Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

10 HEWAN ASLI PAPUA INI TERANCAM PUNAH

10 Hewan Asli Papua Ini Terancam Punah  

"Hewan -hewan endemik asli Papua ini terancam punah akibat berkurangnya habitat asli mereka serta perburuan secara liar"

Hewan asli Papua

Mahessa83 - Papua yang terletak di bagian paling timur Indonesia merupakan daerah yang kaya akan budaya hingga flora dan faunanya. Papua juga sangat identik dengan Burung Cendrawasih yang saat ini terancam dari kepunahan. Seperti juga Burung Cendrawasih, Hewan -hewan endemik asli Papua lainnya juga terancam punah seperti Hiu Karpet Berbintik, Kanguru Pohon Mantel Emas atau Burung Nuri Sayap Hitam akibat berkurangnya habitat asli mereka serta perburuan secara liar

Berikut 10 Hewan Asli Papua Yang Terancam Punah jika kita tidak menjaga dan melestarikannya.

1. Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra)


Burung Cendrawasih Merah

Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) adalah hewan endemik Papua. Burung ini berwarna kuning dan cokelat serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa berikuran sekitar 72 centimeter termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan bagian ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud dengan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. 

Hewan endemik asli Papua ini hanya dapat ditemukan di hutan hujan dataran rendah Pulau Waigeo dan Batanta di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. 

Berdasarkan dari hilangnya banyak habitat hutan yang terus berkelanjutan, serta populasi kehidupan burung ini sangat terbatas, Burung Cendrawasih Merah ini beresiko terancam punah.    

2. Hiu Karpet Berbintik (Hemyscillium Freycineti)


Hiu Karpet Berbintik

Hiu Karpet Berbintik (Hemyscillium Freycineti) adalah hewan endemik asli Papua berikutnya. Hiu Karpet Berbintik ini termasuk hewan bertulang belakang. Jenis hiu ini juga termasuk pada jenis Hiu Bambu yang hanya dapat ditemukan di Perairan Kepulauan Raja Ampat. 

Bentuk Hiu Karpet Berbintik pada dasarnya sama dengan jenis hiu lainnya di dunia. Bedanya Hiu Karpet Berbintik memiliki warna kulit seperti macan tutul. Pola tersebut berbentuk heksagonal berwarna cokelat. 

Hiu Karpet Berbintik merupakan salah satu Hewan Endemik Papua yang hampir punah. Oleh karena itu hewan ini dilindungi oleh negara. Berkurangnya populasi hewan ini akibat habitat asli mereka yaitu berupa terumbu karang banyak yang rusak. Kerusakan terumbu karang ini sebagain besar diakibatkan penangkapan ikan oleh nelayan menggunakan dinamit. Keindahan Hiu Karpet Berbintik ini juga banyak diminati orang untuk dijadikan ikan hias di aquarium. Meningkatnya permintaan akan Hiu Karpet Berbintik dan harganya yang mahal menjadikan Ikan Hiu Karpet Berbintik ini banyak diburu orang. 

3. Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus Pulcherrimus)


Kanguru Pohon Mantel Emas

Kanguru Pohon Mantel Emas  (Dendrolagus Pulcherrimus) adalah sejenis Kanguru Pohon yang hanya dapat ditemukan di hutan pegunungan Papua. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna cokelat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna putih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya.Ekor panjang dan prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang.

Keberadaan Kanguru Pohon Mantel Emas merupakan salah satu jenis kanguru pohon yang paling terancam punah dari habitat asli mereka.

4. Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius Unappendiculatus)


Kasuarui Gelambir Tunggal

Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius Unappendiculatus) yang juga dikenal sebagai Kasuari Leher Ems adalah burung yang tidak bisa terbang yang berasal dari Utara Papua. Burung dari anggota keluarga superorder paleognathae biasanya hidup menyendiri dan berpasangan hanya pada musim biak saja. 

Penangkapan secara liar dan berkurangnya habitat asli mereka mengancam keberadaan spesies ini menuju kepunahan.  

5. Nuri Sayap Hitam (Eos Cynogenia)


Nuri Sayap Hitam

Nuri Sayap Hitam (Eos Cynogenia) adalah sejenis nuri berukuran sedang dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Endemik asli Indonesia ini hanya dapat ditemukan di hutan-hutan di pesisir Pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cendrawasih, Papua. 

Dikarenakan banyak berkurangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut serta populasi mereka yang semakin hari semakin berkurang menjadikan Burung Nuri Sayap Hitam ini terancam dari kepunahan. 

6. Mambruk Victoria (Goura Victoria)


Mambruk Victoria

Mambruk Victoria (Goura Victoria) adalah salah satu dari tiga jenis burung Dara Mahkota dan merupakan spesies terbesar diantara jenis-jenis Burung Merpati. Burung berukuran besar dengan panjang mencapai 74 sentimeter ini memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan, jambul seperti kipas dengan warna putih, dada merah marun keunguan, paruh abu-abu, kaki berwarna merah kusam, dan garis tebal berwarna abu-abu pada sayap dan ujung ekornya. 

Hewan yang tinggal di daratan rendah Pulau Papua ini terncam punah akibat banyak diburu secara liar untuk diambil daging dan bulunya. Saat ini Mambruk Victoria sudah jarang ditemuidi daerah dekat populasi manusia.

7. Kanguru Pohon Mbaiso (Dendrolagus Mbaiso)


Kanguru Pohon Mbaiso

Hewan endemik Papua, Kanguru Pohon Mbaiso (Dendrolagus Mbaiso) hidup di Taman Nasional Lorenz, Papua. Hewan yang termasuk dari keluarga Macropopidae Satwa ini merupakan spesies sub-alpin, yakni berada di daerah pegunungan bawah dengan ketinggian 2700-3500 m dpl dan vegetasi hutan basah serta memiliki banyak kanopi dengan ketinggian mencapai 10-15 m. Dingiso adalah asli pohon-kanguru dan endemik Western New Guinea dari Indonesia, di mana ia tinggal di hutan hujan pegunungan di Tembagapura kasar dan Kwiyawagi pegunungan Sudirman Rentang pada ketinggian dari 2700-4200 m, tepat di bawah garis pohon . Dingiso memiliki ekor panjang, bagian belakangnya berkembang dengan baik dan bergerak baik hindfeet pada saat yang sama dalam kiprah khas . Telapak kaki yang besar menanggung bantalan seperti bantalan kursi ditutupi dengan kulit yang kasar yang, dalam kombinasi dengan kuku melengkung, memberikan pegangan mahir pada batang dan cabang pohon. Panjang, ekor berbulu membantu itu menyeimbangkan ketika bergerak melalui pohon-pohon dan kawat gigi itu seperti naik. Bulu yang cukup panjang sebagian besar hitam, selain dari tanda putih pada hamster dan wajah.

Kelestarian hewan ini semakin mengkhawatirkan dikarenakan populasinya yang terus berkurang hingga 50% selama lebih dari 3 dekade ini. Hal ini disebabkan akibat meningkatnya aktivitas manusia seperti berburu dan membuka lahan baru untuk pertanian serta perubahan iklim. 

8. Kasuari Kerdil (Casuarius Bennetti)


Kasuari Kerdil

Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) adalah kasuari paling kecil. Meskipun menyandang gelar kerdil, namun burung asli pulau Papua ini masih cukup raksasa dengan tingi mencapai 1 meter lebih. Kasuari Kerdil tetaplah burung berukuran besar, hanya sedikit lebih kecil jika dibandingkan kedua spesies kasuari lainnya, yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), dan Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius).

Burung Kasuari Kerdil atau Casuarius bennetti dikenali dengan ciri khas pada gelambirnya yang tidak menggantung. Juga bentuk tanduknya yang segitiga dengan bagian belakang pipih. Tinggi tubuhnya mencapai 1,1 meter dengan panjang hingga 150 dan berat badan kasuari dewasa antara 17 – 26 kg. Ukuran ini memang lebih kecil dibandingkan dengan dua spesies kasuari lainnya yaitu Kasuari Gelambir Tunggal dan Kasuari Gelambir Ganda.


Bulu burung Kasuari Kerdil berwarna hitam mengkilat, bahkan lebih kelam dibandingkan dua spesies lainnya. Kulit pada leher berwarna biru cerah dengan bagian samping leher berwarna merah.

Burung Kasuari Kerdil atau Dwarf Cassowary mendiami pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini), pulau Seram, pulau Yapen, dan New Britania. Habitatnya adalah daerah hutan pengunungan dan perbukitan hingga dataran rendah.

Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti tetapi diduga mengalami penurunan populasi secara pesat. Penurunan populasi tersebut diakibatkan oleh perburuan dan rusaknya habitat asli mereka.

9. Burung Cendrawasih Mati-Kawat (Seleucidis Melanoleuca)


Burung Cendrawasih Mati Kawat

Cendrawasih Mati-Kawat (Seleucidis Melanoleuca) adalah Burung Cendrawasih berukuran sedang dengan panjang sekitar 33 sentimeter. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam mengilap, pada bagian sisi perutnya dihiasi bulu-bulu berwarna kuning dan duabelas kawat berwarna hitam. Burung ini berparuh panjang lancip berwarna hitam dengan iris mata berwarna merah. Burung betina berwarna coklat, berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi bulu-bulu berwarna kuning ataupun keduabelas kawat di sisi perutnya.

Burung Cendrawaih Mati-Kawat hanya dapat ditemukan di Hutan Dataran Rendah Pulau Papua yang keberadaannya kini terancam punah. 

10. Kura-Kura Reimani (Chelodina Reimanni) 


Kura-Kura Reimani

Saat ini diketahui bahwa penyebaran kura-kura berkepala ular ini hanya ada berada di satu lokasi yaitu di Merauke. Sedangkan status taksonomi masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebab data biologi, ekologi dan populasi di alamnya masih belum ada, walaupun telah ada catatan mengenai jenis ini di penangkaran. Status Kura-kura Reimani pada IUCN adalah Lower Risk dan tidak dilindungi sehingga sangat rentan dari kepunahan.

Nah itulah 10 Hewan Asli Papua yang terancam punah jika kita tidak menjaga, melindungi dan melestarikannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 
Views
Share:

7 POHON PALING UNIK DI INDONESIA

7 Pohon Paling Unik Di Indonesia  


Mahessa83 - Indonesia yang terletak di negara tropis banyak dikaruniai bermacam-macam kekayaan alam dan tumbuhan yang berlimpah.  Dari ribuan spesies yang ada salah satunya adalah pohon  berbentuk unik dan aneh yang hanya terdapat di hutan-hutan Indonesia.

Sebagai mahluk hidup, Pohon juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu elemen terpenting bagi manusia. Indonesia yang juga merupakan paru-paru bagi dunia memiliki hutan yang luas dengan ribuan spesies tumbuhan di dalamnya yang tak jarang menjadi ikon wisata dan budaya bagi suatu daerah. 

Memang mahluk hidup itu penuh dengan misteri. Begitu juga dengan keberadaan pohon-pohonnya. Tak sedikit dari jenis tumbuhan atau pohon yang tumbuh dengan bentuk unik dan aneh yang jarang terjadi di bumi ini.

Pohon apa saja itu? Berikut 7 Pohon Paling Unik Di Indonesia yang dapat Anda lihat dan saksikan dibawah ini.  

1. Pohon Loreng, Sulawesi Tenggara


Pohon Loreng

Pohon Loreng adalah pohon berbatang aneh yang tumbuh di Hutan Lindung Wakonti, Kabupaten Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.  Keanehan dari pohon ini dikarenakan seluruh batang hingga dahannya memiliki aneka macam warna seperti hijau, merah atau hitam hingga batang pohon ini memiliki warna loreng seperti baju loreng pada seragam militer.

Menurut penelitian, pohon yang belum diberi nama ini baru diketemukan sekitar tahun 2003 saat datangnya eksodus asal Ambon yang kini berdiam disekitar kawasan hutan lindung.

2. Pohon Atap Rumah, Toraja


Pohon Atap Rumah

Pohon yang terletak di Dusun Pao, Lembang Nanggala, Kabupaten Toraja Utara tumbuh di sebuah atap rumah Adat Tana Toraja (Tangkonan). Pohon dari jenis Beringin ini semua akarnya tetap berada diatap rumah dan dibiarkan tetap tumbuh hingga sekarang lebih unik lagi  akar pohon ini tidak ada yang sampai menyentuh permukaan tanah sedikitpun.  

3. Pohon Batu Berdaun, Kepulauan Riau


Pohon Batu Berdaun

Pada awalnya Pohon Batu Berdaun adalah pohon Leban Pantai yang tumbuh diatas batu besar. Namun sekarang pohon cemara pun dapat tumbuh diatas permukaan batu tersebut. 

Pohon Batu Berdaun adalah salah satu pohon unik yang terdapat di Kepulauan Riau. Pohon ini terlihat seperti batu yang berdaun, tetapi sebenarnya ini ayang ditengahnya ditumpangi pohon. Akarnya terletak ditengah-tengah batu yang luar biasa kerasnya.

4. Pohon Ujung Tebing, Sumatera Barat

Pohon Ujung Tebing

Pohon unik berikutnya adalah sebuah pohon yang dapat tumbuh sendirian di puncak tebing dengan pemandangannya yang sangat indah. Tebing yang dikenal dengan nama Tebing Tabiang Takuruang berada di Ngarai Sianok, Sumatera Barat.

Saat ini sudah banyak wisatawan yang datang berkunjung ke tempat ini untuk melihat keunikan dan keindahannya serta menjadikan lokasi ini sebagai objek lukisan para seniman.

5. Pohon Pintu Gerbang, Jawa Tengah

Pohon Pintu Gerbang

Pohon Pintu Gerbang adalah pohon yang terbentuk oleh 2 akar pohon yang menyerupai Pintu Gerbang raksasa. Pohon unik ini terletak di hutan kaki Gunung Slamet. Pohon ini banyak dijadikan oleh para pendaki sebagai tempat favorit sebelum menuju puncak Gunung Slamet.

6. Pohon Jembatan Akar


Pohon Jembatan Akar

Pohon ini terbilang cukup unik karena terbuat dari 2 akar pohon yang tumbuh berseberangan dan membentang diatas aliran Sungai Batang Bayang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter dengan ketinggian 10 meter dari permukaan sungai. Jembatan yang mulai dibentuk sejak tahun 1890 dan baru dapat digunakan pada tahun 1916 hingga saat ini. Seiring bertambahnya usia, Jembatan Akar atau  Titian Aka ini semakin kokoh dan semakin kuat. 

7. Pohon Bunut Bolong, Bali


Pohon Bunut Bolong

Pohon Bunut Bolong adalah salah satu pohon unik berikutnya. Pohon yang memiliki lubang pada tengah batangnya ini terletak di Desa Manggisari, Kecamatan Pakutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Pohon yang dianggap memiliki aura mistik oleh warga sekitar ini dipercaya oleh masyarakat sekitar tidak boleh melewati lubang pohon ini bagi mobil pengantin karena dipercaya pernikahannya akan menjadi batal. Begitu juga dengan mobil jenazah untuk tidak melewati jalan ini, Maka dari itu warga sekitar berinisiatif membuat jalan alternatif disamping Pohon Bunut Bolong.

Nah itulah 7 Pohon Paling Unik Di Indonesia yang dapat Anda lihat dan saksikan jika berkunjung ke tempat-tempat dimana Pohon Unik ini tumbuh. Semoga artikikel ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang keberadaan pohon-pohon unik lainnya  di Indonesia.

   
  
Views
Share:

BENARKAH KAPAL NABI NUH BERASAL DARI PULAU JAWA?

Benarkah Kapal Nabi Nuh Berasal Dari Pulau Jawa?  


"Bila fosil kayu kapal itu menunjukkan berasal dari kayu jati dan sementara Kayu Jati tersebut hanya tumbuh di Pulau Jawa, Indonesia pada zaman purba hingga kini, boleh jadi jika Nabi Nuh AS dan ummatnya tinggal di Pulau Jawa daerah yang dulunya berupa daratan yang sangat luas"

Situs penemuan kapal Nabi Nuh AS

Mahessa83 - Misteri Kapal Nabi Nuh AS menjadi sebuah daya tarik bagi para arkeolog di seluruh dunia untuk dapat menyelidiki hal tersebut. Sejak ditemukannya situs Kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1949 yang menemukan benda mirip perahu diatas Gunung Ararat, Turki dari ketinggian 14.000 kaki atau sekitar 4.600 meter yang dimuat dalam berita di Life Magazine. Sementara pada tahun 1960, sebuah pesawat perang Turki juga menangkap gambar sebuah benda yang mirip perahu dengan panjang sekitar 150 meter di tempat Angkatan Udara Amerika temukan. Tak khayal penemuan ini menjadi penemuan terbesar dan berharga yang tercatat dalam sejarah dunia.

Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan Kapal Nabi Nuh AS (The Noah's Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh Penerbang Amerika Serikat pada tahun 1999-2000 tentang adanya dugaan Kapal  Nabi Nuh AS itu.

Kini ada penelitian baru yang mengejutkan tentang darimana Kapal Nabi Nuh AS tersebut di buat. Baru-baru ini gabungan peneliti arkeolog-antropology dari dua negara yaitu Turki dan China yang beranggotakan 15 orang yang juga membuat film dokumenter tentang Situs Kapal Nabi Nuh AS telah menemukan bukti baru.

Mereka yang terus melakukan penelitian dan mengumpulkan artefak serta fosil-fosil berupa serpihan kayu kapal, tambang dan paku untuk di uji di Laboratorium Noah's Ark Minesteries International, China-Turki. Hasil yang di dapat dari pengujian fosil yang dilakukan oleh Tim Ahli Tanaman Purba menunjukkan bukti yang sungguh sangat mengejutkan. Fosil Kayu Purba yang terdapat di Kapal Nabi Nuh AS tersebut ternyata berasal dari Kayu Jati Purba yang tumbuh di Pulau Jawa. 

Kayu Jati Kapal Nabi Nuh AS

Para Ahli Tanaman Purba yang telah melakukan penelitian terhadap ratusan kayu purba dari berbagai negara memastikan bahwa Fosil Kayu Jati tersebut berasal dari Pulau Jawa, Indonesia tepatnya dari daerah Jawa Timur dan daerah Jawa Tengah. Fosil kayu jati ini 100% cocok dengan sample kayu jati yang ada di Kapal Nabi Nuh AS sebagai yang diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film dokumenter The Noah's Ark saat melakukan Konferensi Pers di Hong Konng.

"Saya menyakini 99% bahwa Situs Kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil kapal Nabi Nuh AS yang terdampar sejak ribuan tahun yang lalu di puncak gunung tersebut setelah adanya banjir besar yang hampir menenggelamkan dunia dan mencairnya gletser di kedua kutub bumi," jelas Yeung Wing.

Sementara peneliti dari Natioanl Turk, Dr. Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan Situs Kapal Nabi Nuh AS mengatakan, " Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia. Dalam artikelnya Dia juga menyebut, Lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang juga disebut dalam Alqur'an Surat Hud Ayat 44 :

 ÙˆَÙ‚ِيلَ ÙŠَا Ø£َرْضُ ابْÙ„َعِÙŠ Ù…َاءَÙƒِ ÙˆَÙŠَا سَÙ…َاءُ Ø£َÙ‚ْÙ„ِعِÙŠ Ùˆَغِيضَ الْÙ…َاءُ ÙˆَÙ‚ُضِÙŠَ الْØ£َÙ…ْرُ    

ÙˆَاسْتَÙˆَتْ عَÙ„َÙ‰ الْجُودِÙŠِّ ۖ ÙˆَÙ‚ِيلَ بُعْدًا Ù„ِÙ„ْÙ‚َÙˆْÙ…ِ الظَّالِÙ…ِينَ

artinya: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim". 

( Dan difirmankan, "Hai bumi! Telanlah airmu) yang bersumberkan darimu, maka langsung bumi menelan airnya akan tetapi yang turun dari langit masih tetap, sehingga jadilah sungai-sungai dan laut-laut (dan hai hujan berhentilah.") hentikanlah air hujanmu, maka seketika itu juga hujan berhenti (dan surutlah) berkuranglah (air itu hingga selesailah perintah Allah) kaum Nabi Nuh telah selesai dibinasakan (dan bahtera itu berlabuh) bahtera Nabi Nuh berhenti (di atas bukit Al-Judi) nama sebuah bukit yang terletak di suatu pulau dekat dengan negeri Maushul (dan dikatakan, "Binasalah) hancurlah (orang-orang yang lalim.") yaitu orang-orang yang kafir ).

Baca juga:  Kisah Nabi Nuh AS

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The Noah's Ark dan Kitab Suci Alqur'an Surat Hud ayat 44, Kapal dibuat puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya dan kemudian berlayar ke entah berantah saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar dan maha dasyat. Berbulan-bulan kemudian, Kapal Nabi Nuh AS merapat kesebuah daratan asing. Ketika air sudah surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di sebuah gunung. 

replika kapal Nabi Nuh AS

Bila fosil kayu kapal itu menunjukkan berasal dari kayu jati dan sementara Kayu Jati tersebut hanya tumbuh di Pulau Jawa, Indonesia pada zaman purba hingga kini, boleh jadi jika Nabi Nuh AS dan ummatnya tinggal di Pulau Jawa daerah yang dulunya berupa daratan yang sangat luas.

Sedangkan peneliti Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar berusia sekitar 18 masehi dari situs Kapal Nabi Nuh AS. Tembikar-tembikar ini memiliki ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. 

Berikut beberapa fakta menarik lainnya tentang penemuan Kapal Nabi Nuh AS.

Penemuan Baterai

Para peneliti dari Rusia telah menemukan sekitar 500 artefak yang salah satunya berupa baterai elektrik purba yang dipergunakan untuk membuat logam. Hal tersebut juga membuktikan bahwa pada zaman Nabi Nuh AS telah dikenal sifat-sifat kelistrikan.

Baterai Purba

Para peneliti lainnya juga menemukan molekul dari baja yang diperkirakan berjenis "vessel" yang diperkirakan telah berusia lebih dari 100.000 tahun yang lalu. Menurut para peneliti molekul logam tersebut dibuat oleh tangan manusia.

Struktur Bahtera Kapal Nabi Nuh AS

struktur kapal Nabi Nuh AS

Menurut para peneliti, Nabi Nuh AS membuat bahtera (perahu) sekitar tahun 2465 SM. Kemudian terjadi hujan badai yang maha dasyat selama berhari-hari hingga menciptakan sebuah malapetaka air bah yang maha besar serta menutup sebagian permukaan bumi. Peristiwa ini kemungkinan terjadi  pada sekitar tahun 2345 SM.

Bahtera (perahu) Nabi Nuh AS bentuknya tidalah sama dengan perahu-perahu atau kapal laut yang ada pada saat ini. Kapal Nabi Nuh AS berukuran sangat besar dan kokoh yang terbuat dari susunan Kayu Jati yang berdasarkan penelitian para ahli arkeolog berasal dari wilayah Pulau Jawa, Indonesia.

Menurut Dr. Whitcomb, Kapal Nabi Nuh AS mampu mengangkut 3.700 mamalia, 8.600 jenis unggas, 6.300 jenis reptilia, 2.500 jenis ampibia dan sisanya para pengikut Nabi Nuh AS yang seluruhnya diperkirakan seberat 24.300 ton.

Peristiwa Gempa Bumi

Gunung Ararat, Turki

Pada tanggal 2 May 1988 telah terjadi gempa bumi di wilayah Pegunungan Ararat yang bersalju. Peristiwa ini sekan membuka misteri baru tentang keberadaan Kapal Nabi Nuh AS yang telah tersimpan di gunung ini selama lebih dari 5000 tahun.  Setelah terjadinya peristiwa gempa tersebut, ditemukan sebuah lubang batu besar dengan sebuah lubang pahatan yang disinyalir merupakan sebuah "Drogue Stones" yang digunakan dibagian belakang kapal untuk menstabilkan gerakan kapal di laut. Drogue Stones ini juga banyak digunakan pada teknologi perahu pada zaman kuno.   

Setelah mengetahui kisah diatas, percayakah Anda bahwa Nabi Nuh AS membuat Kapal dari Kayu Jati yang berasal dari Pulau Jawa juga berasal dari Pulau Jawa? Atau dari tempat lain dengan mengirimkan Kayu Jati dari Pulau Jawa ketempat Nabi Nuh AS berasal?  Sungguh akan membuat Anda merasa penasaran dan ingin membuktikan juga bukan? Semoga suatu hari nanti ada arkeolog yang bisa membuktikan secara ilmiah tentang Kapal Nabi Nuh AS.   

Views
Share:

MISTERI KUBURAN MASSAL PERTEMPURAN DUNBAR ABAD 17

Misteri Kuburan Massal Pertempuran Dunbar Abad 17

" Mereka adalah prajurit biasa dari tentara Skotlandia yang kemungkinannya berasal dari dataran rendah serta beberapa dari dataran tinggi dan timur laut Skotlandia"


Penemuan kuburan massal

Mahessa83 - Tiga tahun yang lalu para arkeolog dari Universitas Durham berhasil menemukan sisa-sisa kuburan massal bekas pertempuran Perang Saudara Inggris disebuah perpustakaan sekolah di Inggris.

Kerangka yang diperkirakan dari tahun 1.700-an itu terkubur disebelah selatan dari perpustakaan Universitas Durham diperkirakan berasal dari Tentara Skoklandia yang kemungkinannya telah ditawan setelah Pertempuran Durbar pada tahun 1650. kata para arkeolog.

Para tawanan tersebut ditangkap oleh Oliver Cromwell, Seorang pemimpin Inggris yang kotroversial yang berhasil sukses menjalan kampanye militer melawan royalitas dalam Perang Saudara pada abad ke-17 untuk menjatuhkan Raja Charles I pada tahun 1649.

Sementara dibeberapa daerah lainnya, para arkeolog juga berhasil menemukan setidaknya 17 hingga 28 kerangka lainnya yang dikuburkan secara massal. Yang kemungkinannya mereka meninggak karena kelaparan atau wabah penyakit yang kemudian dilemparkan dalam kuburan massal agar cepat dilupakan orang.

Anwen Caffel, seorang peneliti arkeolog dari Universitas Durham berusaha meneliti keberadaan kerangka tersebut untuk mencari informasi tentang populasi mereka seperti usia, jenis kelamin dari para tahanan ini.

Pada penelitiannya hal itu menunjukkan mereka kebanyakan dari golongan orang dewasa berusia 13 hingga 25 tahun. Hal ini menjadi indikasi bahwa hal tersebut merupakan hal yang umum dalam konteks militer.

Beberapa gigi yang tanggal pada kerangka juga menunjukan bahwa mereka adalah perokok. Hal ini dapat memudahkan penelitian lebih lanjut tentang waktu mereka masih hidup. Karena pipa rokok sangat populer pada abad ke-17 di Inggris setelah tahun 1620, menurut para arkeolog. 

Analisis secara ilmiah terus dilakukan untuk mengetahui darimana mereka berasal. Dan hasilnya mereka berasal dari berbagai tujuan kata Andrew Millard, seorang dosen arkeologi senior dari Universitas Durham.  

Sebuah Pertempuran Berdarah

Pertempuran Dunbar adalah salah satu pertempuran paling berdarah pada abad ke-17. Diperkirakan lebih dari 5.000 orang tentara tewas dan 6.000 orang ditangkap serta diperkirakan 1.700 orang tewas dikuburkan secara massal selama Pertempuran Dunbar. 

Para arkeolog telah meneliti dengan cermat dengan menggunakan radiokarbon untuk menentukan waktu yang tepat saat para tawanan ini masih hidup. Dengan melakukan test pada dua gigi yang masih tanggal pada kerangka, menganalisis statistik mereka termasuk mencari informasi lainnya tentang kejadian pada rentan waktu tahun 1625 hingga tahun 1660.

Mereka adalah prajurit biasa dari tentara Skotlandia yang kemungkinannya berasal dari dataran rendah serta beberapa dari dataran tinggi dan timur laut Skotlandia. 

Bukti ilmiah yang dapat ditemukan sekarang adalah memberikan rasa emosional kepada para prajurit yang meninggal lebih dari 400 tahun yang lalu. Para arkeolog terus meneliti dan mengumpulkan data agar mereka tidak dilupakan oleh sejarah.

Para peneliti saat ini sedang menyelidiki wabah penyakit yang menimpa para tawanan dengan cara menguji sampel gigi dan mengungkap tentang masa kecil mereka seperti kesehatan dan migrasi mereka. Analisis sampel tanah dari perut kerangka juga bisa menentukan apakah mereka salah satu tahanan yang memiliki penyakit parasit usus, kata para peneliti.

sumber:livescience

Views
Share:

MISTERI MANUSIA BERBUNTUT DI PEDALAMAN KALIMANTAN

Misteri Manusia Berbuntut Di Pedalaman Kalimantan 

"Tjiropon tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa "Manusia Berekor" tersebut memang benar-benar ada. "Demi Allah Saya pernah melihat"Orang Boentoet" beberapa tahun yang silam dan berbicara kepada mereka,"

Manusia Berbuntut

Mahessa83 -Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki banyak ragam budaya. Selain memiliki kekayaan alam yang melimpah Indonesia juga dikenal sebagai surganya Wisata Kuliner yang unik namun tetap nikmat. Terakhir, Indonesia juga banyak memiliki cerita misteri yang banyak diburu oleh para arkeolog. Salah satunya adalah keberadaan Manusia Berbuntut Dipedalaman Hutan Kalimantan yang diceritakan dalam buku "Head Hunters of Borneo" yang diterbitkannya pada tahun 1881 oleh Carl Alfred Bock masih menyimpan misteri hingga sekarang.

Carl Alfred Bock merupakan seorang naturalis dan pelancong berkebangsaan Norwegia. Ia pernah melakukan perjalanan ke Pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada tahun 1879 ketika usianya masih berusia 30 tahun.

Misinya di Kalimantan atas titah dari Gubernur Jenderal Johan van Lansberge. Dia melaporkan kepada Gibernur tentang Peradaban Suku-Suku Dayak. Selain itu Ia juga menghimpun spesimen sejarah alam untuk beberapa museum di Belanda. 

Head Hunter Of Borneo
Dalam perjalanannya dari Samarinda ke Tenggarong dilanjutkan ke Banjarmasin dan pedalaman Kalimantan, Bock menulis sebuah buku yang berjudul "Head Hunters of Borneo" yang diterbitkannya pada tahun 1881.

Salah satu isi dalam buku yang menarik perhatian banyak orang adalah Kisah Keberadaan Manusia Berekor Di Pedalaman Hutan Kalimantan.

Sembari menikmati durian dalam jamuan makan malam di atas rakit, Carl Bock berbincang dengan Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan kerabatnya tentang  Keberadaan Ras Manusia Berekor yang konon pernah menghuni di wilayah Kesultanan Pasir dan Tepian Sungai Teweh.

Percakapan tersebut membuat Bock berpikir tentang keberadaan "Tautan Kerabat Yang Hilang" yang disuarakan oleh Teori Darwin.

Tjiropon, seorang abdi kepercayaan Sultan, meyakinkan Bock didepan Sultan dan para pangeran bahwa Ia pernah menjumpai sosok Manusia Berekor atau "Orang-Boentoet" beberapa tahun yang silam di Pasir.

Sang abdi bahkan mampu melukiskan sosok manusia berekor dengan kata-kata. Penampilan mereka sangat luar biasa, berambut dan bermata putih. Mereka memiliki ekor sekitar 5 hingga 10 centimeter. Unikmya mereka harus membuat lubang dilantai rumah untuk tempat ekor mereka sehingga mereka dapat duduk dengan rasa nyaman.

Sultan Kutai pun sangat takjub akan cerita salah satu abdinya ini. Kemudian Sang Sultan memberangkatkan Tjiropon untuk memberikan sebuah surat kepada Sultan Pasir untuk mengirimkan sepasang Manusia Berekor kepadanya.

Namun sepertinya Bock cukup ragu tentang mitos keberadaan Manusia Berekor di Pedalaman Hutan Kalimantan, Meski begitu Dia tetap setuju dan berupaya mencari "Tautan Kerabat Yang Hilang". Bahkan Ia menjanjikan kepada Tjiropon uang sejumlah 500 gulden apabila Tjiropon berhasil membawa pulang Sepasang Manusia Langka tersebut.

Beberapa hari tanpa kabar, Bock kemudian melanjutkan perjalannya dari Tenggarong ke Banjarmasin. Ketika Bock berada di Banjarmasin, Tjiropon menjumpainya. Dengan wajah kecewa sang abdi berkata bahwa Ia telah menyampaikan surat itu kepada Sultan Pasir, Namun tidak mampu membawa Ras Manusia Berekor.

Hingga akhirnya Residen Banjarmasin mau membantu Bock untuk mengirimkan surat lagi kepada Sultan Pasir yang isinya menyakan sekali lagi tentang keberadaan Manusia Berekor yang ada di wilayahnya Sultan Pasir.

Hingga sebulan lamanya tanpa kabar berita, Surat balasan dari Sultan Pasir akhirnya sampai juga ketangan Residen Banjarmasin. Tetapi tampaknya ada kesalahpahaman bahwa "Orang-Boentoet Sultan Di Pasir" adalah sebutan para pengawal pribadi Sultan Pasir.

Kesultanan Pasir
Kesultanan Pasir

Pantaslah Sultan Pasir marah besar hingga mengancam perlawanan kepada Sultan Kutai dan mengusir Tjiropon. Akibatbya menurut Bock, Sultan Pasir mendirikan pertahanan dan siap berperang melawan Kesultanan Kutai. "Jika Sultan Kutai menginginkan "Orang-Boentoet" Saya, Biarlah Dia yang ambil sendiri," ujar Sultan Pasir.

Meskipun demikian, Tjiropon tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa "Manusia Berekor" tersebut memang benar-benar ada. "Demi Allah Saya pernah melihat"Orang Boentoet" beberapa tahun yang silam dan berbicara kepada mereka, tetapi Saya tidak bisa melihat mereka saat ini," ungkapnya seperti yang dicatat Bock dalam bukunya.

Nah apakah Manusia Berekor Di Pedalaman Kalimantan ini benar-benar ada? Entahlah, Bock tak pernah tertarik lagi untuk menyelidiki manusia misterius ini. Diapun menyebut peristiwa pencarian Ras Manusia Berekor Di Pedalaman Kalimantan sebagai kekeliruan yang menggelikan dan tetap menjadi sebuah misteri hingga hari ini. 

 
Views
Share:

MISTERI SUKU LINGON DI BELANTARA HUTAN HALMAHERA

Misteri Suku Lingon Di Belantara Hutan Halmahera 


Suku Lingon

Mahessa83 - Indonesia merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari berbagai suku dengan berbagai macam budaya. Namun terlepas dari banyaknya suku bangsa di Indonesia ternyata ada beberapa suku di Indonesia yang keberadaannya masih sangat misterius lantaran memiliki ciri fisik yang berbeda bila dibandingkan dengan ciri fisik suku lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah Suku Lingon yang hidup Di Belantara Hutan Halmahera Timur.

Suku Lingon adalah sebuah suku yang keberadaannya masih sangat misterius yang tinggal di hutan belantara Halmahera, Indonesia. Secara fisik suku ini bukan berasal dari ras weddoit, melanisia, polinesiamaupun ras mongoloid seperti kebanyakan penduduk asli Halmahera lainnya.

Secara fisik bentuk tubuh dari orang-orang Suku Lingon memiliki postur tinggi, berkulit putih dan berambut pirang serta bermata biru atau hijau seperti orang-orang dari eropa. Walaupun banyak diantaranya memiliki rambut berwarna hitam, tetapi pada dasarnya Suku Lingon memiliki fisik yang berbeda dengan masyarakat melayu lainnya.  

Keberadaan asal-usul Suku Lingon di belantara hutan Halmahera tidak diketahui secara pastinya. Kapan dan darimana datangnya hingga berada di belantara Hutan Halmahera namun jika dilihat secara fisik dari mereka diperkirakan mereka datang dari wilayah Eropa.

Dari cerita rakyat yang beredar, bahwa sekitar 350 tahun yang lalu ketika sebuah kapal dari Eropa karam dan tenggelam di dekat Perairan Halmahera.

Sekelompok penunpang kapal karam ini ada yang selamat dan terdampar di pulau ini. Kemudian mereka mulai membangun sebuah pemukiman di pedalaman Hutan Halmahera Timur yang kini disebut Suku Lingon atau Lingon Trible.

Keberadaan mereka di Pedalaman Hutan Halmahera akibat adanya ancaman dari suku asli Halmahera yaitu Suku Togutil yang hidup diwilayah pesisir yang sering mencoba menculik gadis-gadis Suku Lingon yang cantik-cantik untuk dijadikan istri.

Selain itu Suku-suku setempat juga beranggapan bahwa Suku Lingon ini sangat berbahaya. Mereka memakan daging mentah dan memiliki ilmu sihir sehingga keberadaan mereka membuat takut suku-suku lainnya di Pulau Halmahera.  

Setelah menetap selama ratusan tahun, budaya asli mereka lama-kelamaan mulai pudar dan berubah dratis. Berubah dengan budaya setempat yang relatif masih primitif serta menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Hingga kini keberadaan Suku Lingon yang unik dan misterius ini masih merupakan sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Karena hingga saat ini keberadaan dan populasi mereka tidak diketahui secara pasti. Apakah suku ini masih ada ataupun sudah punah ataupun sudah berbaur dengan suku-suku lainnya yang hingga kini masih merupakan sebuah misteri yang belum terpecahkan. 


Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook