikan, kata mereka kepada The Current, sebuah publikasi berita UC Santa Barbara.

Saya pikir ikan itu benar-benar sangat mengerikan, tetapi dengan sangat kecewa, tidak satupun dari banyak foto yang menunjukkan clavus (fitur diagnostik) dengan jelas," kata Nyegaard kepada The Current, merujuk pada struktur mirip kemudi di belakang ekor. 

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, spesies Mola hoodwinker memiliki moncong yang menonjol dan juga tidak memiliki benjolan di kepala atau dagu. Selain itu Clavusnya memiliki margin bulat dan dipisahkan menjadi bagian atas dan bawah seperti laporan para peneliti.

MOLA TECLA TERDAMPAR
Jessica Nielsen, seorang spesialis konservasi di Coal Oil Point Reserve, mengambil tisu dari Mola-Mola Tudung.
Sumber: Thomas Turner / UC Santa Barbara


Untuk membantu mengindetifikasi, para ilmuwan UC Santa Barbara menjelajahi pantai sampai mereka menemukan tubuh Mola lagi. Kemudian mereka mengambil gambar dengan fitur khusus pada ikan dan bahkan memotong sepotong jaringan sirip untuk dindetifikasi DNA.


Untuk merayakanya, para ilmuwan memperbaharui halaman Facebook dengan mengatakan, "Pembaharuan tentang misteri Mola... Spesies ini telah diindetifikasi secara posistif sebagai Mola Tecla, monkwinker mola-mola! Ini adalah penemuan yang sangat luar biasa karena ini adalah catatan pertama dari spesies ini yang diamati di Belahan Bumi Utara,".  


Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook