Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

HINDARI DAMPAK BURUK GAMES ONLINE SEJAK DINI

Hindari Dampak Buruk Games Online Sejak Dini 


Games-Online

Mahessa83 - Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini permainan games online paling banyak di minati oleh hampir semua kalangan masyarakat terutama pada anak-anak dan remaja. Permainan yang dilakukan melalui perangkat komputer secara online ini banyak mendapat kecamanan terutama dari orangtua, masyarakat dan pemerintah.  Hal ini dibuktikan dengan upaya pemerintah melalui Menkeinfo Memblokir 15 Games Online yang dianggap berdampak buruk bagi anak-anak.

Sebenarnya permainan games online memiliki dampak baik dan juga bisa berdampak buruk bagi penggunanya. Jika penggunaan dan penerapannya tepat dapat memberikan dampak positif bagi anak. Bahkan dapat dijadikan media pembelajaran yang efektif bagi perkembangan kognitif, motorik maupun sosial-emosional.

Ada sebuah studi yang mengatakan bahwa anak yang terbiasa main games sesuai dengan umurnya ternyata mereka dapat mengambil keputusan yang cepat dan berani.

Tetapi sebaliknya, Jika seorang anak memainkan permainan orang dewasa, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk. Mereka akan kecanduan karena adrenalin yang terpacu dan bisa berprilaku brutal.

Games itu ergantung cara penggunaanya, Jangan anti games dan jangan juga pro akan games. Tidak semua games memiliki karateristik yang cocok dimainkan oleh semua umur. Orangtua juga perlu tahu dan perduli bahwa ada sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan konten untuk dimainkan oleh umur tertentu sehingga anak terhindar dari dampak buruknya. 

Seperti halnya di Amerika Serikat, Mereka memiliki sistem Entertainment Software Rating Board (ESRB). Dalam sistem ini terdapat 6 katagori rating yaitu :
  1. Early Childboard (Games untuk anak usia dinia)
  2. Everyone (Games untuk semua umur)
  3. Everyone 10+ (Games untuk anak 10 tahun keatas)
  4. Teen (Games untuk anak diatas 13 tahun)
  5. Mature (Games untuk anak diatas 17 tahun)
  6. Adult Only (Games untuk orang dewasa)
Klarifikasi ini menjadi sangat penting karena prinsipnya berbagai pihak yang ada disekeliling anak wajib bertanggungjawab terhadap anak yang termasuk kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh teknologi. Sementara banyak orangtua yang masih awam terhadap model atau rating games dan tidak menyadari bahwa tidak semua games cocok untuk anak semua umur sehingga banyak orangtua terlewati mengawasi anak-anaknya dalam memilih Games Onlines.
Games-Online
Kita semua mengharapkan agar para orangtua menyadari tentang pengkatagorian games onlines agar dapat membimbing dan terlibat bersama anak-anaknya untuk memilih games yang cocok untuk mereka. Tujuannya agar si anak memiliki media literac, berkemampuan untuki melihat media, memahami alat dan konten yang mereka pergunakan untuk memilih games yang tepat dan berdampak baik bagi mereka.
Penggunaan game yang baik mampu menghibur tanpa berisiko memberikan dampak buruk, dimainkan dalam porsi yang pas dan seimbang dengan berbagai alternatif kegiatan lain. Orangtua juga perlu mahir dalam memanfaatkan video game sebagai salah satu media pembelajaran sesuai minat dan kebutuhan anak. 
Kami juga berharap kepada pembaca semua untuk mendorong kepada pencinta games (Gamers) untuk memahami Sistem Rating dalam games agar turut membantu menyebarkannya kepada para orangtua dan media sosial lainnya.

Tips Mencegah Kecanduan Games

  • Susun jadwal aktivitas anak yang terbiasa bermain games seperti melakukan aktivitas olahraga, seni dan aktivitas lainnya. 
  • Jauhkan peralatan games,  play stations atau software games lainnya secara bertahap.
  • Letakan perangkat komputer, play station atau perangkat games online lainnya di ruang terbuka. 
  • Jangan perkenalkan games kepada anak Anda yang masih berumur di bawah 8 tahun kecuali Games Edukatif.
Semoga artikel Hindari Dampak Buruk Games Online Sejak Dini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama kepada para pembaca, orangtua, anak, guru dan para gamers dimanapun Anda berada.
sumber: kemdikbud    
              
Views
Share:

10 SITUS PRASEJARAH TERTUA INDONESIA

10 Situs Prasejarah Tertua Indonesia  



situs-prasejarah-gunungpadang

Mahessa83 - Indonesia adalah rumah bagi banyak situs megalitik peninggalan prasejarah nenek moyang pada masa lalu. Beberapa situs peninggalan prasejarah telah ditemukan di wilayah Indonesia seperti Situs Prasejarah Gunungpadang, Situs Prasejarah Sangiran, Situs Lukisan Gua Prasejarah di Sulawesi atau Situs Manusia Hobit di Liang Bua Flores.

Keberadaan situs-situs prasejarah di Indonesia ini menandakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah maju dan berkembang pada zamannya.

Berikut 10 Situs Prasejarah Tertua Indonesia yang berhasil ditemukan oleh para arkeolog dan tim peneliti kepurbakalaan..

1. Situ Prasejarah Gunung Padang, Jawa Barat



situs-prasejarah-gunungpadang


Situs Prasejarah Gunungpadang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum di Jawa Barat. Situs yang berada di Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia ini ditemukan pada tahun 1979 lalu. Situs yang berada pada bulit-bukit curam dan lembah-lembah yang sangat dalam ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan pada masyarakat yang bermukim disana pada sekitar 2000 tahun sebelum masehi. 

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan uji Radiometrik Karbon atau carbon dataing atau C14 di labolatorium Beta Miami di Florida, AS menerangkan bahwa uji karbon yang diambil dari pengeboran sedalam 5 meter hingga 12 meter berusia 14.500 hingga 25.000 tahun. 

Hal ini juga menjadikan Situs Gunungpadang, Indonesia terbukti secara ilmiah lebih tua dari Piramida Giza, Mesir. Hal ini menunjuk pada hasil pengujian carbon dating Labolatorium Batan (Indonesia) dengan Metode LSC C14 dari material Paleosoil di kedalaman 4 meter berusia 5500+130.000 tahun BP yang lalu. Sedangkan pengujian material pasir dikedalaman 8 hingga 10 meter berusia sekitar 11.000 hingga 150.000 tahun. 

Ada beberapa orang percaya bahwa Situs Prasejarah Gunungpadang memiliki keterkaitan dengan Piramida Mesir. Hal ini dikarenakan bentuknya yang mirip dengan ruang di dalamnya dan karena umurnya yang jauh lebih tua dibandingkan dengan Piramida Mesir. Saat ini Situs Gunungpadang masih berada dalam masa pengkajian lebih lanjut.

2. Situs Prasejarah Sangiran, Jawa Tengah


situs-prasejarah-sangiran

Situs Sangiran merupakan salah satu situs Manusia Purba yang terbesar dan terpenting di dunia. Situs Sangiran terdapat di Kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada situs Sangiran telah ditemukan sebanyak sekitar 100 fosil manusia purba (Homo erectus) atau 50% lebih temuan fosil Homo erectus di dunia, dan lebih dari 60% yang ditemukan di Indonesia. Oleh karena kandungannya yang mempunyai nilai tinggi pada kesejarahan dan ilmu pengetahuan, maka Situs Sangiran telah ditetapkan sebagai daerah Cagar Budaya. Selain itu, UNESCO telah menetapkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage).

3. Situs Prasejarah Leang-Leang, Sulawesi Selatan


situs-prasejarah-lukisan-gua-maros

Selama ini, lukisan stensil tangan dan binatang di dinding-dinding gua yang dianggap paling tua berada di Eropa, yaitu di gua El Castillo di utara Spanyol, yang diperkirakan berusia 37.300 tahun.

Tetapi menurut penelitian terbaru, lukisan stensil tangan di dinding gua Maros, Desa Leang-Leang, Sulawesi Selatan, Indonesia ternyata masih lebih tua lagi. Penduduk purbakala diduga melukis gambar tangan itu sekitar 40.000 tahun lalu. Demikian hasil penelitian yang dilakukan tim ahli dari Australia dan Indonesia.

Tim ahli yang dipimpin oleh Anthony Dosseto dari University of Wollongong, Australia, meneliti tujuh gua di Sulawesi dengan 12 lukisan, yaitu stensil tangan yang digambar dengan warna merah dan gambar binatang babirusa.

Penentuan umur lukisan di gua itu dilakukan dengan metode pengukuran uranium. Penghitungan dilakukan berdasarkan peluruhan unsur-unsur radioaktif. Dengan metode itu bisa ditentukan umur minimal lukisan.  

"Dengan ini bisa dibuktikan, bahwa manusia sekitar 40.000 tahun lalu menyebar ke berbagai arah", kata Anthony Dosseto dari University of Wollongong, Australia.. "Eropa tidak bisa lagi mengklaim bahwa mereka pihak yang pertama yang mampu mengembangkan lukisan abstrak."

Hasil penelitian terbaru ini kembali menegaskan pentingnya peran benua Asia dalam proses evolusi manusia.  


4. Situs Prasejarah Lukisan Gua Papua


situs-prasejarah-lukisan-gua-papua

Orang yang dianggap mencatat lukisan prasejarah pertama kali di Papua adalah Johannes Keyts (Seorang pedagang) dalam perjalanan dari Banda ke pantai Nuw Guinea pada tahun 1678. Ia melewati sebuah tebing karang di tepi teluk Speelman yang dipenuhi oleh tengkorak, sebuah patung manusia, dan berbagai lukisan pada dinding gua tersebut dengan warna merah. 

Lukisan gua yang ada di kepulauan Papua pada umumnya mirip dengan lukisan-lukisan yang ada di Kepulauaan Kei, meskipun ada beberapa bentuk yang berbeda atau khusus. Misalnya di daerah Kokas, Roder menemukan lukisan cap tangan dan kaki dengan latar belakang warna merah. Demikian juga hasil penelitian W.J. Cator di daerah Namatone telah menemukan pola yang sama. Bentuk lain yang dijumpai pada kedua situs ini adalah pola manusia, ikan, kadal dan perahu dengan pola distilir. 

Lukisan tangan dan kaki menurut cerita setempat, merupakan bekas jejak nenek moyang mereka ketika memasuki gua yang gelap, dalam melakukan perjalanan dari arah timur ke barat. Lukisan yang ada di wilayah Kokas merupakan satu situs kuno yang terkenal di Kokas, lukisan berada di sebuah tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. 

Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.

5. Situs Prasejarah Liang Boa, Flores


situs-prasejarah-manusia-hobbit

Situs Prasejarah Liang Bua adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan merupakan tempat penemuan makhluk mirip manusia hobbit (hominin) baru yang dinamakan Homo floresiensis pada tahun 2001.
Pada bulan September 2003 ditemukan kerangka unik yang kemudian diidentifikasi sebagai H. floresiensis. Bersamaan dengan manusia purba itu ditemukan pula perkakas batu yang dikenal telah digunakan oleh Homo erectus (seperti yang ditemukan di Sangiran) serta sisa-sisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil, biawak raksasa, serta tikus besar.

6. Situs Prasejarah Gua Harimau, Sumatera Selatan


situs-prasejarah-gua-harimau

Situs Prasejarah Gua Harimau adalah tempat ditemukannya fosil kerangka manusia homo sapiens. Gua yang terletak di desa Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan ini berhasil menemukan 78 kerangka manusia pruba Homo Sapiens dan juga bekas sisa-sisa pembakaran pada lapisan tanah dan juga penemuan batu kijang yang biasa digunakan sebagai alat bantu manusia purba. 
Penemuan banyaknya kerangka manusia prasejarah yang diperkirakan berasal dari 3.000 tahun yang lalu ini sangat luar biasa. Hingga saat ini tim peneliti masih melakukan uji DNA. Dengan mengetahui genetiknya, Para peneliti berharap bisa memetakan pola migrasi nenek moyang manusia ini.

7. Situs Prasejarah Lukisan Pantai Raja Ampat, Papua Barat


situs-prasejarah-lukisan-pantai-raja-ampat

Alam Raja Ampat begitu memesona, tapi juga menyimpan banyak misteri. Pada salah satu dinding tebing karst, ada lukisan telapak tangan yang diduga dibuat oleh manusia purba di Raja Ampat.

Lukisan tersebut bisa dilihat di ceruk tebing karst atau biasa disebut Gua Telapak Tangan. Tempat tersebut bisa dicapai sekitar 15 menit dengan speedboat dari Kampung Harapan Jaya. Lukisan telapak tangan banyak terdapat di dinding tebing karst yang menyerupai bagian atas gua. Lukisan itu bisa dilihat dari atas kapal saja, tak perlu turun. Lokasinya memang ada di tepian pulau karst dan jaraknya hanya sekitar 2 meter dari permukaan air laut yang menggenang di bawahnya.

Tempat wisata purba ini memang tidak dilengkapi dengan informasi memadai. Tapi menurut penduduk setempat, lukisan itu sudah ada sejak zaman prasejarah dan dibuat oleh manusia purba. Jika dilihat sekilas pun, lukisan telapak tangannya memang mirip dengan yang ada di situs purbakala Gua Leang-leang, di Maros, Sulawesi Selatan.

Gambar telapak tangan di Misool ini berwarna merah kecoklatan dan tersebar di berbagai sisi dinding tebing karst. Selain telapak tangan, ada juga gambar perahu dan hewan laut berupa ikan, serta bentuk-bentuk lain yang begitu unik.

8. Situs Prasejarah Gua Babi Gunung Batu Buli, Tabalong, Kalimantan Selatan


lukisan-prasejarah-gua-babi

Situs Prasejarah Gua Babi di Gunung Batu Buli, Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia adalah tempat ditemukannya Manusia Prasejarah ras Austrolomelanisia.

Hasil penelitian ini sangat penting bagi pemahaman proses budaya dan kronologi prasejarah setempat secara khusus dan Kalimantan secara umum, yang pernah terjadi sejak akhir Kala Plestosen dan awal Kala Holosen, sekitar 10.000 tahun yang silam. Ciri budaya yang berhasil diidentifikasi adalah pemanfaatan gua untuk pemukiman, dengan berbagai tinggalan yang terutama mengacu pada tingkatan tekhnologi mesolitik ( tekhnologi batu madya ) dan neolitik ( tekhnologi batu muda ).

Situs Gua Babi merupakan situs sangat penting bagi pemahaman pemanfaatan gua sebagai sarana tempat tinggal, yang selama ini belum pernah ditemukan di Kalimantan. Lebih dari itu, situs ini juga merupakan bahan telaah penting dalam penjelasan aspek migrasi yang terjadi pada periode Pasca-plestosen di Indonesia bagian tengah, terutama dalam kaitannya dengan gelombang migrasi dari utara ( Taiwan, Jepang dan Filipina ) dan penghunian gua-gua mesolitik di Silawesi.  

9. Situs Prasejarah Wajak, Tulungagung


situs-prasejarah-wajak

Fosil Pithecanthropus Erectus yang di temukan di Desa Wajak, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia  ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada Tahun 1891 ini berasal dari lapisan Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Femur atau tulang pahanya, bentuk  dan  ukurannya jelas  seperti milik  manusia dan  menunjukkan bahwa mahluk itu berjalan diatas kedua kakinya. Volume otaknya mencapai 900cc sedangkan kera hanya 600cc.

10. Situs Prasejarah Gua Perbukitan Sangkulirang, Kutai Timur 


situs-prasejarah-gua-sangkulirang

Kabupaten Kutai Timur memiliki situs cagar budaya yang punya arti penting bagi sejarah manusia. Hasil penelitian oleh peneliti asing maupun dalam negeri, diketahui bahwa Kaltim memiliki situs dan benda cagar dengan berbagai rupa yang terbilang luar biasa di Sangkulirang.
 
Di kawasan ini terdapat gua-gua berusia sekitar 10 ribu tahun sebelum Masehi yang pernah dihuni manusia purba. Kala itu, manusia purba telah mampu membuat alat-alat dari bebatuan dan tulang serta wadah berbahan tanah liat.

Terdapat pula lukisan dinding pada 37 gua di lokasi itu. Lukisan itu antara lain berupa cap tangan, berbagai jenis binatang, dan perahu.

Menurut hasil peneltian para ahli purbakala manusia gua di pegunungan karst di Sangkulirang adalah manusia purba yang melakukan migrasi global ke wilayah selatan, timur, hingga Asia Pasifik.

Pegunungan karst di Sangkulirang diperkirakan merupakan titik awal masuknya manusia ke Indonesia. Manusia purba di gua ini memiliki kemampuan untuk membuat gerabah, serta tulisan tangan yang terdapat di gua. 

Dengan ditemukannya 10 Situs Prasejarah ini membuktikan bahwa Indonesia telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan bagaimana mereka bermigrasi. 

dari berbagai sumber

Views
Share:

DASYATNYA LETUSAN GUNUNG SAMALAS LEBIH BESAR DARI TAMBORA DAN KRAKATAU


Kaldera-Gunung-Samalas

Mahessa83 - Para peneliti telah mengamati jejak abu dan beberapa serpihan kimia dari sebuah letusan gunung berapi yang maha dasyat dari jejaknya pada lapisan es di kutub utara dan kutub selatan.

Namun hingga saat ini para peneliti belum berhasil menemukan gunung berapi yang meletus dan bertanggung jawab atas jejak-jejak abu vulkanik di lapisan es tersebut.

peneliti-letusan-gunung-samalas
Para ilmuwan mengatakan bahwa temuannya yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences itu adalah bahwa letusan gunung berapi tersebut adalah yang terbesar dalam 7.000 tahun terakhir. Namun asal usulnya telah membingungkan para ilmuwan hingga beberapa dekade.

Sejauh ini para ilmuwan hanya mengetahui letusan dasyat yang terjadi pada saat Gunung Tambora meletus pada 5 April 1815 yang mengakibatkan ribuan orang meninggal yang letusannya mendatangkan gelombang tsunami yang maha besar dan letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada 27 Agustus 1883 yang awan abunya sempat menutupi hampir seperempat bagian bumi.

Meneliti pada sebuah teks dari abad pertengahan yang menceritakan tentang iklim dunia yang secara mendadak mendingin dan juga menyebabkan gagal total pada panen para petani dunia yang membuat warga dunia menjadi susah bahkan diduga banyak penduduk dunia yang tewas.

Gunung-Samalas
Berdasarkan fakta tersebut baru para ilmuwan menemukan gunung berapi yang bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

Sebuah ledakan misterius yang maha dasyat terjadi pada tahun 1257. Saking dasyatnya jejak abu vulkanik dan kimiawinya terekam dalam es di Arktik dan Antartika.

Dalam journal sains, PNAS, Tim Internasional menunjuk pada Gunung Samalas di Pulau Lombok, Indonesia yang kini dikenal sebagai Gunung Rinjani yang hanya sedikit struktur gunung api yang tersisa dan kini tampilannya hanya beruapa danau kawah Segara Anak.

Gunung yang bernama Samalas yang kini hampir tak tersisa dan hanya tersisa letusannya saja yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gunung Rinjani di Pulau Lombok dituding sebagai penyebab perubahan iklim mendadak pada abad pertengahan untuk wilayah Eropa dan sekitarnya.

Nah ternyata gunung inilah yang bertanggung jawab telah menorehkan jejak-jejak abu vulkanik di lapisan es kedua kutub di bumi.

Tim ilmuwan kemudian mengaitkan jejak sulfur dan debu vulkanik di kutub dengan data yang ditemukan di wilayah Lombok. termasuk unsur radio karbon, penyebaran batu dan debu, cincin perpohonan bahkan bahkan sejarah lokal yang menyebut tentang runtuhnya Kerajaan Lombok pada abad ke-13.

"Buktinya sangat kuat dan menarik,"  kata Profesor Clive Oppenheimer dari Cambridge University, Inggris.

Bersama dengan koleganya Prof Franck Lavigne dari Pantheon-Sorbone University, Perancis, Mereka melakukan sesuatu yang mirip dengan investigasi kriminal. Yang awalnya mereka tidak tahu siapa tersangkanya. Mereka hanya berbekal temuan jejak dalam bentuk geokimia di inti es kutub utara dan itu cukup untuk melacak gunung yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Sebelumnya para peneliti lain mengatakan bahwa telah terjadi perubahan iklim mendadak yang disebabkan letusan gunung berapi Okataina di Selandia Baru dan letusan gunung berapi El Chicon di Mexico. Namun bukti lain mengatakan bahwa Gunung Samalas lah kandidat kuat atas terjadinya peristiwa tersebut.

Bukti dari dasyatnya letusan Gunung Samalas yang dapat merubah iklim dunia secara mendadak, Hal ini juga dikait-kaitkan dengan pada sejarah lokal tentang Jatuhynya Kerajaan Lombok pada abad ke-13.

Bukti lain seperti yang ditulis dalam National Geography terdapatnya teks dalam bahasa jawa, Babat Lombok yang menceritakan sebuah letusan besar dari gunung api raksasa Samalas yang pada akhirnya menciptakan sebuah kaldera atau kawah besar.

Letusan Gunung Samalas


Letusan-gunung-samalas

Tim peneliti yang datang ke Pulau Lombok mengindikasikan setidaknya 40 kilometer kubik batu dan debu terlontar dengan ketinggian 40 km ke angkasa dari Gunung Samalas yang mengamuk. 

Letusan Gunung Samalas memang sangat luar biasa hingga mampu mengirim material hingga ke seluruh dunia dengan jumlah yang sangat signitifkan hingga bisa dilacak di Greenland dan lapisan es Benua Antartika.

Jika dibanding-bandingkan, Letusan Gunung Samalas setidaknya lebih besar bila dibandingkan dengan Letusan Gunung Tambora (1815) atau Gunung Krakatau (1883).

Jadi jika peneltian ini benar, maka setidaknya ada 4 Gunung Api besar dengan letusan dan erupsi maha dahsyat terjadi di Indonesia. Mereka adalah Gunung Toba, Gunung Tambora dan Gunung Krakatau dan kini Gunung Samalas (sekarang Gunung Rinjani).

sumber: indocropcircles      

  

 

  
Views
Share:

PENEMUAN PATUNG BUDHA DI RERUNTUHAN KUIL KUNO BAZIRA


Penemuan Patung Budha Di Reruntuhan Kuil Kuno Bazira

Mahessa83 - Para arkeolog berhasil menemukan patung dan ukiran yang berasal lebih dari 1.700 tahun yang lalu di sisa-sisa kuil kuno Bazira, Pakistan. Patung-patung dan ukiran yang ditemukan menggambarkan kehidupan keagamaan, menceritakan kisah-kisah dari agama Budha dan agama-agama kuno lainnya.

Situs yang juga disebut dengan Vajirasthana atau Bazira terletak di Lembah Swat, Pakistan. Kota yang dibangun pada abad ke-2 SM kemudian berkembang menjadi sebuah Kerajaan Kushan yang pada puncaknya kerajaan ini berkembang hingga India dan Asia Tengah.

Kekaisaran Kushan pada akhirnya menghilang pada abad ke-3 M seiring dengan serangkaian gempa bumi besar yang melanda Bazira. 

"Saat ini reruntuhan Bazira terlihat di sebuah desa kecil yaitu Desa Barikot, wilayah Pakistan," kata arkeolog Italia yang telah meneliti Situs Bazira sejak tahun 1978.

Pada salah satu patung yang ditemukan dengan ukiran sekis hijau yang menggambarkan seorang pangeran bernama Siddharta yang meninggalkan istana dengan kuda bernama Kathaka. Patung ini kemungkinan besar merupakan bagian dari hiasan kuil, kata para arkeolog.

Menurut cerita Budha Kuno, Siddharta adalah seorang pangeran kaya yang tinggal di Istana Kapilavastu, Nepal yang hidupnya sangat tertutup dari dunia luar. Pada suatu hari Ia berani keluar dari istana dan melihat penderitaan rakyatnya. Setelah melihat ini, Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan istana untuk hidup menjadi orang miskin untuk mencari pencerahan yang pada akhirnya membawanya menjadi Budha Gautama.

Dalam ukiran patung lainnya terlihat dua roh yang dikenal sebagai yakshas yang membantu kanthaka, tulis arkeolog Luca Olieveri dalam sebuah journal. Sementara itu tampak juga Dewi kota Kapilavastu yang mengenakan mahkota yang tangannya tampak memegang sebuah tanda penghormatan.

Seorang pria yang tidak dikenal tampak berdiri dibelakang Kanthaka dengan tangan kiri memegang mulutnya dan tangan kanannya tampak melambaikan syal atau yang disebut uttariya.

Anggur Dan Kepala Kambing

Penemuan Patung Budha Di Reruntuhan Kuil Kuno Bazira


Di bagian lainnya, para arkeolog juga menemukan ukiran lain yang berasal dari zaman setelah terjadinya gempa yang merusak kuil. Kuil kemudian dibangun kembali dengan bahan-bahan yang mudah rusak dengan ukiran kayu, kata arkeolog. 

Pada bagian lain nampak juga ukiran gambar dewa yang tidak dikenal sedang duduk di atas singgasana dengan rambut keriting panjang sedang memegang anggur dan kepala kambing yang mirip dengan Dewa Yunani, Dionysus atau Dewa Anggur.

Seperti diketahu pada saat itu Buah Anggur banyak terdapat di Lembah Swat. Hal ini terbukti dengan banyak ditemukannya pemerasan anggur kuno di pedesaan, kata Olieveri.

Sementara ukiran kepala kambing melambangkan gairah nafsu lokal, kata Olieveri. Kambing juga terkait dengan Budaya Hindu Kush dan ini juga sering digunakan dalam seni batuan kuno.

Stupa Singa

Pada bagian lain juga ditemukan ukiran lain yang tak kalah indahnya menghiasi kuil yang menggambarkan sebuah stupa. Struk berbentuk seperti gundukan yang digunakan untuk meditasi. D idekat bagian atas stupa adalah sebuah platform yang disebut dengan Harmika. yang dihiasi dengan desain bunga mawar. Di atas Harmika ada tiga unsur payung yang disebut chattrasthat menghadap ke atas.

Kedua pilar dengan dengan ukiran singa diatas sebelah stupayang menghadap stupa seolah-olah sedang mengawasi stupa.

Sebelumnya satu stupa seperti ini pernah ditemukan pada tahun 1960-an dan 1970-an dari abad ke-4 masehi bersamaan saat Bazira sedang berkembang. 


sumber:livescience 

       
Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook