Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

PULUHAN MUMI KUCING DAN PATUNG KUCING DITEMUKAN DI DEKAT PIRAMIDA MESIR KUNO

Mahessa Update |  Para peneliti di Mesir telah berhasil menemukan dan menggali beberapa mumi kucing bersama dengan 100 patung kucing kayu di sebuah komplek makam dekat Piramida Mesir yang dibangun untuk Firaun Userkaf yang telah memerintah Mesir dari tahun 2291 SM hingga 2289 SM seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.


PULUHAN MUMI KUCING DAN PATUNG KUCING DITEMUKAN DI DEKAT PIRAMIDA MESIR KUNO
Sisa-sisa puluhan mumi kucing ditemukan di komplek Saqqara, Mesir.
Sumber gambar: Photo Cortesy Egyptian Ministry of Antiqueties.


Komplek yang digunakan untuk penguburan kucing ini terletak di dekat lokasi Saqqara dan saat ini para arkeolog sedang memilah-milah karena keberadaan mumi kucing ini ada yang berasal dari tahun 717 SM hingga 222 SM.


Sejauh ini, puluhan Mumi Kucing telah ditemukan di tempat ini bersama-sama dengan patung patung kayu berbentuk kucing yang disepuh emas yang berasal dari waktu yang sama. Sebuah patung kucing yang terbuat dari perunggu menunjukkan Bastet, seorang Dewi Mesir yang muncul dalam bentuk kucing yang dalam mitologi Mesir Kuno, Bastet memiliki banyak kekuatan. Di lain sisi, dia adalah dewi pelindung yang bisa menangkis berbagai ancaman jahat. Di sisi lainnya, dia adalah seorang dewi yang berhubungan dengan musik, tarian dan kesenangan.

PULUHAN MUMI KUCING DAN PATUNG KUCING DITEMUKAN DI DEKAT PIRAMIDA MESIR KUNO
Patung perunggu yang menunjukkan Bastet, Dewi Mesir berbentuk kucing ditemukan bersama-sama dengan Patung Kucing.
Sumber gambar: Photo Courtesy Egyptian Ministry of Antiqueties.


Sementara sejumlah penemuan lainnya dibuat di dalam atau di dekat komplek, termasuk patung-patung yang menggambarkan singa, sapi, elang dan buaya. dua kumbang scarab mumi yang ditemukan dalam kotak dan dua mumi kobra yang ditemukan dalam sarkofagus berbentuk kobra.

Papyri yang berisi bab-bab dari "Book of the Dead" (serangkain mantra dan intruksi yang membantu almarhum menavigasi dunia bawah) juga ditemukan di situs ini.


Selain itu para arkeolog juga menemukan sisa-sisa mumi manusia, sisa-sisa makam yang dimaksudkan untuk manusia dan beberapa ukiran batu. Di tempat ini para arkeolog juga berhasil menemukan sisa-sisa keranjang, tali dan guci yang terbuat dari tanah liat,, alabaster dan juga perunggu.

PULUHAN MUMI KUCING DAN PATUNG KUCING DITEMUKAN DI DEKAT PIRAMIDA MESIR KUNO


PULUHAN MUMI KUCING DAN PATUNG KUCING DITEMUKAN DI DEKAT PIRAMIDA MESIR KUNO

Saat ini penggalian masih tetap berlangsung dan itu akan kadang-kadang sebelum arkeolog dapat menentukan kapan pesisnya tanggal dan apa yang dikatakan papirus dan batu. Sementara beberapa ukiran dan makam tetap berasal dari dinasti kelima atau keenam (2465 SM - 2.150 SM), Saat ketika piramida sedang dibangun di Mesir.


Sebuah tim dari Kementerian Mesir telah menggali situs Mumi Kucing ini sejak bulan April 2018 dan sebagian lainnya telah digali antara tahun 2008 dan 2013 oleh tim arkeologi Perancis. 

Views
Share:

BEGINILAH CARA ORANG KUNO PERU BERTAHAN DI PEGUNUNGAN ANDES YANG MENGERIKAN

Mahessa Update | Pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, Orang Kuno Peru yang hidup di Pegunungan Andes yang mengerikan telah mengembangkan diri yang lebih besar dan tekanan darah yang sedikit lebih rendah untuk beradaptasi, untuk bertahan hidup menjadi lebih baik pada ketinggian pegunungan Andes yang sangat berbahaya. 


BEGINILAH CARA ORANG KUNO PERU BERTAHAN DI PEGUNUNGAN ANDES YANG MENGERIKAN
Dua mahasiswa pascasarjana dan seorang penduduk desa setempat menggali sebuah pemakaman di Jiskairumoko di Peru, Sumber gambar: LiveScience.com

Meskipun faktor kehidupan disana sangat keras, Andes dihuni relatif awal setelah masuk ke Benua Amerika Selatan. Sifat Adaptif yang diperlukan untuk kehidupan permanen mungkin telah dipilih dalam waktu yang singkat pada urutan beberapa ribu tahun, seperti yang kami lansir dari laman LiveScience.com.


Temuan para arkeologi menunjukkan bahwa pemburu-pengumpul mulai menetap di dataran tinggi Anden setidaknya sekitar 12.000 tahun yang lalu dan pendudukan permanen setidaknya telah di mulai sejak 9.000 tahun yang lalu. Untuk mempelajari tentang Cara Orang Kuno Peru yang tinggal disekitar Danau Titicaca, Para peneliti menganalisis DNA dari orang-orang kuno dan modern di wilayah ini.

Tim il,uwan mengumpulkan DNA dari sisa-sisa tujuh orang kuno Peru yang ditemukan di situs-situs dari salah satu dari tiga periode budaya yang berbeda. Soaro Mik'aya Patjxa, sebuah situs berusia 8.000 hingga 6.500 tahun tempat para pemburu dan pengumpul tinggal. Sedangkan Kaillachuro, sebuah situs berusia sekitar 3.500 tahun yang orang-orangnya beralih dari mencari makan di pertanian dan Situs Rio Uncallane, serangkaian kuburan gua-gua yang berusia sekitar 1.800 tahun yang lalu.


Kemudian para ilmuwan membandingkan DNA purba ini dengan DNA dari populasi Amerika Selatan Kuno dan modern yang menghuni dataran rendah serta dataran tinggi Anden dari dari penduduk asli Amerika Kuno lainnya yang hidup lebih jauh dari Pegunungan Anden.

BEGINILAH CARA ORANG KUNO PERU BERTAHAN DI PEGUNUNGAN ANDES YANG MENGERIKAN
Salah satu kuburan gua tempat jenazah manusia ditemukan. Sumber gambar:LiveScience.com 

Selain adaptasi jantung dan darah yang ditemukan, di dataran tinggi, analisis menunjukkan bahwa populasi rendah dan tinggi meningkat sekitar 8.750 tahun yang lalu, ketika orang kuno Peru hidup secara permanen di Pegunungan Andes. Angka ini lebih awal dari era yang dikutip sebelumnya yang hanya menggunakan genom modern untuk memperkirakan perbandingan.

Adapun gen yang terkait dengan pencernaan pati, mungkin adaptasi ini terkait dengan transisi dataran tinggi dari berburu dan berkumpul ke makanan bertani seperti jagung, dan kentang. Sebaliknya, penduduk dataran rendah kuno tidak memiliki adaptasi ini yang mungkin mereka cenderung menjadi pemburu-pengumpul, kata para peneliti.


Penelitian ini juga menjelaskan migrasi orang Amerika pertama. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang Amerika pertama menyimpang dari nenek moyang mereka di Siberia dan Asia Timur hampir 25.000 tahun yang lalu. Orang-orang ini menuju jembatan selat Bering, Selat selama zaman es terakhir dan akhirnya menyimpang menjadi dua populasi, satu yang tinggal di Amerika Utara dan satu lagi yang akhirnya melakukan perjalanan ke Amerika Selatan.

Temuan baru ini menunjukkan bahwa kelompok Amerika Utara dan Amerika Selatan kemungkinan terpecah sekitar 14.750 tahun yang lalu. Yang setuju dengan temuan dari situs arkeologi sekitar 14.500 tahun di Monte Verde di Chile Selatan, kata para peneliti.

        
Views
Share:

LUKISAN HEWAN TERTUA DI DUNIA DITEMUKAN DI GUA KALIMANTAN

Mahessa Update | Sebuah lukisan hewan tertua di dunia berusia sekitar 40.000 tahun yang menggambarkan binatang buas seperti sapi liar ditemukan di sebuah gua di Pulau Kalimantan, Indonesia. Penemuan ini menunjukkan bahwa seni gua figuratif, salah satu inovasi paling signitifkan dalam budaya manusia, tidak dimulai dari Eropa seperti yang banyak dipikirkan para ilmuwan. Tetapi di mulai di Asia Tenggara selama zaman es berakhir, kata para peneliti.

LUKISAN HEWAN TERTUA DI DUNIA
Hewan seperti Sapi liar ini merupakan Lukisan Hewan Tertua Di Dunia yang telah berusia sekitar 40.000 tahun yang lalu. Gambar: Luc-Henri Page.


Menggambar binatang, pencapaian itu sendiri, mungkin merupakan pintu gerbang untuk mengilustrasikan aspek-aspek lain dari pengalaman manusia selain berburu dan menari. "Awalnya manusia membuat lukisan figuratif dari hewan besar dan mereka kemudian mulai menggambarkan dunia manusia," kata studi peneliti utama Maxime Aubert, seorang arkeolog dan geokomiawan di Griffith University di Australia.

Karya seni kuno ini lukisan hewan tertua di dunia ini ditemukan di dinding gua batu kapur yang terpencil di pegunungan terjal dan terpencil di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Sebenarnya para peneliti telah mengetahui tentang gambar hewan tertua di dunia ini sejak tahun 1994. tetapi mereka tidak tahu kapan ilustrasinya dibuat sampai sekarang, kata Aubert, yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Indonesia (ARKENAS) dan Institute Teknologi Bandung (ITB).

Para peneliti mengumpulkan sampel kalsium-karbonat dari Lukisan Hewan di Gua Kalimantan sehingga mereka bisa mengetahui usia uranium seri, teknik yang dimungkinkan oleh pelusuran radioaktif. Ketika air hujan merembes melalui batu kapur, hal ini dapat melarutkan sejumlah kecil uranium, Aubert mengatakannya kepada LiveScience.com.

Ketika uranium (unsur radioaktif) meluruh, ia berubah menjadi elemen thorium. Dengan mempelajari rasio uranium hingga thorium dalam kalsium karbonat (batu kapur) yang melapisi lukisan gua, para peneliti menentukan berapa lama lapisan awal itu tercipta.


Seni figuratif tertua di dunia mungkin berupa hewan misteri seperti spesies hewan liar yang pernah menginjak hutan Kalimantan pada sekitar 40.000 tahun yang lalu, kata Aubert. Sebelumnya diketahui bahwa Lukisan Hewan Tertua Di Dunia adalah lukisan babi rusa berusia 35.400 tahun yang pernah ditemukan di Pulau Sulawesi, Indonesia, kata Aubert lebih lanjut.

Karya Seni Selama Berabad-abad

Hasil tim menunjukkan bahwa karya seni kuno di Kalimantan Timur dibuat selama tiga periode yang berbeda. Fase pertama yang berusia antara 52.000 - 40.000 tahun yang lalu termasuk lukisan tangan dan hewan oker-orange-oker berwarna orange seperti banteng (Bos javanicus), sejenis ternak liar yang masih hidup di hutan Kalimantan, sapi liar dan lain sebagainya kata Aubert.

Perubahan besar terjadi ketika zaman es berakhir sekitar 20.000 tahun yang lalu. yang menyebabkan gaya baru seni cadas yang berfokus pada dunia manusia. Para seniman pada periode ini lebih menyukai warna gelap murbei-ungu dan lukisan tangan yang di cat. tanda-tanda abstrak dan figur mirip manusia yang memakai hiasan kepala yang rumit dan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti berburu atau tarian ritual kata para peneliti.


"Kami tidak tahu apakah jenis-jenis seni gua yang berbeda ini berasal dari dua kelompok manusia yang berbeda atau apakah itu mewakili evolusi budaya tertentu," kata Aubert. "Kami sedang merencanakan penggalian arkeologi di gua-gua itu untuk menemukan informasi lebih lanjut tentang para seniman yang tidak dikenal ini,".

LUKISAN HEWAN TERTUA DI DUNIA
Tangan-tangan berwarna murbei ini di lukis diatas stensil tangan yang lebih tua dan kemerahan yang ditemukan di Gua Indonesia. Kedua gaya ini diciptakan setidaknya sekitar 20.000 tahun yang lalu. Gambar: Kinez Riza.

Fase terakhir seni cadas termasuk figur manusia. perahu dan desain geometris yang kebanyakan digambar dengan pigmen hitam, kata para peneliti. Jenis seni ini ditemukan ditempat lain di Indonesia yang mungkin berasal dari petani Neolitik Asia yang pindah ke wilayah ini sekitar 4.000 tahun yang lalu, kata para peneliti.

Selama zaman es berakhir, Kalimantan, Pulau Terbesar Ketiga Di Dunia berada di tepi paling timur di Eurasia.

"Sekarang tampaknya bahwa dua provinsi seni gua di Indonesia muncul pada saat yang sama di pelosok-pelosok terpencil Eurasia Paleolitik Satu di Eropa dan dua di Indonesia di ujung zaman es ini," kata rekan peneliti Adam Brumm, seorang rekanan Profesor arkeologi di Griffith University.

Ada kemungkinan bahwa seni cadas menyebar dari Eurasia ke Pulau Sulawesi, Indonesia, tempat gambar babi rusa berada, sebelum menjajah manusia menyebar lebih jauh ke tempat-tempat lain di bumi seperti ke Australia, kata Aubert.


Temuan baru Lukisan Hewan Tertua di Dunia ini menunjukkan bukti lebih lanjut bahwa "seni paling awal terdiri dari hewan besar dicat dengan gaya yang sangat naturalistik, dengan penekanan pada otot dan bentuk tubuh hewan," kata Susan O'Connor, seorang profesor arkeologidi College of Asia & Pasific di Australian National University, yang tidak terlibat dengan penelitian.

LUKISAN HEWAN TERTUA DI DUNIA
Lukisan Gua ini berusia sekitar 13.600 tahun yang lalu yang mungkin mereka tertarik pada ketinggian maksimum Glasial terakhir, sekitar 20.000 tahun yang lalu. Gambar: Pindi Setiawan.

Lokasi lukisan kuno hewan tertua di dunia dan lukisan tangan in mungkin menandai perjalanan manusia modern pertama saat mereka bergerak melalui daratan Asia dan keluar ke Pulau Wallacea, yang berada di antara daratan dan benua kontimental (Australia dan New Guinnea yang bergabung pada saat ini). Mereka mungkin telah menggunakan seni untuk menandai dan memanusiakan bentang alam baru dan asing ini.

Seni Lukisan Kuno Hewan Tertua Di Dunia yang baru ditemukan ini cocok dengan gambaran yang muncul dari manusia purba Homo Sapien yang meninggalkan Afrika antara sekitar 70.000 - 60.000 tahun yang lalu dan begitu mereka menyebar di seluruh  Eurasia, mereka berkembang, setelah sekitar 40.000 tahun yang lalu keinginan atau kemampuan untuk menghasilkan seni figuratif,", Christopher Henshilwoodm, Direktur Pusat Perilaku Sapiens Awal di Universitas Bergen di Norwegia yang tidak terlibat dengan penelitian ini mengatakannya kepada LiveScience.com. 


Temuan Lukisan Hewan Tertua Di Dunia dari Indonesia ini telah menambah pengetahuan kita tentang evolusi seni figuratif yang mungkin yang pertama di Asia, kemudian di Eropa dan Afrika. (Seni Lukis Hewan Tertua Di Afrikatelah ada sejak 30.000 tahun yang lalu di Gua Apollo 11 di Namibia).

       .                  
Views
Share:

10 ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Mahessa Update | Sejenak lupakan dulu kehidupan peradaban modern dan mulailah berpetualang di alam terbuka yang menakjubkan di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Disini Anda akan menemukan keindahan alam yang sangat luar biasa, keunikan budayanya serta kenikmatan kuliner dan keramahtamahan masyarakatnya.


ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berkunjung ke Kabupaten Sikka seolah Anda berkunjung ke planet lain, Ya, karena di Kabupaten Sikka Anda akan menemukan hal-hal yang luar biasa dan mencengangkan. Selain memiliki keindahan pantainya yang menawan, Disini Anda juga dapat menyaksikan 10 Atraksi Budaya Kabupaten Sikka yang pastinya akan membuat kamu takjub menyaksikannya.

BACA JUGA : Ritual Pemakaman Aneh Tana Toraja

Berikut 10 Atraksi Budaya Kabupaten Sikka yang bikin kamu takjub saat mengunjunginya.

1.  Atraksi Budaya Patikarapau


ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Patikarapau atau potong kerbau adalah salah satu atraksi budaya kabupaten Sikka yang bikin kamu takjub. Atraksi ini merupakan upacara kegembiraan masyarakat Palue yang memiliki makna relasi dengan Wujud Tertinggi, leluhur dan alam. Upacara ini dimulai dengan menyembelih seekor kerbau disekitar Mesbah oleh Lakimosa. 

Sementara itu masyarakat adat dengan wajah yang berseri menari dengan memainkan musik tradisional Palue sehingga upacara adat ini semakin menarik untuk Anda saksikan. Jika Anda ingin menyaksikan Atraksi Budaya Patikarapau di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini hanya dapat Anda saksikan setiap lima tahun sekali.

2. Atraksi Budaya Tua Reta Lou

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berjarak sekitar 6 kilometer ke arah timur Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Anda akan menemukan sebuah kampung bernama Watublapi, Tempat proses tenun ikat dibuat sekaligus di demontrasikan kepada para wisatawan oleh Sanggar Bliransina. Selain itu di tenpat ini Anda akan disuguhkan dengan berbagai tarian yang salah satunya adalah "Tua Reta Lou" yang menceritakan tentang pengintaian musuh pada saat perang.

BACA JUGA : 10 Senjata Khas Indonesia Paling Terkenal

3. Atraksi Adat Gren Mahe

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Gren Mahe adalah sebuah ritual tradisional masyarakat Tana Ai yang berada di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Upacara ini merupakan simbol persaudaraan. perdamaian sekaligus keberanian mayarakat Tana Ai. Selain itu upacara Gren Mahe merupakan upacara pemujaan terhadap Tuhan YME dan leluhur mereka. Upacara ini diselenggarakan setiap 3 - 5 tahun sekali tergantung kesiapan ekonomi masyarakat, karena upacara ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

4. Atraksi Budaya Ule Nale

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berlokasi di Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Anda dapat menyaksikan proses penangkapan cacing laut yang disebut Ule Nale dengan masyarakat setempat yang biasanya dilaksanakan setiap tahun sekali yaitu pada minggu ketiga prapaskah.

5. Atraksi Budaya Loka Poo

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berlokasi di Desa Wolowiro, Bu Utara, Renggarasi, Detebingu, Bu Selatan dan Wolowiro, Kabupaten Sikka, Loka Poo adalah suatu upacara persembahan sesajen kepada para leluhur berupa nasi yang ditanak dalam bambu serta daging ayam atau babi yang diselingi dengan tarian adat Ai Nggaja. Jika Anda ingin menyaksikan atraksi budaya Kabupaten Sikka ini Anda dapat mengunjungi pada waktu sebelum musim padi karena upacara adat ini bertujuan agar hasil panen yang didapatkan melimpah ruah.

BACA JUGA : Arkeologi Temukan Seni Rupa Prasejarah Di Pulau Kisar, Maluku

6. Atraksi Budaya Loka Mase

Berlokasi di Feondari, Desa Wolodhesa, Upacara adat Loka Mahe adalah upacara persembahan sesajen yang ditujukan untuk para leluhur yang diselingi dengan tarian adat. Upacara ini dimaksudkan untuk meminta turunnya hujan dan menolak bencana kekeringan dan hama tanaman. Jika Anda ingin mengikuti upacara ini, datanglah pada setiap bulan Oktober setiap tahunnya.

7. Upacara Adat Gareng Lameng

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berlokasi di Desa Pruda Werang, Tana Rawa, Darat Gunung, Natar Mage dan Ile Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Upacara Adat Gareng Lameng adalah upacara penyunatan secara adat bagi pria yang dilakukan oleh pemangku adat. Upacara ini dilaksanakan untuk menuju pendewasaan bagi pria. 

8. Upacara Adat Tu Teu

Berlokasi di Ngalu, Desa Reruwairere, Tubu Kobe desa Maluriwu, Upacara Adat Tu Teu adalah upacara adat ketika hama tikus terjadi. Dalam upacara ini tikus yang berhasil ditangkap dimasukkan ke dalam dua batang bambu yang memiliki delapan ruas yang dirancang dalam bentuk perahu. Kemudian batang bambu ini dihanyutkan ke sungai sambil diiringi musik dan tarian tradisional dan yang pastinya akan membuat kamu takjub menyaksikan Atraksi Budaya di Kabupaten Sikka ini.

9. Upacara Adat Pire Tana

ATRAKSI BUDAYA KABUPATEN SIKKA YANG BIKIN KAMU TAKJUB

Berlokasi di Watugete (Mahe Natar Mage) Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Upacara Adat Pire Tana adalah suatu upacara sesajen berupa penyembelihan hewan kurban berupa kambing atau babi pada hari pembukaan dan dilanjutkan dengan tidak melakukan kegiatan kerja selama lima hari berturut-turut. Pire Tare atau pantang bekerja ini meliputi wilayah desa Natkoli, Egon Gahar, Hebing dan juga Hale.

BACA JUGA : 10 Ikon Daerah Paling Terkenal di Indonesia

10. Upacara Adat Tige Temu

Berlokasi di Nanga, Desa Koja Gete, Kecamatan Maumere, Anda juga dapat menyaksikan Atraksi Budaya Kabupaten Sikka berupa Upacara Adat Tige Temu yaitu upacara sesajen kepada dua Loke Leluhur yang empunya satwa liar seperti babi hutan, dan rusa agar hewan liar ini tidak merusak tanaman padi para petani. Dua Loke adalah perempuan tua yang di usir dari Getang, Desa Kokowahor, Kecamatan Kewapanteyang dituduh Suanggi. Dua Lake bersama cucu perempuannya meninggalkan Getang menuju Nanga hingga akhirnya menetap disini.  


sumber: nttprov.go.id

      
Views
Share:

SAKSIKAN FESTIVAL YA'AHOWU 2018 DI PULAU NIAS

Mahessa Update | Setelah sukses menyelenggarakan Seri Kualifikasi World Sea League Nias Pro 2018 pada tanggal 24 Agustus 2018, Kini pada bulan November 2018, Pulau Nias kembali menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara dengan menyelenggarakan festival budaya langka Festival Ya'ahowu 2018 pada tanggal 16 - 20 November 2018. 

SAKSIKAN FESTIVAL YA'AHOWU 2018 DI PULAU NIAS

BACA JUGA : 10 Festival Budaya Paling Unik Di Indonesia

Tandai kalender Anda dan persiapkan diri Anda untuk pengalaman yang benar-benar menyenangkan di Festival Ya'ahowu 2018 di bulan November ini.

Berpusat di Nias Selatan, selama lima hari berturut-turut berbagai pertunjukkan seni yang menarik dengan tradisi budaya dari seluruh Pulau Nias. Semua pemerintah kabupaten dan semua suku Pulau Nias telah berjanji untuk menampilkan pertunjukkan seni dan budaya terbaik mereka.


Selain itu pada Festival Ya'ahowu 2018 ini, Pengunjung akan diperlakukan secara istimewa. Festival ini akan menampilkan tarian perang besar-besaran yang melibatkan 1.000 penari. Selain itu ada juga festival budaya melompat batu yang unik dengan bertelanjang kaki yang disebut Fahombo yang diikuti oleh sekitar 100 pemuda Nias yang berani.

SAKSIKAN FESTIVAL YA'AHOWU 2018 DI PULAU NIAS
Tradisi Melompat Batu di Pulau Nias

Pemandangan yang benar-benar menarik untuk dilihat. Selain bertujuan untuk melestarikan seni budaya asli Pulau Nias dan menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Nias, Kedua acara ini juga bertujuan untuk menciptakan rekor baru di Museum Rekor Indonesia (MURI).


Selain dapat menyaksikan Festival Ya'ahowu 2018, Anda juga dapat menyaksikan Festival Parade Ya'ahowu Nias di Kota Teluk Dalam yang akan menampilkan adat tradisional Nias yang unik, pelampung hias berwarna-warni serta atraksi budaya menarik lainnya seperti FamoziGondra, Orahu, Fame Afo dan lain sebagainya.

SAKSIKAN FESTIVAL YA'AHOWU 2018 DI PULAU NIAS
Parade Ya'ahowu Nias

Untuk dapat lebih jauh lagi mengetahui keajaiban Nias, Pada Festival Ya'ahowu 2018 ini juga akan dilengkapi dengan pameran produk-produk unggulan Pulau Nias serta kuliner khas Pulau Nias dalam Festival Makanan & Barbeque Laut Ono Niha serta permainan menarik lainnya termasuk kompetisi bola volley.

Menurut penduduk Pulau Nias, Kata Ya'ahowu adalah sapaan umum di antara orang-orang Nias. Kemanapun Anda berpergian di Pulau Nias, Anda pasti akan disambut oleh penduduk setempat dengan kata "Ya'ahowu". Sapaan khas yang diberikan di pagi, siang dan sore hari disetiap kesempatan. 


Sebuah sapaan khas dari kelompok Suku Nias, Ya'ahowu terdiri dari dua kata, yaitu howu-howu yang berarti berkahdan ketika ditambahkan dengan kata Ya, itu berarti semoga Tuhan memberkati Anda.

Untuk mencapai Pulau Nias di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Garuda Indonesia melayani penerbangan harian dua kali sehari dari Bandara Kualanamu, Medan ke Bandara Binaka di Gunung Sitoli, Pulau Nias. Selan Garuda Indonesia, Wings Air juga melayani Anda dari kota Medan - Gunung Sitoli dengan 5 penerbangan sehari dan satu penerbangan harian dari kota Padang, Provinsi Sumatera Barat menuju Gunung Sitoli di Pulau Nias.

Nah selain dapat menikmati keindahan pantai-pantai di Pulau Nias yang indah dan mempesona serta merasakan keganasan gelombak ombak Pantai Sorake dengan berselancar, Anda juga akan mendapatkan pengalaman yang unik pada Festival Ya'ahowu 2018 ini.


sumber:indonesia.travel
   

      
Views
Share:

MENGENAL ADAT SUNDA DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG, BOGOR

Mahessa Update | Jika Anda ingin mengenal Adat Sunda, Datanglah ke Kampung Budaya Sindang Barang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Di kampung ini setidaknya terdapat 20 rumah adat Sunda Sindang barang yang telah direkontruksi dan direvatalisasi. Rumah-rumah ini memiliki fungsi yang berbeda mulai dari tempat tinggal warga, lumbung padi, balai tempat berkumpul hingga penginapan.


MENGENAL ADAT SUNDA DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG, BOGOR

Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke-12 dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam Pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang.

Kampung Budaya Sindang Barang adalah salah satu kampung adat dari 20 kampung adat di Jawa Barat yang hingga kini masih mempertahankan aspek kebudayaan lokal Kerajaan Pajajaran dimana terdapat 78 lokasi situs sejarah Pakuan Sindang Barang.


Sementara rumah kepala adat atau Imah Gede terletak di tempat yang paling tinggi dari rumah lainnya dengan rumah sang Gilang Serat atau sekertaris berada disamping Imah Gede. Tidak jauh dari Imah Gede terdapat saung yang disebut Saung Talu yang berbentuk seperti sebuah panggung besar dengan alat musik di dalamnya seperti Angklung dan Gamelan. Saung ini berfungsi sebagai tempat pertunjukan kesenian Sunda.

Di masing-masing rumah adat terdapat kelenting angin yang terbuat dari daun pohon rotan yang dipercaya dapat mengusir mahluk ghaib. Sementara itu di depan Imah Gede terdapat alun-alun yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan upacara adat yang biasanya diselenggarakan setiap tahun sekali.

MENGENAL ADAT SUNDA DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG, BOGOR

Upacara Adat Sunda Sindang Barang ini disebut Adat Seren Taun yaitu upacara pesta panen raya yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu oleh masyarakat Sunda Ladang. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Upacara ini diselenggarakan pada setiap bulan Muharam selama 7 hari meliputi upacara ritual dan penampilan seni tradisional yang dihadiri hampir oleh seluruh masyarakat desa.

MENGENAL ADAT SUNDA DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG, BOGOR

MENGENAL ADAT SUNDA DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG, BOGOR

Di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor Anda dapat mempelajari Budaya Sunda Sindang Barang sambil belajar seni tari jaipongan dan pencak silat Cimande. Tidak hanya itu, Anda juga dapat bermain permainan tradisional sunda seperti engrang, dampu, bakiak dan memanah ditengah suasana persawahan yang indah dan menenangkan jiwa. 


Akses Menuju Kampung Budaya Sindangbarang, Bogor

Berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Bogor, Kampung Budaya Sindang barang berada diantara pemukiman warga Kampung Sindangbarang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Untuk mengunjungi Kampung Sindangbarang, selain dengan menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga dapat menaiki angkutan umum dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.


sumber: pesonatravel.


Views
Share:

10 KOTA TERTUA DI DUNIA YANG MASIH BERDIRI HINGGA SEKARANG

Mahessa Update | Artikel ini berisi daftar kota-kota masa kini yang telah ada sejak zaman kuno dan kota-kota ini masih tetap berdiri hingga sekarang. Kota-kota Tertua di Dunia ini memiliki bangunan dengan arsitektur yang sangat indah dengan cerita-ceritanya yang sangat luar biasa. Namun sangat sedikit kota kuno yang masih berdiri hingga kini, Ada sedikit ketidaksepakatan tentang catatan sejarah, Jadi kami telah menambahkan beberapa kota ke daftar 10 Kota Tertua Di Dunia karena makna agama atau budaya setempat.


Berikut 10 Kota Tertua Di Dunia yang masih berdiri hingga sekarang yang kami lansir dari laman wonderlist.com.  

1. Yericho, Wilayah Palestina

KOTA TERTUA DI DUNIA

Yericho adalah sebuah kota di Palestina yang terletak di tepi Sungai Yordan di tepi barat. Kota ini pernah di duduki oleh Yordania pada tahun 1948 hingga 1967. Kontrol administrasi diserahkan kepada Otoritas Palestina pada tahun 1994. Kota ini dikenal dengan tradisi Yahudi-Kristen sebagai tempat kembalinya orang Israel dari perbudakan di Mesir yang dipimpin oleh Joshua, penerus Musa. Para arkeolog telah menggali sisa-sisa lebih dari 20 pemukiman di Jericho. Yang pertama berasal dari 11.000 tahun yang lalu (9.000 SM) atau hampir sampai pada awal periode Holocene dalam sejarah Bumi.

2. Byblos, Lebanon

KOTA TERTUA DI DUNIA

Kota Tertua Di Dunia selanjutnya adalah Byblos di Lebanon. Kora ini didirikan oleh Gebal oleh Fenisia. Byblos diberi nama oleh orang-orang Yunani yang mengimpor papirus dari kota. Wilayah ini adalah sebuah kota Mediterania di Gunung Lebanon, Gubernuran Lebanon masa kini di bawah nama Arab Jubayl saat ini dan juga disebut sebagai Gibelet selama Perang Salib. Kota ini diyakini telah diduduki pertama kalinya pada tahun 8.800 SM hingga 7.000 SM. dan menurut fragmen yang dikaitkan dengan perang Pra-Trojan , Sejarawan Phoenician Sanchunniathon, kota ini dibangun oleh Cronus sebagai kota pertama di Phoenicia. Saat ini Byblos diyakini sebagai Kota Tertua Di Dunia yang dihuni terus menerus hingga sekarang.

3. Aleppo, Suriah

KOTA TERTUA DI DUNIA

Aleppo adalah salah satu kota tertua di dunia yang dihuni terus menerus hingga sekarang. Kota ini mungkin telah dihuni sejak milenium ke-6 SM. Kota paling padat di Syria dengan sekitar 4,4 juta orang, Aleppo didirikan sebagai Halab di sekitar 4,300 SM. Seperti situs kuno yang ditempati oleh kota modern ini hampir tidak tersentuh oleh para arkeolog. Kota ini berada dibawah kendali Hattite sampai sekitar 800 SM. Sebelum melewati Asyur, tangan Yunani dan Persia. Kota ini kemudian diduduki oleh Romawi , Bizantium dan Arab. Dikepung oleh Tentara Salib dan kemudian diambil oleh Mongol dan Ottoman.


4. Damaskus, Suriah

KOTA TERTUA DI DUNIA

Damaskus adalah ibukota dan kota terbesar kedua di Syria setelah Aleppo. Damaskus yang biasa dikenal di Suriah sebagai ash-Sham dan dijuluki sebagai Kota Melati, Dikutip oleh beberapa sumber sebagai kota tertua yang dihuni di dunia. Damaskus mungkin telah dihuni sejak awal 10.000 SM namun ini masih diperdebatkan. Hal ini menjadi penyelesaian penting setelah kedatangan orang Aram yang membangun jaringan kanal yang masih membentuk basis jaringan air modernnya. salah satu penaklukan Alexander Agung , Damaskus, sejak itu menjadi milik Romawi, Arab, dan Ottoman. Saat ini, Damaskus telah menjadi daya tarik wisatawan karena sejarahnya.

5. Susa, Iran

KOTA TERTUA DI DUNIA

Susa adalah kota kuno dari kerajaan Elam, Persia dan Parthia di Iran. Terletak di Pegunungan Zagros di sebelah timur Sungai Tigris, di antara Sungai Karkheh dan Sungai Dez. Dalam literatur bersejarah, Susa muncul dalam catatan Sumeria paling awal. mis di Enmenkar dan Tuhan Aratta itu digambarkan sebagai slah satu tempat yang patuh kepada Inanna, Dewa pleindung Uruk. 

Dalam sejarah Urban, Susa adalah salah satu kota tertua di dunia. Berdasarkan C14, Susa telah ada sejak 4395 SM. Kota modern Shush di Iran terletak di situs Susa Kuno. Shush adalah ibukota administratif Provinsi Shush Country di Khuzestan di Iran.

6. Faiyum, Mesir

KOTA TERTUA DI DUNIA

Faiyum adalah sebuah kota di Mesir Tengah terletak sekitar 130 kilometer barat daya Kairo. Tempat ini adalah ibukota dari Faiyum Givermorate modern. Kota ini menempati dari bagian situs kuno Crocodilopolis. Didirikan pada sekitar 4000 SM, Faiyum adalah kota tertua di Mesir dan salah satu kota tertua di Afrika. Sekarang, kota Faiyum terdiri dari beberapa bazaar besar, masjid dan pemandian. Sedangkan Piramida Lehim dan Hawara ditemukan di dekatnya.


7. Sidon, Lebanon

KOTA TERTUA DI DUNIA

Sidon adalah kota terbesar ketiga di Lebanon yang terletak di Govermorate selatan Lebanon di pantai Mediterania sekitar 40 kilometer sebelah utara Tyre dan 40 kilometer disebelah selatan ibukota Beirut. Kota ini merupakan salah satu kota penting dan mungkin yang tertua di dunia. Kota-kota Phoenician adalah basis kerajaan Mediterania yang hebat dari bangsa Fenisia tumbuh. Baik Yesus maupun St, Paulus dikatakan telah mengunjungi Sidon seperti yang dilakukan Alexander Agung yang merebut kota ini pada 333 SM.

8. Plovdiv, Bulgaria

KOTA TERTUA DI DUNIA

Plovdiv adalah kota terbesar kedua di Bulgaria setelah Sofia. Plovdiv pada mulanya merupakan pemukiman Trusia sebelum menjadi ibukota utama Romawi. Kota ini kemudian jatuh ke tangan Bizantium dan Ottoman. sebelum menjadi bagian negara Bulgaria. Kota ini adalah pusat budaya utama yang menawarkan banyak sisa-sisa kuno. seperti amfiteater Romawi dan saluran air serta pemandian Ottoman.

9. Gaziantep, Turki

KOTA TERTUA DI DUNIA

Gaziantep adalah sebuah kota di Turki tenggara dan di antara kota-kota tertua yang dihuni secara terus menerus di dunia. Kota ini terletak 185 kilometer timur laut Adana dan 127 kilometer melalui jalan utama Aleppo, Suriah. Sejarah Gaziantep meluas sa,mpai sejauh orang Het, Benteng Ravanda, Di pugar oleh Bizantium pada abad ke-6 ditemukan di pusat kota. sementara mosaik Romawi juga telah ditemukan.


10. Beirut, Lebanon

KOTA TERTUA DI DUNIA

Beirut adalah salah satu Kota Tertua di Dunia, Ibukota dan kota terbesar di Lebanon sebagai pusat budaya, administratif dan ekonomi. Sejarah Beirut dimulai sekitar 5.000 tahun yang lalu. Penggalian di kota ini telah menemukan sisa-sisa Fenisia, Helenistik, Romawi, Arab dan Ottoman. Sementara itu disebutkan dalam surat-surat kepada Firaun Mesir sedari abad ke-14 SM. Sejak berakhirnya perang sipil Lebanon, Beirut telah menjadi tempat wisata populer bagi wisatawan mancanegara.

   
             
Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook