ILMUWAN BERHASIL CIPTAKAN PITA SUARA PADA MUMI OTZI BERUSIA 5.300 TAHUN

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Pita Suara Pada Mumi Otzi Berusia 5.300 Tahun  


Mumi Otzi

Mahessa83 -Setelah 5.300 tahun terbaring kaku tanpa suara, Para ilmuwan berhasil mencipatakan Pita Suara Pada Mumi Berusia 5.300 Tahun. Dengan menggunakan CT-scan, Para ilmuwan berhasil meniru suara mumi otzi yang berasal dari zaman batu kuno secara mendalam.

Tim ini berhasil menciptakan pita suara, tenggorokan dan mulut pada mumi yang memungkinkan mereka dapat mengeluarkan suara secara digital dengan CT scan. 

Menurut Rolando Fustos, salah satu peneliti dan laryngologist dari Rumah Sakit San Maurizio di Bolzano, Italia mengatakan kepada Rossella Lorenzi dari Discovery News,"Kita tidak bisa mengatakan telah membangun kembali suara mumi otzi yang asli, karena kami telah kehilangan beberapa informasi penting dari mumi, Tetapi dengan dua pengukuran panjang dari kedua saluran vokal dan pita suara, kita telah mampu menciptakan pendekatan yang cukup handal untuk suara mumi,"

"Ini adalah titik awal untuk penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Penemuan ini telah dipamerkan pada Rabu, 21 September 2016 lalu selama Kongres Besar untuk merayakan ulang tahun ke-25 dari penemuan mumi di Alpen Otztal di Tirol Selatan.

Otzi ini ditemukan oleh dua orang pejalan kaki pada tahun 1991 dan selama 25 tahun para peneliti telah menganalisis apa yang terjadi dan hidup pada 3.300 SM selama era Chalcolithic  atau Zaman Tembaga.

Sejak digali dari dalam es, para ilmuwan telah mengetahui bahwa mumi otzi ini meninggal karena terbunuh oleh panah pada bahunya.

Dia mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit domba, kambing dan sapi serta pada tubuhnya terdapat 61 tato yang terbuat dari arang dan rempah-rempah.

"Namun tentu saja kita tidak tahu bahasa apa yang dipakai sewaktu ia berbicara pada 5.300 tahun yang lalu," kata salah seorang peneliti bernama Francesco Avanzini. "Tapi kita harus mampu menciptakan timbre vokalnya terdengar bahkan bisa membuat simulasi kata," ujarnya lebih lanjut.

Untuk dapat mendengar suara Otzi, tim menggunakan informasi fisik tentang tenggorokannya dan dikombinasikan dengan data pada energi akustik dan synthesizer digunakan untuk meniru suara itu.

Para peneliti membiarkan CT scan bekerja secara digital menggerakan lengan, tengkorak dan merekonstruksi tulang dan tulang untuk menggerakan lidah tanpa menyebabkan kerusakan apapun pada mayat yang telah rapuh.

Mumi Otzi

"Kami harus menghadapi tantangan untuk memindahkan posisi tangan mumi yang menutupi tenggorokannya,"  kata Franceso Avanzini, seorang ahli THT dan phoniatrician di Rumah Sakit umum kota kepada Discovery News.

"Dalam penelitian kami, ini adalah posisi terburuk yang tidak dapat Anda bayangkan. Selain itu Tulang Hyoid atau Lidah Tulang terserap dan terdislokasi," ujarnya.

"Meskipun CT scan dapat membuat bagian pada tubuh Mumi Otzi, Tim juga harus bergantung pada model matematika dan perangkat lunak lainnya untuk mensimulasikan bagaimana sistem suara bekerja untuk mendapatkan ide tentang kepadatan dan ketegangan dari pita suara dan ketebalan dan komposisi jaringan tenggorokan," kata Piero Cosi, seorang peneliti dari Institute of Cognitive Scineces of Teknologi, Dewan Riset Nasional di Padova. 

Dengan semua informasi yang ada, mereka memprediksi suaranya memiliki frekuensi antara 100 Hz hingga 150 Hz yang setara dengan suara laki-laki di zaman modern ini.

Otzi telah memberikan para ilmuwan banyak informasi tentang kehidupan selama Zaman Perunggu di Eropa tengah.

Pada awalnya para peneliti menduga ia mati beku pada badai salju, Tetapi CT scan telah mengungkaplam bahwa ia meninggal terkena panah batu api pada bahunya dimana pembuluh utamanya pecah.

Sementara tubuhnya menderita luka dan patah tulang yang menyebabkan kematiannya saat sedang berburu atau seorang prajurit yang tewas oleh musuhnya. Ia juga ditemukan menderita arthritis.

Tubuhnya juga penuh dengan parasit seperti cacing cambuk dan juga terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. 

Sementara pada DNA nya mumi otzi ini menunjukkan memiliki penyakit jantung tetapi juga telah memberikan wawasan yang berharga tentang nenek moyangnya. Sebuah penelitian baru menunjukkan orangtuanya tampak telah memiliki keluarga dari daerah sangat berbeda dari Eropa.

Sementara dari garis ibunya mungkin berasal dari Alpine, dan ayahnya berasal dari genetik yang ditemukan di Swedia dan Bulgaria.

Pada analisis perutnya telah menunjukkan ia makan daging rusa, Alpine Ibex, sup gandum dan roti.


sumber:dailymail

       
Views
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik artikel. Komentar yang tidak relevan dengan topik artikel akan terhapus.

Note: only a member of this blog may post a comment.

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook