Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

RAAD - SISTEM PERTAHANAN RUDAL JARAK MENENGAH IRAN TERBARU

MahessaBlog |  Di tengah semakin memanasnya hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat dengan adanya serangan udara Amerika Serikat yang menewaskan pejabat tinggi Iran Qasem Solemani, Presiden Iran Hassan Rauhani mengatakan telah menerapkan sistem pertahanan rudal jarak menengah terbaru yang dibangun secara lokal kedalam jaringan penangkis rudal negara ini yang salah satunya adalah sistem pertahanan rudal jarak menengah Raad. 


RAAD - SISTEM PERTAHANAN RUDAL JARAK MENENGAH IRAN TERBARU

Raad (Guntur) adalah sistem pertahanan rudal jarak menengah terbaru Iran yang mulai dikembangkan antara tahun 2005 - 2010. Ide pembuatan Raad berdasarkan pada saat Iran berencana untuk membeli sistem pertahanan rudal jarak jauh Rusia S-300 tetapi terbentur dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB.


Dengan gagalnya pembelian sistem pertahanan rudal jarak jauh S-300 dari Rusia, Iran meresponsnya dengan memgembangkan sistem pertahanan rudal sendiri. Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran memulai pengembangan S-300 versi mereka sendiri "Bavar 373". Islamic Republic Guard Corps (IRGC) segera mempercepat pengembangan sistem pertahanan jarak menengah baru yang mengarah pada pembentukan Raad yang kemungkinanya pengembangan sistem pertahanan rudal jarak menengah Iran ini dikembangkan dengan bantuan Rusia. Beberapa sumber melaporkan bahwa Raad adalah versi terbalik dari Buk. Sistem pertahanan rudal ini sangat mirip dengan Buk buatan Soviet. 

Sistem pertahanan rudal Raad secara resmi ditampilkan ke publik pada tahun 2012 dan digunakan pada tahun yang sama. Segera setelah diperkenalkan, versi yang lebih baik dari Raad muncul seperti Tabas yang diluncurkan pada tahun 2014 dan Sevom Khordad yang diluncurkan pada tahun 2016.

Sistem pertahanan rudal jarak menengah Raad menggunakan dua sistem elektro-optik untuk menyediakan cakupan deteksi dan keterlibatannya. Setiap peluncur kendaraan rudal dapat membawa 3 rudal Raad serta radar pasif tambahan.


Sistem ini menggunakan rudal Taer-1 yang memiliki jangkauan maksimum hingga 50 km dengan dapat mencapai target pada ketinggian 25 - 27 km. Sistem pertahanan udara ini dapat melibatkan pesawat dan helikopter. Dan kemungkinan besar juga Raad dapat menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, rudal anti-radiasi serta kendaraan tak berawak, Rudal-rudal ini dirancang oleh IRGC Airspace Force.

Baterai kendaraan berisi 1 Transporter Erector Launcher dan Radar (TELAR) dan 2 Transporter Erector Launcher (TEL). Hal ini berdasarkan pada sasis truk komersial IVECO 6X6 yang banyak dimodifikasi. Meskipun ada juga versi berdasarkan sasis truk komersial standar yang kadang-kadang disebut juga sebagai Raad-2. Setiap kendaraan pembawa 3 misil. Jadi 1 baterai memiliki 9 rudal siap tembak. 

Setiap Batalion termasuk radar pengintai bertahap F-Band Bashir S-Band 3D memiliki jangkauan deteksi 350 km. Batalion juga memiliki unit komando dan kontrol (C2) berdasarkan sasis truk IVECO. Unit C2 dapat menyediakan komunikasi antara baterai Raad. Selain itu, unit C2 dapat menghubungkan sistem pertahanan rudal jarak menengah Iran lainnya dari keluarga Raad seperti Tabas atau Sevom Khodrat. 

Hal ini memungkinankan dapat mencakup area yang lebih luas dan target dapat dilibatkan dengan berbagai macam rudal dari misil Taer-1 hingga Taer-2 yang dapat menambah kemampuan menghadapi berbagai jenis ancaman dari berbagai jenis pencegat. 

Dalam hal terjadi kemacetan, ketika radar X-Band tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, unit C2 dapat memberikan tautan data tambahan yang dapat menghubungkan sistem ke sistem elektro-optik baterai Raad, untuk memandu rudal menuju target.


Varian sistem pertahanan rudal jarak menengah Iran Raad.

Raad-2 adalah penunjukkan sistem yang didasarkan pada sasis truk komersial dan juga menggunakan rudal seri Taer. 

TABAS - SISTEM PERTAHANAN RUDAL JARAK MENENGAH IRAN TERBARU

Tabas adalah versi dari Raad yang ditingkatkan dan lebih modern yang dilengkapi dengan radar mekanik. Sitem pertahanan rudal jarak menengah terbaru Iran ini memiliki jangkauan maksimum hingga 75 km. 

SEVOM KHORDAT - SISTEM PERTAHANAN RUDAL JARAK MENENGAH IRAN TERBARU

Sevom Khordad adalah versi Raad terbaik milik Iran. Sistem ini menggunakan radar Array aktif dan mampu mencapai target ada jangkauan 105 km pada ketinggian hingga 30 km. Saat ini Sevom Khordad adalah sistem pertahanan rudal jarak menengah paling canggih dan kuat  milik Iran saat ini.


Editor: Rey Mahessa
Sumber: military-today.com
      
Views
Share:

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

MahessaBlog | Penemuan-penemuan baru di Lembah Para Raja, Barang rampasan seni dari Venezuela dan bukti bahwa manusia berada di Amerika Tengah lebih dari 20.000 tahun yang lalu adalah beberapa penemuan arkeologi besar yang layak di tunggu pada tahun 2020 ini.

Berikut ini 5 Penemuan Arkeologi Besar di tahun 2020 yang layak untuk diperhatikan.

1. Makam Firaun dan Ratu di Lembah Para Raja, Mesir

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Lembah Para Raja Mesir menyimpan makan Raja Tut dan keluarga Kerajaan Mesir lainnya telah membocorkan beberapa penemuan arkeologi besar pada tahun 2019 seperti komplek bengkel, tembolok mumi, ostraca (tembikar dengan tulisan di atasnya) dan beberapa mumi yang baru ditemukan. Penggalian yang sedang dilakukan di Lembah Timur dan Barat di Lembah Para Raja yang sebagian didanai oleh perusahaan media layak untuk Anda tunggu kelanjutannya di tahun 2020 ini.

Penggalian di lembah-lembah bagian timur dan barat dari makam kerajaan masih terus berlangsung hingga saat ini. Artefak yang baru ditemukan pada tahun 2019 masih dianalisis. Dan tulisan hieroglif pada Ostraca sedang dalam proses. Dengan adanya penemuan ini, Kemungkinannya akan lebih banyak lagi penemuan akan dilakukan di Lembah Para Raja pada tahun 2020. 

Zahi Hawass, mantan menteri Kepurbakalaan Mesir yang memimpin penggalian ini percaya bahwa beberapa makam yang dibangun untuk para firaun dan ratu masih banyak yang belum ditemukan.


2. Pencarian Sisa-sisa Manusia dan Hewan di Arktik

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Mencairnya lapisan es di Arktik dan sub-Arktik menyebabkan sisa-sisa manusia dan hewan mencair dan membusuk. Dan munculnya kembali cacar dan penyakit lain yang sekarang sudah punah dari mayat-mayat ini umumnya dianggap oleh para ilmuwan sebagai sangat tidak mungkin terjadi. dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mayat biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia. 

Meski begitu mayat-mayat yang muncul akibat mencairnya es di kutub membawa beberapa masalah lain seperti bau yang menyengat terutama yang berada dibawah bangunan yang masih digunakan oleh manusia. Mayat-mayat ini harus digali dan dimakamkan kembali untuk menghilangkan baunya. Selain itu, jika mayat berada di dekat persediaan air, ada resiko air akan terkontaminasi dengan menimbulkan beberapa penyakit baru.

Masalah-masalah yang terkait dengan pencairan benda-benda yang telah lama terkubur kemungkinannya akan mendapat banyak perhatian lebih pada tahun 2020 ini di Arktik dan sub-Arktik. 

3. Harta Purbakala menanti di El-Assasif pada tahun 2020


Pada tahun 2019, Para arkeolog menemukan 30 peti mati kayu berusia sekitar 3.000 tahun yang lalu di situs Nekropolis Kuno El-Assasif dekat Luxor, Mesir. Mumi-mumi yang baru ditemukan ini terlihat masih utuh dengan menggunakan jubah milik para imam.

Pada tahun 2020 ini, para arkeolog akan terus melanjutkan penggalian di El-Essasif. Mereka juga akan menganalisis penemuan ini secara lebih rinci serta menerjemahkan prasasti hieroglif yang terdapat di peti mati serta mempelajari lebih banyak lagi tentan keberadaan mumi yang ada di dalamnya.

Pada tahun 2020 ini, Para arkeolog kemungkinan akan menggali lebih banyak lagi untuk menemukan artefak-artefak lainnya di situs Nekropolis ini.


4. Warisan Seni Venezuela Yang Hilang

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

Saat ini situasi di Venezuela sangat mengerikan. Kekurangan makanan dan obat-obatan serta semakin meningkatnya kekerasan setelah keruntuhan ekonomi negara ini. Pada tahun 2018, Nicolas Maduro, Presiden negara Venezuela terpilih kembali yang oleh para oposisi negara bahwa itu adalah pemalsuan yang menyebabkan antara Maduro dengan oposisi negara yang dipimpin oleh Juan Guaido yang berselisih.

Sementara perhatian dunia banyak tertuju pada situasi polik di Venezuela, LiveScience.com telah memantau pengiriman seni besar Venezuela yang kaya akan segera hilang. Dokumen dari Badan Sensus AS menunjukkan bahwa pada tahun 2018 lebih dari $ 12 juta barang antik dan barang seni dari Venezuela telah dikirim ke Amerika Serikat yang beberapa diantaranya telah di curi. 

Pada bulan September 2019, Associated Press melaporkan bahwa FBI sedang menyelidiki seni curian dari Venezuela yang sedang diperdagangkan ke luar negeri. Oposisi Venezuela yang dipimpin oleh Guaido mengklaim bahwa anggota pemerintah Maduro telah mencuri karya seni negara dan menjualnya demi kepentingan pribadi mereka.

Apakah klaim ini benar atau tidak? Pada tahun 2020, Kita berharap akan mendengar lebih banyak tentang hilangnya Warisan Seni Venezuela.

5. Manusia Pertama di Amerika Tengah Berusia 20.000 Tahun

LIMA PENEMUAN ARKEOLOGI BESAR DI TAHUN 2020 YANG DITUNGGU

LiveScience menunjukkan pada penemuan baru bahwa manusia pertama mencapai Amerika Tengah terjadi lebih dari 20.000 tahun yang lalu Hal ini terjadi saat gletser masih menutupi sebagian wilayah Amerika Utara.

Jika penelitian ini di vertifikasi, hal ini akan menjadi bukti tertua bagi keberadaan manusia di selatan Alaska di Amerika. Bukti baru yang ditemukan oleh tim ilmiah mencakup sebagian besar alat-alat batu serta sisa-sisa organik yang ditemukan di sebuah gua.

Sebelumnya peneliti telah mengklain bahwa manusia berada di Amerika Tengah terjadi dibawah 20.000 tahun yang lalu, meskipun klaim ini masih dipertanyakan. Para ilmuwan studi baru menyadari hal ini akan meluangkan waktu untuk melakukan kerja lapangan dan analisis tambahan sebelum menerbitkan atau menyebarluaskan hasilnya.


Jika semuanya berjalan dengan baik, penelitian ini akan dipublikasikan pada journal peer-review tahun 2020 dan para ilmuwan yang tidak berafiliasi dengan proyek akan memiliki kesempatan untuk mengevaluasi keakuratannya.

Jadi kita tunggu saja lima penemuan arkeologi besar di tahun 2020 ini.    


Editor: Rey Mahessa
Sumber: LiveScience.com

 
Views
Share:

CEGAH PENYAKIT KANKER DAN JANTUNG DENGAN JAMUR ENOKI


JAMUR ENOKI

MahessaBlog | Sejak zaman dahulu, jamur telah digunakan oleh manusia sebagai bahan makanan dan obat tradisional di negara Asia yang salah satunya adalah Jamur Enoki (Flammulina velutipes), salah satu jenis jamur yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional di Tiongkok. Bentuknya yang mirip dengan touge putih ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia yang salah satunya adalah dapat mencegah penyakit kanker dan jantung 

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Jamur Enoki banyak tumbuh pada musim dingin di dekat pohon berdaun jarum. Selain banyak tumbuh liar dibawah pepohonan, Jamur Inoki juga banyak dibudidayakan oleh petani Jepang dari pohon yang telah gugur seperti pohon plum, maple atau pohon birch. 

Selain banyak digunakan dalam berbagai masakan sup Jepang, Korea, masakan Cina dan Vietnam, Jamur Enoki ternyata mengandung banyak serat, protein, vitamin B dan mineral. Satu mangkuk jamur enoki mentah diperkirakan dapat menyediakan 20 kalori. Jamur ini juga tidak mengandung gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga dapat dijadikan pilihan bahan makanan untuk diet.

Apa saja manfaat jamur enoki bagi kesehatan Anda? Berikut ulasannya.

Membantu Mencegah Kanker

Jamur Enoki bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker karena kandungan vitamin dan nutrisinya mampu mencegah tumbuhnya sel kanker.

Baca Juga: 9 Manfaat Daun Bawang Hijau Bagi Kesehatan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1989 oleh Research Institute of National Cancer pernah meneliti bahwa nutrisi jamur enoki dapat menurunkan resiko terkena penyakit kanker. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa angka penyebab kematian akibat kanker berkurang di wilayah Nagano, Jepang dibandingkan dengan daerah lainnya.

Dr. Tetsuke Ikekawa, ahli Epidemologi dari Tokyo yang juga merupakan kepala penelitian ini menduga kondisi ini dikarenakan daerah Nagano merupakan pusat budidaya Jamur Enoki yang artinya masyarakat disana lebih sering mengkonsumsi Jamur Enoki dibandingan dengan masyarakat daerah lainnya.

Selain itu study yang melibatkan hewan percobaan juga menemukan bahwa jamur enoki dapat mengurangi aktivitas pertumbuhan tumor dan sel kanker hati.

Dalam penelitian lainnya, dari Oncology Reports juga memperlihatkan bahwa Jamur Enoki diduga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Walaupun demikian diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat manfaat jamur enoki untuk mencegah perkembangan kanker pada manusia.

Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Sudah bukan rahasia umum bahwa jamur memiliki manfaat yang baik untuk para penderita penyakit kardiovaskular. Tingginya serat pada jamur enoki dapat membantu proses metabolisme serta mampu menyerap kolesterol lebih banyak. Selain itu ada penelitian yang menemukan bahwa jamur enoki mengandung senyawa polisakarida dan mikosterol yang mempunyai efek dapat menurunkan kolesterol.

Baca Juga: 7 Makanan Ini Bisa Cegah Penyakit Kanker

Hal ini dibuktikan melalui uji coba dengan menggunakan Hamster yang mengkonsumsi ekstrak jamur enoki. Dari uji coba tersebut terlihat bahwa Hamster tersebut memiliki kadar kolesterol, trigliserida, dan kolesterol LDL yang lebih rendah.

Ketiga komponen tersebut merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi jamur enoki dapat bermanfat penting untuk mencegah penyakit jantung dan kanker pada manusia. 

Cara Mengkonsumsi Jamur Enoki

Biasanya Jamur Enoki digunakan dalam makanan - makanan berbau Asia. Selain itu jamur ini juga banyak digunakan sebagai bahan salad, sup dan juga sering digoreng bersama sayuran dan daging. 



Editor: Rey Mahessa
Sumber:ncbi.nlm.nih.gov

Views
Share:

APLIKASI KENCAN BUMBLE BLOKIR SHARON STONE KARENA PROFILNYA PALSU

APLIKASI KENCAN BUMBLE BLOKIR SHARON STONE KARENA PROFILNYA PALSU
Sharon Stone


MahessaBlog | Seorang pengguna situs kencan Bumble telah melaporkan bahwa aktris peraih Penghargaan Golden Globe, Sharon Stone telah memalsukan profilnya di situs kencan ini. Seperti diketahui bahwa Sharon Stone (61 tahun) menjadi terkenal setelah membintangi film Basic Instinct pada tahun 1992. Dia mengatakan bahwa akunnya telah diblokir Bumble setelah pengguna lain mengklaim bahwa profilnya adalah palsu.


SHARON STONE TWITER

Stone berkata bahwa pengguna lain menganggap bahwa itu bukanlah saya !!

Bumble menyebut dirinya di Twitter sebagai "menyatukan orang-orang yang baik" kemudian memulihkan akunnya dengan mengatakan "Ia sangat tersanjung sehingga Sharon Stone ingin menjadi bagian dari Hive".

"Menjadi ikon seperti itu, Kita dapat memahami betapa banyak dari pengguna kami merasa itu terlalu bagus menjadi kenyataan setelah mereka melihat profilnya bahwa fotonya tidak divertifikasi," kata seorang perwakilan Bumble seperti yang kami lansir dari CNN International.

Direktur Editorial Bumble, Clare O'Connor mengatakan di Twitter bahwa sekarang ia berharap akan lebih mudah menemukan masu Anda.


Pada tahun 1984, Stone menikah dengan produser Michael Greenburg namun berpisah tiga tahun kemudian. Pernikahan keduanya bersama jurnalis Phil Bronstein pada tahun 1998, namun hanya berlangsung hingga tahun 2004 ketika mereka resmi bercerai di pengadilan.

Pada tahun 2018, Sharon Stone memberitahu Majalah Grazia bahwa ia memiliki harapan yang tinggi terhadap para pria dalam hidupnya "Aku bukan gadis yang diberitahu bahwa seorang pria akan mendefinisikanku," jelasnya. Aku diberitahu bahwa jika aku ingin memiliki seorang lelaki dalam hidupku, itu bukanlah pengaturan, itu akan menjadi kemitraan yang sebenarnya. Dan itu akan sulit ditemukan.

Saat ini aplikasi kencan Bumble telah membuka blokiran akun Sharon Stone sehingga dia bisa kembali Bumbling.

Seperti diketahui bahwa Bumble adalah aplikasi kencan dan sosial yang berbasis lokasi yang memfasilitasi komunikasi antar pengguna yang berniat dalam pemasangan heteroseksual dan hanya pengguna perempuan yang dapat menjalin kontak pertama dengan para pengguna laki-laki yang dipasangkan. Sementara dalam pemasangan sesama jenis, setiap orang dapat mengirim pesan pertama. 


Views
Share:

10 PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019

MahessaBlog | Penemuan arkeologi megalopis zaman perunggu di Israel, penemuan jubah imam di Luxor, Mesir dan tembok kuno raksasa di Iran Barat adalah beberapa dari banyak kisah arkeologis luar biasa yang terungkap pada tahun 2019 ini. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sangatlah sulit untuk menentukan daftar 10 penemuan arkeologi terbesar, Namun kami akan menjatuhkan pilihan pada 10 penemuan arkeologi terbesar tahun 2019 ini seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

10. Penemuan Tengkorak Terpenggal


PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
(Image credit : Archaelogical Solutions)

Tahun 2019 dimulai dengan penemuan 17 kerangka yang kepala mereka dipenggal yang diletakkan diantara kaki-kaki pemiliknya di pemakaman Romawi Kuno berusia 1.700 tahun di desa Great Whelnetham di Suffolk, Inggris.

Baca Juga : Arkeologi Temukan Kuil Megalitikus Berusia 3.000 Tahun di Peru

Saat ditemukan, kepala mereka tampaknya telah dikeluarkan dari kepala mereka setelah kematian. "Sayatan melalui leher adalah postmorten dan ditempatkan dengan rapi tepat dibelakang rahang", kata Peachey seorang arkeolog dari Arcgaelogical Solutions, perusahaan yang bertanggung jawab untuk penggalian situs ini. 

Di kuburan ini selain 17 kerangka manusia, tidak ada abarang berbahaya lainnya yang ditemukan. meskinpun tulang mereka dalam kondisi yang cukup baik dengan mendapatkan nutrisi yang baik, Namun beberapa diantaranya menderita TBC yang umum terjadi pada komunitas pertanian pada saat itu.

Mengapa kepala-kepala mereka di penggal? Hal ini masih merupakan sebuah misteri, Namun kemungkinannya orang-orang kuno disana percaya bahwa kepala adalah wadah jiwa dan perlu disingkirkan agar seseorang dapat menuju akherat dengan tenang.

Baca Juga : 

9. Makam Paling Berwarna


PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image credit : Egyptian Ministry of Antiquities

Mesir telah banyak membocorkan rahasia kuno pada tahun 2019 ini. Sejauh ini penemuan paling berwarna adalah makam Khuwy yang berusia 4.400 tahun, seorang pejabat yang hidup pada masa piramida sedang dibangun.

Hieroglif yang ditemukan di makam menunjukkan banyak gelar Khuwy seperti "pengawas khentiu-dia dari Rumah Besar" salah satu dari Sepuluh Mesir Hulu dan teman satu-satunya dari Firaun, yang menunjukkan bahwa gelar ini adalah bahwa ia adalah seorang pejabat penting.

Namun yang membedakan penemuan ini adalah pelestarian lukisan warna-warni makam yang sangat luar biasa. Lukisan-lukisan ini seperti penggambaran kapal saat berlayar, orang Mesir yang sedang bekerja di ladang, dengan pola-pola rumit yang hanpir mustahil digambarkan dengan kata-kata. Warna-warna ini sangat menghidupkan lukisan serta masih terpelihara dengan sangat baik saat ditemukan.

8. Upaya Gagal Meninggalkan Afrika


PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image credit : Copyright Katerina Harvati/Eberhard Karls University of Tubingen

Jika pada awalnya Anda tidak berhasil mencoba, coba lagi. Itu pelajaran yang dipelajari oleh Homo Sapiens sekitar 210.000 tahun yang lalu seperti yang ditemukan pada sebuah tengkorak di sebuah gua disebelah selatan Yunani. Tengkorak yang ditemukan ini adalah contoh paling awal dari tengkorak Homo Sapiens yang ditemukan di luar Afrika dan mengungkapkan upaya manusia yang gagal untuk menyebar ke luar Afrika, kata para peneliti. 

Tetapi dimana Homo Sapiens, Neanderthal yang gagal berhasil. Tengkorak berusia 170.000 tahun yang ditemukan di gua yang sama mengungkapkan bahwa Neanderthal berkembang di wilayah itu untuk beberapa waktu.

Tidak lama kemudian Homo Sapiens berhasil menyebar ke luar Afrika, kata para ilmuwan. "Kami tahu dari bukti genetik bahwa semua manusia yang hidup saat ini dari luar Afrika dapat melacak nenek moyang mereka hingga penyebaran besar ke luar Afrika yang terjadi antara 70.000 - 50.000 tahun yang lalu. Dan pada akhirnya Homo Sapiens menjadi satu-satunya spesies hominid yang tersisa di planet ini setelah Spesies Neanderthal dan hominid lainnya punah.

Baca Juga : Arkeologi Temukan Kuil Mithraeum di Italia

7. Penemuan Valley of the King   


PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : Egyptian Ministry of Antiquities

Pada 11 Oktober 2019, Para arkeolog di Mesir mengumumkan sejumlah besar penemuan di Lembah Para Raja, dimana royalti dimakamkan sekitar 3.000 tahun yang lalu. Di Lembah Barat mereka menemukan kompleks bengekl tempat pekerja membuat bahan untuk makam. Disini ditemukan bengkel untuk mewarnai tembikar, membuat perabot dan membersihkan emas dan banyak yang lainnya. Mereka juga menemukan sebuah ruangan yang digali di lembah yang digunakan untuk mumifikasi, lengkap dengan sisa-sisa linen, tali dan bahan-bahan lain yang tersisa dari mumifikasi. Mereka juga menemukan kayu dengan dua cabang yang mungkin digunakan untuk forklif untuk memindahkan furniture.

6. Zaman Perunggu Megapolis

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : Assaf Peretz, Israel Antiquities Authority 

Megapolis adalah kota besar pada zaman perunggu awal pada 5.000 tahun yang lalu yang merupakan rumah bagi 6.000 populasi di temukan di situs En Esur, Israel. Jutaan pecahan tembikar, alat-alat dari batu, kapal batu basal dan sebuah kuil besar yang dipenuhi dengan tulang binatang dan patung-patung hewan ditemukan di situs ini.

Baca Juga : Arkeologi Temukan Megapolis Kuno di Israel

5. Bukti Batu untuk Pontius Polatus

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : Photo Courtesy Tel Aviv

Para arkeolog pada tahun 2019 menemukan jalan besar yang dibangun oleh Pontius Polatus di Yerusalem sepanjang 600 meter yang menghubungkan Kolam Siloam sebuah tempat dimana para penziarah dapat beristirahat untuk mandi dan mendapatkan air segar. Jalan di dekat Temple Mount, tempat paling suci di Yudaisme. 

Para peneliti mengatakan bahwa jalan itu dibangun oleh Pontius Polatus. Prefek Romawi di Yudea yag memimpin persidangan Yesus pada sekitar 30 - 31 SM. Catatan kuno mengatakan bahwa selain memimpin persidangan Yesus, Pontius Polatus juga menyita uang dari pembendaharaan suci untuk membangun saluran air, melanggar hukum agama Yahudi dan memukul orang-orang yang memprotes kepadanya.Sebelum penemuan ini, sangat sedikit bukti arkeologis yang terkait dengan Pontius Polatus yang ditemukan.

4. Cachette of the Priests

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : Egyptian Ministry of Antiquities

Para arkeolog berhasi menemukan 30 peti mati kayu yang diawetkan berukur sekitar 3.000 tahun di situs El-Assasif, sebuah Nekropolis dekat Luxor, Mesir pada tahun 2019 ini. Para peneliti menyebut penemuan ini sebagai "jubah para imam" karena dari beberapa mumi tampak seperti para pendeta Mesir Kuno. 

Peti mumi yang masih terawat dengan sangat baik ini terdapat 23 pria dewasa, lima wanita dewasa, dan dua anak-anak dimakamkan di 30 peti mati kayu.Analisis mumi dan terjemahan hieroglif masih diteliti namun lebih banyak temuan tentang Cachette ini kemungkinan akan selesai pada satu atau dua tahun mendatang. 

3. Penemuan Besar di Inggris

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : MAP Archeological Practice

Para arkeolog nerhasil menemukan sebuah makam kuno berusia 2.200 tahun yang berisi sisa-sisa seorang lelaki yang meninggal pada usia 40 tahun yang dimakamkan dengan perisai perunggu berdiameter 75 centimeter dengan dihiasi serangkaian pusaran kompleks yang nampak seperti bola yang menonjol dari pusatnya, sebuah kereta dan dua kuda dalam pose melompat yang dielu-elukan sebagai salah satu peninggalan zaman kuno yang paling penting.  

Pria yang ditemukan ini kemungkinannya adalah "anggota penting masyarakat" , kata Paula Ware, seorang arkeolog dari MAP Archeological Practice Ltd. Yang memimpin dan menemukan makam kuno ini di Pocklington, Inggris. 

2. Tembok Besar

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image credit : 2019 Maxar Technologies

Tembok yang membentang sejauh sekitar 115 kilometer didokumentasikan di Iran Barat antara Pegunungan Bamu di utara dan daerah dekat desa Zhaw Marg di selatan yang membutuhkan 35.000 meter kubik untuk membangunnya.

Tidak jelas kapan tembok besar ini dibangun atau siapa yang membangunnya dan mengapa? Namun tembikar yang ditemukan di samping dinding menunjukkan bahwa tembok besar ini dibangun antara abad ke-4 sampai abad ke-6 SM pada masa pemerintahan Parthia (247 SM - 224 M) atau Sassania (224-651 M), dua kerajaan besar yang berkembang saat itu di tempat ini.

1. Helm dari Tengkorak Anak-anak

PENEMUAN ARKEOLOGI TERBESAR TAHUN 2019
Image Credit : Sara Juengst

Penemuan arkeologi terbesar tahun 2019 selanjutnya adalah penemuan 2 bayi yang dimakamkan pada 2,100 tahun yang lalu ditemukan menggunakan helm yang terbuat dari tengkorak anak-anak lainnya. Dua bayi yang ditemukan ini terkubur bersama sembilan orang lainnya di situs Salango, di pantai Ekuador tengah.

Baca Juga : Arkeologi Bingung Saat Temukan 2 Bayi Dikubur Mengenakan Helm

Para arkelog mengatakan bahwa ini merupakan satu-satunya penemuan yang diketahui dimana tengkorak anak-anak digunakan sebagai helm untuk bayi yang dikuburkan. 


Editor : Rey Mahessa
Sumber : LiveScience.com

       

     
Views
Share:

ARKEOLOGI TEMUKAN KUIL MITHRAEUM DI ITALIA

ARKEOLOGI TEMUKAN KUIL MITHRAEUM DI ITALIA

ARKEOLOGI TEMUKAN KUIL MITHRAEUM DI ITALIA



MahessaBlog | Sekitar 1.600 tahun yang lalu, orang Romawi Kuno telah menyembah Dewa Mithras dalam kondisi kesadaran yang berubah dalam "Mithraeum of Coloured Marbles" kata para arkeolog yang menemukan sisa-sisa Kuil Mithraeum di Ostia, Italia baru-baru ini.

Artefak dan prasasti yang ditemukan di Kuil Mithraeum menunjukkan bahwa para penyembah menghormati kedua Mithras, dewa paling populer dalam Kekaisaran Romawi Kuno. 


Pada Kuil Mithraeum, lantai kamarnya terbuat dari batu marmer yang didekorasi dengan serangkaian warna yang mempesona. Selain itu di kamar ini para arkeolog juga menemukan sebuah bangku, sumur untuk ritual dan tempat tidur bunga semacam tanaman suci, kata pemimpin tim peneliti Max Victor David, seorang profesor sejarah dan budaya dari Universitas Bologna, Italia seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com baru-baru ini.

Di Kuil Mithraeum banyak terlihat ritual di masa jayanya seperti jamuan makan, upacara inisiasi dan juga pengorbanan hewan, kata David. Sementara orang-orang yang ikut dalam ritual, mungkin dalam keadaan kesadaran yang berubah. Dalam dunia kuno, kesadaran yang berubah sering dicapai melalui penggunaan tanaman psikotropika, kata David lebih lanjut.

Tempat Bagi Para Dewa

Orang Persia adalah orang pertama yang menyembah Dewa Mithras yang dikaitkan dengan cahaya dan matahari. Kultusnya menyebar hingga Kekaisaran Romawi dan menjadi sangat populer di Kekaisaran Romawi.


Menurut legenda, Mithras adalah seorang pemanah hebat yang sering berpergian dengan membawa obor, cautes dan Cautopatesnya. Seni yang ditemukan di salah satu kamar di Kuil Mithraeum menyinggung tentang ini dengan lukisan yang menggambarkan trisula dan panah. Gambar-gambar ini mungkin memiliki makna khusus dalam triologi Mithraic, kata David. Dia mencatat bahwa trisula (dengan tiga cabang) dapat menjadi referensi untuk Mithras dan dua pembawa obornya, sedangkan panah dapat mewakili ketrampilan Mithras dengan memanah.

Selain itu orang-orang Romawi Kuno yang mengunjungi Kuil Mithraeum di Italia mungkin juga untuk menyembah Dewa Kronos, dewa Yunani yang terkait dengan panen dan waktu itu sendiri. Misalnya, dalam satu prasasti yang ditemukan di Kuil Mithraeum mengatakan," Kepada Dewa Mithras yang tidak ditaklukan dan kepada dewa besar Kronos".

Sementara Dewa Mesir Isis mungkin juga di hormati di Kuil Mithraeum ini karena para peneliti juga menemukan pegangan gading Mesir, yang digunakan sebagai instrumens dalam sebuah ritual yang juga berfungsi sebagai jembatan antara pengikut Mithras dengan orang-orang pengikut Dewa Isis.


Selain itu para peneliti juga menemukan banyak struktur yang dulunya adalah "Caupona" sebuah kedai atau restoran, sebelumnya diubah menjadi Kuil Mithraeum.

Waktu penggunaan Kuil Mithraeum yang baru ditemukan ini sangat singkat. Pada awal abad kelima, agama Kristen telah menyebar luas di Ostia, Italia dan otoritas Romawi menjadi kurang toleran terhadap penyembahan Dewa Mithras dan dewa-dewa lainnya. Pada satu waktu pada abad kelima, Sumur Ritual di Kuil Mithraeum ditutup dan Mithraeum menutup pintunya.

Nama Mithraeum of Coloured Marbles adalah nama yang diberikan para arkeolog modern untuk bangunan ini.

      
Views
Share:

PARA ARKEOLOG TEMUKAN BATU MISTERIUS BERBENTUK MANUSIA BERUSIA 4.000 TAHUN

BATU MISTERIUS BERBENTUK MANUSIA
Salah satu batu misterius berbentuk manusia yang ditemukan di Finstown, Orkney / @Orkney.Com

MahessaBlog | Para arkeolog menemukan sembilan benda pahatan batu misterius yang tersebar disekitar perapian kuno di Daratan Orkney, sebuah kepulauan di lepas Pantai Skotlandia. Batu-batu misterius berbentuk manusia ini diperkirakan berasal dari 4.000 tahun yang lalu dan menyerupai sosok manusia dengan tubuh besar, leher, dan kepala yang berbeda.
Batu-batu yang memiliki tinggi 1,6 kaki (0,5 meter) ini ditemukan dalam struktur yang terdiri dari tiga batu, semacam struktur penguburan berbentuk kotak, dua perapian dan cincin parsial dari lubang-lubang yang diisi dengan pecahan batu seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.

Walaupun tidak diketahui apa tujuan bangunan ini dibangun, Tetapi benda-benda berbatu berukir yang baru ditemukan ini cukup penting, karena mereka tergabung dalam struktur salah satu perapian dan fondasi untuk salah satu batu berdiri.

Selain itu masih tidak begitu jelas apakah batu misterius berbentuk manusia ini berasal dari tahun 2.000 SM sengaja dibuat menyerupai manusia atau dibentuk seperti itu unutk tujuan lainnya. Batu-batu ini diukir dengan bentuk seperti kepala, bahu dan tubuh dengan menggunakan teknik yang disebut mematuk yaitu memotong batu dengan alat runcing yang beberapa diantaranya sangat mirip dengan bentuk manusia sementara yang lainnya lebih datar seperti natu tegak yang digunakan sebagai beban. Bobot batu-batu ini bisa digunakan sebagai penahan tali yang dapat membantu menahan atap bangunan.

Baca Juga : Misteri Penemuan Batu Tertua di Dunia Berusia 3,3 Juta Tahun

"Sebelumnya masih sangat jarang orang menemukan representasi tentang struktur prasejarah di Orkney dan ketika ditemukan mereka biasanya ditemukan secara individu atau dalam kelo,pok yang sangat kecil," kata Collins Richards dari University of the Highlands dan Istitute Arkeologi Kepulauan dalam sebuah pernyataan. "Jika mereka adalah patung-patung, untuk menemukan sembilan angka dalam satu struktur tentunya sangat menarik,".

Selain menemukan patung batu misterius berbentuk manusia, Tim arkeologi juga menemukan tanda-tanda bahwa orang-orang kuno bekerja di tanah 4.000 tahun yang lalu. Di parit terdekat, mereka menemukan tanda silang panjang yang kemungkinan dibuat oleh orang Ard atau pembajak prasejarah.   


Editor: Rey Mahessa
Sumber: LiveScience.com

    
Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook