Sukhoi Su-57

Pesawat Tempur Generasi Kelima Terbaru Rusia

Paus Biru

Mahluk Paling Besar Di Bumi

Lukisan Gua Kalimantan

Sebuah lukisan hewan berusia 40.000 tahun bergambar binatang buas misterius seperti sapi liar yang ditemukan di Gua Kalimantan, Indonesia

Kampung Wisata Tegallalang. Ubud, Pulau Bali

Menjelajahi Ubud - Kota Terindah di Dunia

The Vow

Film Romantis Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata

FAKTA MENAKJUBKAN DARI ULAR COBRA

Fakta Menakjubkan Dari Ular Cobra  


King Cobra terpanjang di dunia

Mahessa83-Ular Cobra adalah sejenis ular berbisa dari suku Elapidae yang dapat menegakkan dan memipihkan lehernya apabila terganggu dan ular paling ekonik di bumi. Keanggunan, sifat sombong dan gigitannya yang sangat berbisa membuat mereka sangat di hormati dan di takuti.

Cobra hidup hampir di seluruh Afrika, Timur Tengah, India, Asia Tenggara dan Indonesia, kata Sara Viernun seorang herpetologis yang berbasis di Madison, Winconsin. USA, Kata Cobra berasal dari bahasa Portugis Cobra de capello yang berarti "Ular Berkerudung".

Jumlah spesies Ular Cobra ada sekitar 28 sampai sekitar 270 spesies, tergantung pada bagaimana Ular Cobra didifinisikan. Genetik Cobra adalah anggota dari genus Naja. Tetapi menurut Viemun nama Cobra direferensikan dari beberapa spesies ular yang sebagian besar adalah dari keluarga Elapidae. Elapidaee termasuk dengan jenis ular lainnya seperti Ular Karang, Krait dan Mamba. Banyak dari ular ini memiliki kerudung dan kemampuannya menaikkan bagian atas tubuh mereka.

Karateristik Cobra

Ular Cobra

Cobra Elipids, adalah jenis ular berbisa dengan taring berlubang pada rahang bagian atas di depan mulut. Ular ini tidak bisa menggigit mangsanya dengan taringnya tetapi menyuntikkan racunnya melalui taring mereka. Menurut Kebun Binatang San Diego, Mereka memiliki penciuman dan penglihatan yang sangat baik di malam hari. Selain kerudung sebagai simbolnya, Cobra memiliki bentuk tubuh yang bulat , banyak pola warna pada bentuk tubuhnya.

Warna warna ini sangat bervariasi antara spesies yang satu dengan spesies yang lainnya seperti warna kuning, merah, hitam, berbintik-bintik dan banyak pola lainnya.

Cobra adalah ular yang besar. Banyak spesies Cobra bisa mencapai panjang 2 meter. Menurut Konservasi Snake, Cobra Hutan adalah Cobra terbesar yang bisa mencapai panjang 3 meter dan dapat meludahi racunnya sejauh 2,7 meter. Spesies terkecil adalah Cobra Mozambik dengan panjang sekitar 1,2 meter. King Cobra atau Raja Cobra adalah yang terpanjang dari semua jenis ular berbisa yang dapat mencapai panjang sekitar 5,5 meter. 

Karateristik fisik yang paling khas dan terkenal dari Ular Cobra adalah kap atau kembang mereka. Kap ini bisa terjadi ketika rusuk lehernya dipipihkan di leher kepalanya sehingga hal ini terlihat sangat menakjubkan. 

Habitat

Ular Cobra

Ular Cobra biasanya hidup di daerah panas di daerah berikli tropis walaupun kadang-kadang ada juga yang hidup di daerah Savana, padang rumput, hutan dan daerah pertanian di Afrika dan Asia Selatan. Mereka banyak menghabiskan banyak waktu di dalam tanah, di bawah batu dan di pohon-pohon.

Karateristik prilaku yang paling khas dari ular cobra adalah penampilan pertahanan mereka. Ini termasuk kap, mendesis dan menegakkan bagian atas tubuhnya untuk berdiri tegak. Kebanyakan Ular Cobra bisa berdiri sepertiga dari panjang tubuhnya. Selain sebagai isyarat untuk menyerang, prilaku ini membantu mereka untuk mencari makanan.

Ular Cobra berkembang biak dengan cara bertelur. Betina Cobra biasanya dapat bertelur sebanyak 20 sampai 40 telur pada satu waktu yang dapat di tetaskannya selama 60 sampai 80 hari. Menurut India SnakeWorld, Ular Cobra akan tinggal di dekat telur sampai mereka menetas karena predator lain seperti Babi dan Musang selalu mengintai telur-telur mereka.

Musang adalah musuh utama dari Ular Cobra. Menurut Cobras.org, Musang yang mempunyai bulu tebal yang dapat melindungi diri dari taring cobra dan sering mengalahkan Cobra dalam setiap perkelahian dengan menggunakan kecepatan dan kelincahan mereka. Mereka bisa menggigit Cobra sebelum Ular Cobra sempat mempertahankan diri. 

Cobra adalah pemburu oportunistik siapapun dimangsanya bila mendekatinya. Seringkali Ular Cobra makan burung, mamalia kecil, kadal, telur, bangkai dan ular lainnya. Mereka akan bergerak secara diam-diam di padang gurun sampai mereka siap untuk menyerang. Menurut kebun binatang San Diego, Cobra sering berburu di waktu fajar atau senja meskipun beberapa spesies lainnya berburu di hari panas setiap harinya.

Seperti ular pada umumnya, Cobra memiliki metabolisme yang sangat lambat yang memungkinkan mereka untuk pergi beberapa hari bahkan bulan tanpa makan.

Gigitan Cobra

"Gigitan Cobra sangatlah fatal. terutama jika tidak ditangani dengan benar,"  kata Viemum. Untungnya sekarang antivenin sudah tersedia untuk menangkal racun cobra. Efek racun cobra adalah jenis racun neurotoksik yang kuat yang akan bekerja melumpuhkan sistem saraf korbannya. Gejala dari terkena racun cobra neurotoksik mencakup masalah pada penglihatan, kesulitan menelan dan berbicara, melemahkan otot tubuh, kesulitan bernafas, gagal bernafas, muntah, sakit perut, nekrosis dan antukuagolan.  

Menurut University of Michigan, korban yang diderita oleh manusia dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu 30 menit setelah di gigit oleh Ular Cobra jika tidak di tangani dengan benar.

Semua jenis Ular Cobra dapat mengeluarkan racunnya dengan cara meludah. Memiliki racun sitotoksik yang dapat menyerang jaringan tubuh dan dapat menyebabkan sakit yang sangat parah, pembengkakan dan mungkin nektosis (kematian sel-sel dan jaringan tubuh).

Menurut American Museum of Natural History, Meludah Ular Cobra yang memiliki kemampuan mengeluarkan racun dari taring mereka ke mata korban dengan akurasi yang mengerikan. Venom di mata akan menyebabkan kebutaan jika tidak di cuci dengan baik.

Taksonomi atau Klarifikasi dari Ular Cobra

Menurut Sistem Informasi Terpadu taksonomi (ITIS) talsonomi Cobra adalah sebagai berikut:

Kerajaan : Animalia
Subkingdom : Bilateria
Infrakingdom : Deuterostomia
Filum : Cordata
Subphylum : Vetebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Kelas : Reptilia
Order : Squamata
Subordo : Serpentes
Infraorder : Alethinophidia
Keluarga : Elipidae
Genus : Naja
Spesies : 20, termasuk naja menaloleuca (Cobra Hutan), naja ashei (Cobra Meludah), naja mossambica (Cobra Mozambik), naja naja (Cobra India).

King Cobra

Raja Cobra adalah contoh dari ular cobra tetapi bukan anggota dari genus Naja. King Cobra (Ophiophagus Hannah) adalah satu-satunya dari genusnya.

King Cobra adalah ular beracun terpanjang di dunia. Meskipun panjang King Cobra bisa mencapai 5,8 meter tetapi rata-rata panjang mereka sekitar 3 sampai 4 meter. Tetapi ketika mereka mendapat ancaman, mereka dapat berdiri sangat tinggi.

Menurut National Geographic, meskipun ada ular lain memiliki racun lebih kuat dari King Cobra, Jumlah racun neurotokson yang dikeluarkan dari gigitan King Cobra dapat membunuh 20 orang atau setara dengan 1 ekor gajah. Tetapi untungnya King Cobra sangat pemalu dan selalu menghidar bila ketemu manusia.

King Cobra adalah satu-satunya spesies ular yang dapat membangun sarang untuk anak-anak mereka. Menurut University of Michigan Museum of Zoology Aninal Diversity Web (ADW) King Cobra betina di dalam sarang dapat menyerang tanpa provokasi.

King Cobra bisa hidup di darat, pohon dan air.dan juga dapat ditemukan di hutan hujan, hutan bakau, padang rumput di Cina Selatan dan Asia Tenggara.  

Ular Cobra menari

Menurut National Geographic, King Cobra adalah spesies paling populer di Asia Selatan. Meskipun King Cobra tidak benar-benar dapat mendengarkan musik (tuli untuk ambien kebisingan0  Mereka sangat tertarik dengan bentuk dan gerakan dari suling. 


Sumber:LiveScience        
    

         

   
Views
Share:

PENEMUAN NASKAH EPITAPHS BERUSIA 1.300 TAHUN DI CINA

Penemuan Naskah Epitaphs Berusia 1.300 Tahun Di Cina  


Naskah Epitaphs

Mahessa83-Sebuah makam berusia 1.300 tahun ditemukan di kota Xi'an, Cina. Terletak di dalam sebuah gua, Makam berisi sisa-sisa Yan Shiwei dan istrinya Lady Pei. Di tempat ini para arkeolog juga menemukan patung-patung keramik berwarna-warni, cermin dari plakat emas dan yang paling penting adalah epitaphs tertulis pada bluestones. Epitaphs yang ditemukan di makam menjelaskan bagaimana dia dan seluruh keluarganya kemudian di eksekusi.

Makam dai Epitaphs yang kemudian digambarkan dalam journal Budaya Cina oleh para peneliti dari Arkeolog dan Xi'an Municipal Institute dan Konservasi Warisan Budaya.

Seorang Wanita Meraih Kekuasaan

Karier Wu Zetian dimulai sebagai selir Kaisar Gaozong (649-683) yang pada akhirnya menjadi permaisuri dan menjadi orang yang sangat berpengaruh.

Setelah kematian kaisar, Wu Zetian menyatakan bahwa Ia kan memerintah Cina sebagai ibusuri dengan anaknya Kaisar Ruizong. Dalam epitaphs mengatakan bahwa tak lama setelah deklarasi, Seorang bangsawan bernama Cu Jingwe memimpin pemberontakan di Jiangdu (sekarang bernama Yangzhou).

Pada saat itu, naskah Epitaphs menjelaskan, Yan Shiwei bertugas sebagai seorang pejabat militer di Jiangdu dibujuk oleh Patih Jingwe untuk bergabung dengan pemberontak, tapi Shiwei menolak dan berperang melawan Patih Jingwe.

Penguasa (Yan Shiwei) sengaja mematahkan lengannya sendiri untuk menolak paksaan dari para pemberontak.  Dan menunjukkan kesetiaannya kepada kekaisaran sebelum terguncang.  Pada terjemahan Epitaphs setelag dibaca, Mengapa Shiwei harus mematahkan lengannya sendiri? Itu bisa saja terjadi dalam pertempuran atau ada juga kemungkinannya bahwa kalimat tersebut adalah metafora.

Dalam komplik berikutnya, pasukan Patih Jingwe dapat dikalahkan. Dan  Wu Zetian menyatakan diri sebagai ibusuri mempromosikan Yan Shiwei.

"Setelah pemberontak dapat dikalahkan, Dia menjadi hakim Lanxi County dari Wuzhou Frefektur dan di beri gelar Grandmaster" seperti yang tertulis dalam Epitaphs.

Pada tahun 690, Wu Zetian menyatakan dirinya sebagai Kaisar dalam haknya sendiri dan mendirikan Dinasti Zhou.

Untuk menambah kekuatannya, Wu Zetian mengangkat Yan Shiwei menjadi salah satu pejabat penting dan mengambil orang-orang yang menantang otoritasnya. Pada Epitaphs mengatakan bahwa pada satu titik Yan Shiwei didakwa dengan menghadapi "Keluarga Kuat" di dekata ibukota Louyang. Teks-teks selanjutnya mengatakan bahwa kekacauan sipil terjadi.

Penghianatan dan Kejatuhan

Pada tahun 699, Yan Shiwei telah menjadi pejabat senior dan ditempatkan di wilayah ibukota  yang dikendalikan oleh gunung dan sungai (teks menyinggung kekuatan yang besar).

Pada Epitaphs menyatakan bahwa Yan Shiwei hanya memiliki sedikit waktu untuk menikmati kekuasaanya sebelum akhirnya Ia di eksekusi. Dalam teks Epitaphs menjelaskan bahwa adiknya Yan Zhiwei berbalik melawan kaisar perempuan. Pada Epitaphs tidak menjelaskan secara rinci apa yang telah Yan Zhiwei lakukan sehingga ia harus di eksekusi.

Karena rasa bersalah atas hubungannya untuk kejahatan saudaranya Yan Shiwei, Dia (Yan Shiwei) dieksekusi dibawah hukuman kolektif dan Epitaphs juga menjelaskan bahwa seluruh keluarganya juga di eksekusi.

Istri Yan Shiwei, Lady Pei telah meninggal beberapa tahun sebelumnya  pada tahun 691, Jadi dia tidak tewas dalam eksekusi massal Yang Shiwei beserta seluruh keluarganya.

Naskah Epitaphs juga menunjukkan bahwa pembunuhan itu tidak cukup hanya sebatas hukuman mati Yan Shiwei dan keluarganya tetapi juga tidak dikubur dengan layak. 

Kaisar Wu Zetian kemudian jatuh sebagai kaisar pada tahun 705 dan meninggal tak lama kemudian. Mengakhiri Dinasti Zhou yang pendek serta memulihkan kekuasaan Dinasti Tang sebelumnya.

Kebangkitan Dinasti Tang membawa kebebasan yang dituduhkan kepada Yan Zhiwei oleh karena itu jenazahnya kemudian di gali dan dipindahkan ke kota asalnya untuk dimakamkan dengan layak. 

Makam yang di gali pada tahun 2002. Temuan pertama kali di laporkan di Cina pada tahun 2014 dalam Journal Wenwu. Baru-baru ini artikel Wenwu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang diterbitkan dalam Journal Peninggalan Budaya Cina.

Sumber"LiveScience                     
Views
Share:

MENGENAL STRUKTUR DAN BUDAYA CINA

Mengenal Struktur Dan Budaya Cina 


Perayaan adat Cina

Mahessa83-Cina adalah negara yang sangat besar, dengan kebiasaan dan tradisi rakyatnya yang bervariasi oleh geografi dan etnis.

Lebih dari 1 miliar orang yang tinggal di Cina memiliki 56 kelompok etnis minoritas. Kelompok terbesar adalah Cina Han dengan sekitar 900 juta orang. Kelompok lainnya adalah termasuk Tibet, Mongol, Manchu, Naxi dan Hetzen.

Secara signitifkan, masyarakat Cina menciptakan budaya mereka sendiri, kata Christina de Rosi seorang antropolog di Barnet dan Southgate College, London. Budaya mereka termasuk agama, makanan, gaya hidup, bahasa, pernikahan, musik, moral dan banyak hal lainnya membuat bagaimana kelompok ini bertindak dan berinteraksi.

Berikut ini beberapa gambaran singkat tentang Struktur dan Budaya Cina dari beberapa unsur.

1. Agama


Patung Konghucu
Partai Komunis Cina yang memerintah secara bertahap menjadi lebih toleran terhadap agama-agama lain yang ada. Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, Saat ini di negara Cina hanya ada 5 Agama resmi selain Budha, Taoisme, Islam, Katolik dan Protestan. Meskipun secara konstitusi Cina menyatakan bahwa orang-orang di perbolehkan memilih kebebasan dalam beragama, Toleransi beragama baru berkembang dalam beberapa dekade belakangan ini.

Sekitar seperempat dari pemeluk Taoisme dan Konfusianisme dan agama-agama tradisional lainnya, Ada juga sejumlah kecil ummat Budha, Islam dan Kristen. Meskipun banyak Kementrian Protestan dan Katolik telah aktif di negara itu sejak awal abad ke-19, Mereka telah membuat sedikit kemajuan dalam mengkonversi Cina untuk agama-agama ini.

2. Bahasa


Ada tujuh kelompok utama dari dialek Bahasa Cina yang masing-masing memiliki variasi sendiri. Menurut Mount Holyoke College, Mandarin adalah dialek yang dituturkan oleh 71,5 populasi di Cina di ikuti oleh Wu (8,5 persen), Yue (5 persen) Xiang (4,8 persen), Man (4,1 persen), Hakka (3,7 persen), dan Gan (2,4 persen).

Bahasa nasional resmi Cina Mandarin, Bahasa Mandarin di ucapkan di Ibukota Beijing menurut Orde Presiden Republik Rakyat Cina banyak juga orang Cina yang fasih berbahasa Inggris.

3. Makanan


Seperti aspek lainnya dalam kehidupan Cina, Masakan sangan berpengaruh dengan letak geografis dan keragaman etnis. Di antara gaya makanan Cina Kanton yang menampilkan masakan tumis dan Szechuan, yang sangat bergantung pada penggunaan kacang, pasta wijen dan jahe yang dikenal dengan rasa pedasnya.

Beras tidak hanya sumber utama makanan Cina, Tetapi juga merupakan elemen utama yang membantu masyarakat untuk tumbuh menurut Pathways to Asian Civilization menelusuri asal dan penyebaran budaya padi dan beras. Menurut sebuah artikel pada tahun 2011, Kata Cina untuk beras adalah Fan yang juga berarti "makan". dan itu adalah yang pokok dalam diet mereka. Seperti juga tauge, kubis dan daun bawang. Karena mereka tidak banyak mengkonsumsi banyak daging. Mereka hanya kadang-kadang mengkonsumsi daging babi atau ayam. Tofu merupakan sumber utama Protein untuk orang-orang Cina.

4. Karya Seni


Karya Seni Cina
Menurut Metropolitan Museum of Art, Seni Cina sangat di pengaruhi oleh sejarah spiritual dan mistis. Banyak patung dan lukisan menggambarkan tokoh spiritual agama Budha. 

Abanyak alat musik merupakan bagian integral budaya Cina, termasuk xun seperti flute dan guqin yang termasuk dalam keluarga kecapi.

Seni bela diri bergaya timur juga dikembangkan di Cina. Dan Cina juga merupakan tempat kelahiran olahraga beladiri Kung fu Teknik pertempuran beladiri ini di dasarkan pada gerakan hewan dan diciptakan pada pertengahan tahun 1600-an menurut Black Belt Magazine.

5. Perayaan Adat


Festival terbesar yang disebut juga Festival Musim Semi yang ditandai awal tahun baru Imlek yang jatuh pada pertengahan bulan Januari dan pertengahan bulan Februari merupakan waktu untuk menghormati para leluhur. Selama 15 hari perayaan, Orang Cina melakukan sesuatu setiap hari untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Seperti makan bubur nasi dan sawi untuk membersihkan tubuh. 

Menurut University of Victoria, Perayaan ini ditandai dengan Pesta Kembang Api dan Parade Penari yang berkostum seperti Naga.

Banyak juga orang yang berziarah ke tempat kelahiran Konghucu di Shandong pada pada hari ulang tahunnya. Serta setiap tanggal 28 September ulang tahun dari Guanyin, Dewi Belas Kasih dengan mengunjungi kuil-kuil Tao yang jatuh antara bulan Maret hingga akhir April. Perayaan serupa menandai ulang tahun Mazu, Dewi Laut (yang dikenal juga sebagai Tianhou) yang jatuh pada bulan Mei  atau Juni. Bulan Festival ini dirayakan pada bulan September atau Oktober dengan Kembang Api, Lampion dan Menatap Bulan.   


Sumber:LiveScience

       
Views
Share:

Blog Archive

Bookmarking

Ikuti Facebook